POTENSI LEGUM DALAM MENINGKATKAN BAHAN ORGANIK TANAH KRITIS CEMPAKA, BANJARBARU Legume Potency In Improving Soil Organic Carbon Of Cempaka Critical Land, Banjarbaru

Sasi Gendro Sari, Risna Ariyanti, Evi Mintowati Kuntorini

Abstract


Tanah kritis lahan Cempaka di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan merupakan lahan bekas penambangan intan yang mengandung kadar besi yang tinggi dan rendah akan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah di lahan kritis Cempaka dengan menggunakan biomasa legum sebagai pupuk hayati. Sebanyak lima jenis legum digunakan sebagai pupuk hayati, yaitu Mucuna pruriens, Gliricidia sepium, Leucaena leucocephala, Vigna unguiculata, Centrosema pubescens. Jagung manis sebagai tanaman uji ditanam selama 45 hari dan kemudian diukur rasio C/N dan pertumbuhan tanaman jagung. Hasil menunjukkan bahwa Leucaena leucocephala memiliki rasio C/N yang terbaik bila dibandingkan pangkasan legum lainnya dan tumbuhan ini berpotensi sebagai alternative pupuk hayati di tanah kritis Cempaka.

Kata kunci: Legum, organik tanah, lahan kritis Cempaka

Cempaka critical land in Banjarbaru, South Kalimantan is an ex-diamond mining site which has a high amount of iron and low soil organik carbon. The research aimed to improve soil organik of Cempaka critical land using local legum biomass as the fertilizer. Five local legums were used as fertilizer such as Mucuna pruriens, Gliricidia sepium, Leucaena leucocephala, Vigna unguiculata, Centrosema pubescens. The sweet corn was planted for 45 days and then the plant was observed the ratio between soil carbon and soil nitrogen. The result showed that Leucaena leucocephala had the primmest result of C/N ratio than other local legums and it could be concluded that Leucaena leucocephala had a potency of alternative fertilizer in Cempaka critical land.


Keywords


Legums; soil organic, critical land of Cempaka

Full Text:

PDF

References


Abdurahman. 2005. Teknik Pemberian Pupuk Organik dan Mulsa pada Budidaya Mentimun Jepang. Buletin Teknik Pertanian, Juli 2005. 10 (2): 53 -56.

Arisoesilaningsih, E., Imilda, Kurnianingtyas, I., Azmi, V.F., Soejono, Nuriyah, L. dan Ekowati, G. 2002. Karakter Beberapa Leguminosae Pendukung Sistem Pertanian Berkelanjutan di Lahan Kritis Berkapur DAS Brantas.

Lokakarya Nasional Pertanian Organik 7-8 Oktober 2002. Pasca Sarjana Universitas Brawijaya. Malang.

Ariesoesilaningsih, Handayanto, E. & Soejono. 2001. Pemberdayaan Potensi Diversitas Flora Lokal untuk Meningkatkan Input Bahan Organik dan Melestarikan Kesuburan Tanah Berkapur DAS Brantas. Laporan RUT VIII1, Kementrian Riset dan Teknologi – LIPI. Jakarta.

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Edisi kedua. Bogor: IPB Press. 472p. Jakarta.

Balai Pengkajian Terknologi Pertanian Ungaran, Departemen Pertanian. 1997. Budidaya dan Manfaat Kacang Benguk. Ungaran. Jawa Tengah

Murbandono, H. S. I. 1992. Membuat Kompos. Penebar Swadaya: Jakarta.

Ningsih, R.Z., Fitrihidajati, H&Rahayu, H. S. 2013. Pengaruh penambahan daun lamtoro terhadap kualitas kompos kertas-lamtoro dan pemanfaatannya terhadap pertumbuhan tanaman bayam merah. LenteraBio.2 (1): 149-154.

Sintia, M. 2011. Pengaruh Beberapa Dosis Kompos Jerami Padi dan Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas.

Susanti, I. 2016. Pertumbuhan Tanaman Kalakai (Stenochiaena palustris) dan Kemampuan dalam Menyerap Fe.Skripsi. FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru Widayanto, E.B. 2002.

Widayanto. 2002. Pengaruh Pemberian Kompos Chromolaena odorata terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i3.4792

Article Metrics

Abstract view : 2213 times
PDF - 896 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.