STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI AREAL BEKAS TEBANGAN BERDASARKAN ZONE KELERENGAN

Ajun Junaedi, Nisfiatul Hidayat

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur dan komposisi  vegetasi di hutan primer dan areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar (0-8 %) dan agak curam (15-25 %) di IUPHHK-HA PT Indexim Utama Kalimantan Tengah. Penentuan lokasi penelitian dengan metode purposive sampling dan pola penarikan sampel menggunakan metode petak tunggal dengan luasan masing-masing petak 80 m x 80 m yang di dalamnya terdapat sub-sub petak ukur (nested sampling). Hasil penelitian menunjukkan struktur vegetasi horizontal di areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar mengalami penurunan jumlah kerapatan vegetasi yang signifikan pada kelas diameter >39 cm sebesar 75,86%. Sedangkan struktur vegetasi vertikal juga mengalami penurunan jumlah kerapatan vegetasi yang siginifikan pada kelas tinggi 10-14 m di lokasi dan kelerengan yang sama sebesar 66,20%. Jumlah jenis yang ditemukan paling banyak pada kelerengan datar terdapat di areal bekas tebangan 2 tahun (13-17 jenis) dibandingkan hutan primer (11-12 jenis). Kondisi sebaliknya terjadi pada kelerengan  agak curam, dimana jumlah jenis yang ditemukan di hutan primer lebih tinggi (13-21 jenis) dibandingkan areal bekas tebangan 2 tahun (12-17 jenis). Vegetasi tingkat tiang mengalami pergeseran dominansi jenis di areal bekas tebangan 2 tahun pada zone kelerengan datar dan agak curam berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP). Indeks keanekaragaman jenis Shannon-Wienner (H’) di semua lokasi penelitian pada zone kelerengan datar dan agak curam termasuk dalam kategori “sedang”.

Kata Kunci: struktur dan komposisi, vegetasi, areal bekas tebangan, kelerengan Penulis 

Full Text:

PDF

References


Abdurachman. 2008. Struktur Tebangan pada Hutan

Alam Bekas Tebangan. Jurnal Info Teknis Dipterocarpa Volume 2 No. 1, Juli 2008, hal : 59-66.

Daniel T. A, Helms J. A, Baker, F. S. 1995. Prinsipprinsip Silvikultur. Edisi ke-2. Marsono D, penerjemah. Yogyakarta : Gadjah Mada Press. Terjemahan dari : Principles of

Silviculture.

Indrawan, A. 2000. Perkembangan Suksesi Tegakan Hutan Alam Setelah Penebangan dalam

Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia. Disertasi: Program Pascasarjana IPB.

Bogor.

Mackinnon K., Hatta G., Halim H. dan Arthur M. 2000. Ekologi Kalimantan. Edisi III. Jakarta: Prenhallindo.

Magurran, A.E. 1988. Ecological Diversity and Its Measurenment. London:Croom Helm Ltd.

Odum EP. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Penerjemah: T Samingan. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Soerianegara, I. dan Indrawan, A. 1988. Ekologi Hutan Indonesia. Laboratorium Ekologi Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan, Instutut pertanian Bogor.

Soetrisno. 1998. Kelerengan dan Pertumbuhan

Tanaman. http://www.silvikultur.com/ Kelerengan_dan_Pertumbuhan_Tanaman. html. (Diakses pada tanggal 12 Desember 2013)

Suhendang E, Soerianegara I dan Bahruni. 1993. Menguak Permasalahan Pengelolaan Hutan Alam Tropis di Indonesia. Bogor: Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Suhendang, E. 2002. Pengantar Ilmu Kehutanan. Yayasan Penerbit : Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Whitemore TC. 1984. Vegetation Map of Malesia, at scale 1 : 5 million. Oxford, UK: Clarendon Press

Wirakusuma, R.S. 1990. Citra dan Fenomena Hutan Tropika Humida KalimantanTimur. Jakarta:

Pradya Paramita.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v3i1.4170

Article Metrics

Abstract view : 1167 times
PDF - 1320 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.