IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN TEGAKAN PADA KAWASAN PUSAT PELATIHAN GAJAH TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Identification Of Stand Damage Level On Elephant Training Center Way Kambas National Park

Machya Kartika Tsani, R. Safe’i

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang besarnya tingkat kerusakan tegakan pada kawasan PPG TNWK. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2016 di dalam kawasan PPG TNWK. Pengambilan data penelitian menggunakan plot berbentuk lingkaran yang diletakkan secara sistematis pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh pohon dalam lokasi penelitian mengalami kerusakan dengan nilai prosentase kerusakan yang rendah. Berbagai tipe kerusakan yang ditemui adalah konk, luka terbuka, sarang rayap dan semut, kanker, batang pecah, batang patah, resinosis, cabang patah, daun rusak, brum, growong dan batang yang menggarpu. Tipe kerusakan yang paling banyak dijumpai adalah luka terbuka dengan lokasi kerusakan paling banyak pada batang bagian bawah. Nilai kejadian serangan/ kerusakan dalam tegakan sangat tinggi yaitu 98%. Sedangkan kondisi tingkat kerusakan rata-menunjukkan kategori ringan yaitu sebesar 24,69%. Hal ini menunjukkan bahwa meski kerusakan berkategori ringan, namun dengan kejadian serangan yang tinggi maka besar pula potensi timbulnya kerusakan di masa yang akan datang.

Kata kunci: tingkat kerusakan; kejadian serangan; lokasi kerusakan; tipe kerusakan.

TNWK This research was conducted to obtain information about the level of damage stands in the area of  PPG TNWK. This study was conducted from August to December 2016. The research data was collected using a circle plot which was placed systematically at the research location. The results showed that almost all trees in the study area were damaged with low percentage of damage. Various damage types that found are: open wound, termite nest, ants nest, cancer, broken stem, resinosis, broken branches, damaged leaves, broom and forking stem. The most common type of damage is an open wound with the most damage location is on the lower stem. The value of the incidence of attack / damage in the stand is very high 98%. While the condition of damage level indicates light category that is equal to 24,69%. This shows that although with light categorical damage, but with the high incidence of attack, this may have great potential for future damage stand in PPG TNWK


Keywords


damage level; incidence of attack; damage locatio; damage types

Full Text:

PDF

References


Alexander, S.M & Barnard, J.E. 1995. Forest Health Monitoring. Las Vegas: Environmental Monitoring Systems Laboratory.

Purnomo, B. 2006. Konsep Ilmu Penyakit Hutan. Bengkulu: Faperta Unib.

Departemen Kehutanan. 2002. Data dan informasi kehutanan Propinsi Lampung. Jakarta.: Badan Planologi Kehutanan.

Noviadi, I. & Rivai, R.R. 2015. Identifikasi kondisi kesehatan pohon peneduh di kawasan Ecopark, Cibinong Science Center-Botanic

Gardens. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiveritas Indonesia. 1 (6): 1385-1391

Kilmaskossu, S.T.E.M & J.P. Nero-kouw. 1993. Inventory of Forest Damage at Faperta Uncen Experiment Gardens in Manokwari Irian Jaya Indonesia. Proceedings of the Symphosiumon Biotechnological and environmental Approaches to Forest and Disease Management.

Bogor: SEAMEO.

Ngatiman. 2010. Serangan Hama Rayap pada Tanaman Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) di Samboja. Info Teknis Dipterokarpa.

(1): 63-68.

Pracaya. 2008. Hama penyakit tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya

Sidiyasa, K., Zakaria, dan Ramses, I. 2006. Hutan desa Setulang dan Sengayan Malinau, Kalimantan Timur: potensi dan identifikasi langkah-langkah perlindungan dalam rangka pengelolaannya secara lestari. Bogor: CIFOR.

Susanto, A., Prasetyo, A.E., Priwiratama, H., Wening, S., Surianto. 2013. Ganoderma boninense Penyebab Penyakit Busuk Batang Atas

Kelapa Sawit. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 9 (4): 123-126.

Sumardi dan Widyastuti, S.M. 2007. Dasar-Dasar Perlindungan Hutan (Cet.2). Yogyakarta: Gama Press.

Tulung, M. 2000. Study of Cacoa Moth (Conopomorpha cramerella) Control in North Sulawesi. Eugenia . 6(4): 294-299

Widyastuti, S.M., Sumardi, A.Sulthoni, dan Harjono. 1998. Pengendalian Hayati Penyakit Akar Merah pada Akasia dengan Trichoderma. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 4 (2): 65-72.

Yunafsi. 2002. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit Dan Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur. Fakultas Pertanian. Jurusan Ilmu Kehutanan. Universitas Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i3.4788

Article Metrics

Abstract view : 2084 times
PDF - 2008 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.