KOMBINASI MIKROORGANISME LOKAL SEBAGAI BIOAKTIVATOR KOMPOS Combination of Local Microorganism as Compose Bioactivators

Riama Rita Manullang, Rusmini Rusmini, Daryono Daryono

Abstract


Peran MOL sebagai dasar komponen pupuk, mikroorganisme tidak hanya bermanfaat bagi tanaman juga bermanfaat sebagai agen dekomposer bahan organik, limbah pertanian, limbah rumah tangga dan industri. Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya limbah buah-buahan yang tidak termanfaatkan, limbah bonggol pisang yang dibiarkan menumpuk tanpa dilakukan pengolahan menjadi lebih bermanfaat, keong mas yang selalu dianggap sebagai hama pada tanaman dan rumen sapi yang terbuang begitu saja dan upaya mengatasi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia dapat dilakukan dengan meningkatkan peranan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bioaktivator kompos dan mikroorganisme yang terdapat pada mol. bahan yang digunakan dalam pembuatan MOL adalah bonggol pisang, limbah buah-buahan , keong mas, rumen sapi, urin sapi, air kelapa , air cucian beras (leri), terasi, gula merah untuk MOL I sedangkan Untuk MOL II hanya dibedakan dengan menggunakan gula putih. Pembuatan bioaktivator dilaksanakan di Laboratoriuam Produksi Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Bioaktivator dibuat dengan cara difermentasikan. Fermentasi bahan-bahan MOL I dan MOL II pada hari ke sepuluh seluruh permukaan mol telah ditumbuhi oleh benang-benang berwarna putih, dan berbau aroma tape. Sedangkan hasil identifikasi mikroorganismen pada bioaktivator pada kombinasi MOL I terdapat 4 jenis bakteri, yaitu Clavibacter, Agrobacterium, Clostridium, Pseudomonas berfluorescens, sedangkan untuk MOL II terdapat 3 jenis bahteri yaitu Pseudomonas berfluorescens, Erwinia dan Clavibacter

Kata Kunci : Bioaktivator; mikroorganisme lokal; limbah buah-buahan; bonggol pisang

The role of MOL as a basic component of fertilizer, microorganisms not only beneficial to plants are also useful as decomposers agents of organic materials, agricultural waste, household waste and industry. This research is based on the amount of untreated fruit waste, the waste of banana hump which is left to accumulate without the processing becomes more useful, the golden snail which is always considered as a pest on crops and cattle rumen that just wasted and efforts to overcome the dependence on fertilizer and chemical pesticides can be done by increasing the role of microorganism. This study aims to produce bioactivators of compost and microorganisms found in moles. the ingredients used in the manufacture of MOL are banana sticks, fruit waste, golden snail, cow rumen, cow urine, coconut water, rice laundry water (lery), terrace, brown sugar for MOL I whereas For MOL II only differentiated by using sugar white. Preparation of bioactivators carried out in the Laboratory of Production Polytechnic of Agriculture State of Samarinda. Bioactivators are made by fermentation. Fermentation of MOL I and MOL II materials on the tenth day of the entire surface of the mole has been overgrown with white threads, and smells of tape. Fermentation of MOL I and MOL II materials on the tenth day of the entire surface of the mole has been overgrown with white threads, and smells of tape. While the results of microorganisms identification on bioactivator in combination of MOL I there are 4 types of bacteria, namely Clavibacter, Agrobacterium, Clostridium, Pseudomonas berfluorescens, while for MOL II there are 3 types of Pterudomonas fluorescens, Erwinia and Clavibacter



Keywords


Bioactivator; local microorganism; waste of fruit; banana hump

Full Text:

PDF

References


Alexander. NSS. 1977. Introduksi to Soil Microbiology Jhon Wiley and Sons, I nc Publisher New York end London

Adegbite A.A and Adesiyan S.O,2005. Root Extracts of Plants to Control Root-Knot Nematode on Edible Soybean.Obafemi Awolowo University. Nigeria. World Journal of Agricultural Sciences 1 (1): 1821, 2005. ISSN 1817-3047.

Buckle K A., Edwards R.A., Fleet G.H. & Wooton M.. 1986. Ilmu Pangan. Terjemahan: H.Purnomo & Adiono. Univ. Indonesia Press. Jakarta.

Budiyanto. 2002. Mikrobiologi Terapan. Universitas Muhammadiyah. Malang.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.2011. Peran dan Pemanfaatan Mikroorganisme (MOL) Mendukung Pertanian Organik. Buletin No. 5. 2011. Sulawesi Selatan.

Bengogo Ole, M.B. 2013. Penggunaan Mikroorganisme Bonggol Pisang ( Musa faradisiaca) Sebagai Dekomposer Sampah Organik. Fakultas Teknobiologo. Universitas Atmajaya. Yogyakarta.

Core, E,L, 1955. Inggris Book, Illustrated. Plant Taxonomy. Englewood Cliffs, NJ: PrenticeHall, Inc. Nem York.

CRC Weed Management of Australian and Common wealth Department of the Environment and Heritage. 2003. Alert List For Environmental Weeds-Weed Management Guide

Chromolaena odorata. Australia. ISBN 1-3

Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Malang.

Damanik, J. 2009. Pengaruh Pupuk Hijau Krinyu (Chromolaena odorata L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. www. repository.

usu.ac.id. Diakses 29 April 2016.

Djuarnani, N., Kristian, Setiawan, B. S. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Djuarnani, N., Kristian, B.S., Setiawan. 2009. Cara Tepat Membuat Kompos. Agromedia Pustak. Jakarta.

Duaja, MD, Mukhsin, Risnauli Sijabat. 2013. Analisis Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Buncis (Phaseolus vulgaris l.) pada Perbedaan Jenis Pupuk Organik Cair . Jurnal Unja vol.2 No.1 Januari – Maret 2013. www.online. journal.unja.ac.id. Diakses tanggal 29 April 2016.

Darsono. 2011. Pembuatan Bioaktivator. www. Jogjatani.com. Diakses 24 September 2012.

Felicien A, Alain AG, Sebastien D, Fidele T, Boniface Y, Chantal M. 2012. Chemical Composition and Biological Activities of The Essential Oil Extracted From The Fresh Leaves OfChromolaena odorata. (L. Robinson) Growing in Benin. International Science Congress Assosiation (ISCA).

Gerardi. M.H. 2003. The mickrobiology of anaerobic Digester. New Jersey. Jhon Wiley and Sons Inc. Hoboken.

Isnaini. 2006. Pertanian Organik. Kreasi Kencana. Yogyakarta

Indriani, Y.H. 2012. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Johnson. K.A dan Yokoyama MT. 1983. Mikrobiology Of The Rumen And Intestinc In Church (ed) The riminan Animal. Waveland Press. Inc. Englewood. Clipps.

Jawetz, , 1995, Mikrobiologi Kedokteran,, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Kurnia, K.P dan I.NP. Aryantha. 2003. Studi Patogenitas Bakteri Entamopathogenik Lokal pada Larva Hyposidra Talaca Wlf dan Optmasi Medium Pertumbuhannya. Seminar Bulanan Bioteknologi. PPAU Bioteknologi ITB. 15 September 2004. Bandung.

Murbandono, L. 2007. Membuat Kompos. Penebar Swadaya. Jakarta.

Muntoya. 1994. Menuju Pertanian Alami dengan Teknologi Effective Microorganisms. Tumbuh :24 – 26, Jakarta.

Manullang, RM dan Rusmini. 2015. Empty recemus of oil palm as source of organic fertilizer With bio-activator on soybean plants. Global Journal of Agricultural Research Vol.3, No.2, pp.1-12, June 2015.

Nasution, U. 1986. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet Sumatera Utara dan Aceh. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Tanjung Morawa (P4TM)

Nurahmi, E, T. Mahmud, dan Sylvia Rossiana S. 2011. Efektivitas Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah.

Jurnal Floratek 6: 158 – 164. www. jurnal. unsyah.ac.id. Diakses tanggal 7 Mei 2016

Purwasamita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal sebagai Pemicu Siklus Kehidupan dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia. 19- 20 Oktober 2009.

Purwanti, Y. 2014. Respon Tanaman Cabai terhadap Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Kandang dan Infestasi Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita

Rao . NSS. 1994.. Mikroorganisma Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Susilo H Penterjemah. Universitas Indonesia. Press. Jakarta Terjemah dari Soil Mikroorganisme and Plant Growt.

Rusmini dan Nurlaila. 2012. Pemanfaatan Beberapa Limbah Organik dengan Bioaktivator Sebagai Pupuk Cair pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kenaf. Laporan Hasil Penelitian Hibah Bersaing. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Rusmini, Manullang, RM dan Daryono. 2017. Development of Shrimp shells-Based Compost and Plant based Pesticide Using

Bio Activators From Golden and Their Effects on The Kenaf Plant growth and Pest Populatoin. Nusantara Bioscience. Isea Journal Of Biological Sciences. Nusantara Biosci/Vol 9/No 3/

Stoffella, Peter J dan Kahn, Brian A. 2001. Compost utilization in horticultural croppng system. CRC. Press LLC. Florida Susanto, R. 2002. Pertanian Organik. Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Saraswati. RE, Sentosa E dan Yuniarti. 2006. Organisme Perombak Bahann Organik di dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Suwahyono, 2011. Petunjuk Penggunaan Praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif dan Efisien. Penebar Swadaya. Jakarta.

Syamsiah, M dan Badriman, A.B. 2012. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Caisim Terhadap Waktu Aplikasi MOL dari Keong Mas. Universitas Suryakancana Cianjur.

Yulin. A.S, Suhastyo. A.A, Iswandi. A, Dwi A.S. 2013. Studies Of Microbiologi ad Chemical Properties OF The Lokal Mikroorganims (MOL) Used In Rice Forming.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i3.4793

Article Metrics

Abstract view : 11554 times
PDF - 15811 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.