PENGARUH CURAHAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PETANI HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT The Effect of Labor Allocation on incomes of private forest famers In Tasikmalaya Regency, West Java

Dian Diniyati, Budiman Achmad

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi curahan tenaga kerja pada berbagai usaha yang dilakukan petani dan pengaruhnya terhadap pendapatan dari usaha hutan rakyat. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga desa, Kabupaten Tasikmalaya yaitu Sepatnunggal, Karyabakti dan Tanjungkerta pada bulan Maret – Juli 2011. Penelitian ini melibatkan 60 responden petani hutan rakyat yang dipilih secara sengaja dengan kriteria bahwa sumber pendapatan keluarga berasal dari hutan rakyat yang dikelola secara agroforestry dan usaha lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawacara menggunakan kuisioner. Untuk mengetahui besarnya curahan tenaga kerja digunakan ukuran setara jam kerja pria, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara curahan tenaga kerja petani dengan pendapatan keluarga digunakan analisis regresi linear berganda. Hasil kajian menunjukkan bahwa total curahan tenaga kerja petani pada usaha hutan rakyat berturut turut yaitu 175,75 HOK (Desa Karyabakti), 127,12 HOK (Desa Tanjungkerta) dan 91,54 HOK (Desa Sepatnunggal). Pengaruh curahan tenaga kerja terhadap total pendapatan besarnya bervariasi mulai dari kategori sangat rendah yaitu di Desa Karyabakti, kategori rendah di Desa Tanjungkerta sampai dengan kategori sedang di Desa Sepatnunggal. 

Kata kunci: Jenis usaha; hutan rakyat; pendapatan; curahan tenaga kerja

The purpose of the research was to identify the distribution of labor allocation and to determine their effects to income from private forest business. The study was carried out at three villages of Tasikmalaya district, namely Sepatnunggal, Karyabakti and Tanjungkerta from March to July 2011. Total respondents involved in this study was 60 purposively selected farmers. Data were collected by performing interview supported by questionnaires. An equivalently male working time and a multiple linear regression were performed to identify the labor allocation and the correlation between labor allocations and incomes respectively. The result showed that the highest labour allocation to the forest business was found at Karyabakti amounting of 175.75 HOK, to the paddy field business was found at Tanjungkerta amounting of 109.5 HOK, to the service business was found at Sepatnunggal amounting of 140.12 HOK and to the other business was found at Karyabakti amounting of 52.23 HOK. The effect of labor allocation to the total incomes of farmers varied from very low, low and medium categories occurred at Karyabakti, Tanjungkerta and Sepatnunggal respectively. Among business carried out by farmers, service sector gave the highest income contribution amounting of 59.30% at Sepatnunggal, 55.76% at Karyabakti and 48.05% at Tanjungkerta.

 


Keywords


: type of farming business; income; labor allocation; correlation between labor allocations with incomes

Full Text:

PDF

References


Achmad, B., R. Purwanto, S. Sabarnurdin dan Sumardi. 2015. Tingkat Pendapatan dan Curahan Tenaga Kerja pada Hutan Rakyat di Kabupaten Ciamis. Jurnal Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 tahun 2015.

Cahyono, SA., NP. Nugroho, dan NA. Jariyah. 2008. Tinjauan Faktor Kelayakan, Keuntungan, dan Kesinambungan Pada Pengembangan

Hutan Rakyat (Feasibility, Profitability, and Sustainability Factors in Developing Private Forest). Info Sosial Ekonomi : Volume 5 No.2 ; Hlm 99-107 , 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya dan Ekonomi Kehutanan. Badan Penelitian dan

Pengembangan Kehutanan.Departemen Kehutanan. Bogor

Daniel, A. Hamid & A.Suyatno. 2014. Pengaruh Curahan Tenaga Kerja Petani Terhadap Pendapatan Keluarga Di Desa Tekalong

Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian. Vol. 3 No 1. April 2014. Universitas Tanjungpura Pontianak. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jspp/article/view/4090. Diakses pada tanggal 2 Maret 2016.

Diniyati, D. 2016. Analisis Perbandingan Pendapatan Dari Usaha Hutan Rakyat Dengan Usaha Padi Sawah. Prosiding Seminar nasional Agroforestry 2015 tanggal 19 Nopember2015 di Bandung, hlm. 30 -35. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, World Agroforestry Centre (ICRAF), Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti, Masyarakat Agroforestry Indonesia dan Perum Perhutani, Ciamis.

Fauziyah, E., D. Diniyati dan TS. Widyaningsih. 2014. Curahan Waktu Kerja sebagai Indikator Keberhasilan Pengelolaan Hutan Rakyat “Wanafarma” di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Working Time Allocation as success Indicator of Wanafarma Private Forest Management in Majenang Sub District, Cilacap District. Jurnal Penelitian Hutan Vol. 11 No. 1, April 2014. Hlm 5363. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Bogor.

Ichwandi, I. 2001. Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Usaha Kehutanan Masyarakat: Studi Kasus di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Dalam Resiliensi Kehutanan Masyarakat di Indonesia. Editor Dudung Darusman. Debut Press. Yogyakarta

Kabupaten Tasikmalaya. 2015. Profil Daerah. Website: http://www.jabarprov.go.id/index. php/pages/id/1046. Diakses pada tanggal 2 Maret 2016.

Khan M, Saima A, Hafiz ZM, dan Kashif M., 2013. Analysing Skills, Education and Wages in Faisalabad: Implications for Labour Market. Procedia Economics and Finance 5 ( 2013 ) 423 – 432. http:// ac.els-cdn.com/S2212567113000506/1s2.0-S2212567113000506-main. pdf?_tid=469b8d68-843f-11e5ab2f00000aab0f01&acdnat=1446784480_b600e5a190fe4e59e93f09d5c6744e5c diakses tanggal 6 Nopember 2015

Madina, SA., B. Mahludin & A. Rauf. 2015. Curahan Waktu Kerja Petani Pada Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Jurnal. Skripsi. website : http://siat.ung.ac.id/ files/wisuda/2015-1-1-54201-614411069abstraksi-27072015020315.pdf. diakses pada tanggal 16 maret 2016.

Misbahuddin dan I. Hasan. 2013. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Edisi Ke-2. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Omotoso, K.O and Olufemi, B.O., 2016. Does household technology influence female labour force participation in Nigeria?. Technology in Society, vol 45, pp 78-82. http:// ac.elscdn.com/S0160791X16000130/1s2.0-S0160791X16000130-main.pdf?_ tid=64c70406-0dc5-11e6-b565-00000aab0 f6c&acdnat=1461905393_9e6a4804596f2 387d8a21089a8455df7 diakses tanggal 29 April 2016

Pujianto E. 2008. Analisis Penyerapan Dan Curahan Tenaga Kerja Keluarga Pada Usaha Peternakan Domba (Studi Kasus Di Desa

Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Desa Cigudeg Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Skripsi. Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Tidak Diterbitkan

Riddell W.C and Xueda Song, 2012. The Role of Education in Technology Use and Adoption : Evidence from the Canadian Workplace and Employee Survey. Discussin Paper No 6377. IZZA. http://ftp.iza.org/dp6377.pdf. 10 September 2014 (10.25)

Saraswati Y dan Dharmawan AH. 2014. Resiliensi Nafkah Rumah Tangga Petani Hutan Rakyat di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaaan. Vol. 02. No.01. April 2014. Hlm 63 – 75. Diakses pada tanggal 13 Januari 2015. https://www ejournal.skpm.ipb.ac.id/index.php/sodality/ article/download/332/272.

Septiasari IM., IKS Diarta., RK Dewi. 2013. Perbandingan antara Pendapatan Rumah Tangga Petani di subak Daerah Pariwisata dan Non Pariwisata. E-Jurnal Agribisnis dan agrowisata. ISSN:23016523. Vol.2, N0.4, Oktober 2013. http://ojs.unud.ac.id/index. php/JAA. Diakses pada tanggal 18 Mei 2015.

Simanjuntak, T. 2007. Analisis Curahan Tenaga Kerja Dan Pendapatan Petani Dafed Pada Usahatani Padi Sawah. (Studi Kasus : Desa Karang anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun). Skripsi. Departemen Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. Tidak Diterbitkan

Sugiarto. 2008. Analisis Pendapatan, Pola Konsumsi dan Kesejahteraan Petani Padi pada Basis Agroekosistem Lahan Sawah Irigasi di Perdesaan. Seminar Nasional. Dinamika Pembangunan Pertanian dan Perdesaan: Tantangan dan Peluang Bagi Peningkatan Kesejahteraan Petani. Bogor, 19 Nopember 2008. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v5i3.4795

Article Metrics

Abstract view : 66 times
PDF - 194 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License