APLIKASI ASAM HUMAT DAN MIKORIZA UNTUK PERTUMBUHAN SEMAI MERBAU(Instia bijuga)

Ida Lestari, Melya Riniarti, Duryat Duryat

Abstract


Kondisi lahan yang kritis merupakan masalah yang banyak ditemukan dalam upaya pengembangan hutan tanaman.Permasalahan ini dapat ditangani dengan menggunakan bahan bahan pembenah tanah yang alami seperti mikoriza dan asam humat.Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penambahan mikoriza jenis Scleroderma sp dan asam humat terhadap pertumbuhan semai Merbau.Penelitian ini diacak menggunakansusunan RAL Faktorial, yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi asam humat dan dosis Scleroderma sp. Dosis Scleroderma sp yang digunakan sebanyak  0 ml dan 20 ml, sedangkan konsentrasi asam humat yang digunakan sebanyak 0 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm dan 2500ppm. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan.Penelitian ini menunjukkan pengaruh aplikasi asam humat yang  secara nyata meningkatkan tinggi, diameter, dan berat kering total semai merbau. Inokulasi mikoriza secara nyata meningkatkan diameter dan berat kering total.Sedangkan interaksi asam humat dan mikoriza secara nyata meningkatkan persen kolonisasi, luas daun, berat kering pucuk, dan panjang akar.Penambahan asam humat 2000 ppm dan mikoriza 20 ml memberikan nilai terbaik untuk pertumbuhan semai merbau dan kolonisasi mikoriza.


Keywords


asam humat; Intsia bijuga; merbau; mikoriza

Full Text:

PDF

References


Amina, S., Yusran dan Irmasari. 2014. Pengaruh dua spesies fungi mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan dan ketahanan semai kemiri (Aleurites moluccana Willd) pada cekaman kekeringan. Warta Rimba. 2 (1) : 96-104.

Blanco, H., Canqui dan Lal, R. 2007. Soil structure and organic carbon relationships following 10 years of wheat straw management in no till. Soil and Tillage Research I. 95 (1-2) : 240-254.

Brundrett,M., Bougher, N., Dell., Grove, T dan Malajczuk, N. 1996. Working with Mycorrhiza in Forestry and Agriculture.Canberra :Australian Centre for International Agricultural Research.

Budi, S. W. 2012. Pengaruh strerilisasi media dan dosis inokulum terhadap pembentukan ektomikoriza dan pertumbuhan Shorea selanicaBlume. Jurnal Silvikultur Tropika. 3 (7) : 77-78.

Darwo., Setiadi, Y dan Santoso, E. 2006. Aplikasi endomikoriza, pupuk kompos, dan asam humat dalam meningkatkan pertumbuhan Khaya anthoteca Dx. pada lahan pasca penambangan batu gamping di Cileungsi – Bogor.Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 3(2) : 195-207.

Goenadi, D. H and I. Mariska. 1995. Shot Initiation and Growth Enchanment by Humic Acid in Tissue Culture of some Crops Species. Plant Cell Rep. 15: 59-62

Humika. 2010. Asam Humat. 0nline. (http://www.humika.co.id/id/asam-humat.php. Diunduh 07 Januari 2018).

Husna, Tuheteru F. D. dan Asrianti A. 2017. Arbuscular mycorrhizal fungi and plant growth on serpentine soil. Jurnal Springer Nature Singapore.DOI 10.1007/978-981-10-4115-0_12 : 296-299

Ihdariyanti, M.A. 2011. Pengaruh Asam Humat dan Cara Pemberiannya Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Padi.Bogor : IPB.

Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan. Jakarta :Bumi Aksara.

Irianto, R. S. B. 2009. Inokulasi Ganda Glomus sp. dan Pisolithus arrhizus Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Eucalyptus pellita F.Muell.Jurnal Penlitian Hutan dan Konservasi Alam. 6(2) : 161-165.

Jannah, H. 2011. Respon tanaman kedelai terhadap asosiasi fungi mikoriza arbuskular di lahan kering. Jurnal Ganec Swara. 5 (2) : 28—31.

Karti, P.D.M.H., Budi, S.W dan Mardatin, F. 2009. Optimalisasi kerja mycofer dengan augmentasi mikroorganisme tanah potensial dan asam humat untuk rehabilitasi lahan marginal dan terdegradasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 14(2) : 118-131.

Mansur, I. 2013. Teknik SilvikulturUntuk Reklamasi Lahan Bekas Tambang.Bogor :SEAMEO BIOTROP.

Masria. 2015. Peranan mikoriza vesikular arbuskular (MVA) untuk meningkatkan resistensi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan ketersediaan P pada lahan kering. Jurnal Partner. 15 (1) : 48-56.

Manuhara, P.D.K dan Setiadi, Y. 2011.Respon pertumbuhan, produksi dan kualitas rumput terhadap penambahan fungi mikoriza arbuskula dan asam humat pada tanah masam dengan aluminium tinggi.JITV.16(2) : 105-112.

Naemah, D. 2009. Peningkatan kualitas pertumbuhan jenis-jenis tanaman kehutanan dengan pemanfaatan mikroflora dan fauna tanah.Jurnal Hutan Tropis Borneo. (26) : 152 – 159

Nugroho, J.D. 2010. Peran mikoriza dalam regenerasi pohon merbau (I.bijuga) asal Papua.Bogor : IPB.

Prayudyaningsih, R dan Sari, R. 2016. Aplikasi fungi mikoriza arbuskula (fma) dan kompos untuk meningkatkan pertumbuhan semai jati (Tectona grandis linn.f.) pada media tanah bekas tambang kapur. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 5(1) : 37-46.

Riniarti, M. 2002. Perkembangan kolonisasi ektomikoriza dan pertumbuhan semai Dipterocarpaceae dengan pemberian asam oksalat dan asam humat serta inokulasi ektomikoriza. Skripsi tidak di publikasikan. Bogor : IPB.

Riniarti, M. 2010. Dinamika Kolonisasi Tiga Fungi Ektomikoriza Sclerodermaspp.dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Tanaman Inang. Bogor :Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor

Ristiyanti, Yusran dan Rahmawati. 2014. Pengaruh beberapa spesies fungi mikoriza arbuskular pada media tanah dengan pH berbeda pada pertumbuhan semai kemiri. Jurnal Warta Rimba. 2(2): 117-124.

Santoso, E., Turjaman, M., dan Irianto, R. 2007.Aplikasi Mikoriza untuk Meningkatkan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Terdegradasi.Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian. Padang. 10 halaman.

Tan, K.H. 2014. Humic Matter in Soil and Environment, Principles and Controversies Second Edition. New York :CRC Press.

Tokede, M. J., Mambai, B.V., Pangkali, L.B dan Mardiyadi, Z. 2013. Kayu Merbau. Jenis Niagawi. Papua :WWF.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v7i3.7510

Article Metrics

Abstract view : 1443 times
PDF - 1126 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License