SIKAP MASYARAKAT TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENJADI AREAL PERTAMBANGAN BATU

Tsabita Naqiyya, Hari Kaskoyo, Rommy Qurniati

Abstract


Global warming is a problem that must be faced by living things. To reduce global warming by providing Green Open Space (GOS). GOS in the city of Bandar Lampung has experienced a broad decline due to the rampant land conversion as happened at Bukit Sukamenanti, due to the existence of rock mining. The purpose of this study was to determine the attitudes of the community, the relationship between the level of knowledge and attitudes and willingness to pay the community to maintain open green space. The sampling method used was simple random sampling with a total of 93 respondents consisting of 35 miners and 58 non-miners. Data collection uses observation, interview and literature studies. Data analysis using quantitative descriptive analysis techniques. The results of the study is the attitude of the community refused to change land use as much as 66.5%. The level of knowledge has a very significant positive relationship to the attitude of the non mining community, but has a non-significant negative relationship between the level of knowledge and the attitude of the mining community. The higher the level of knowledge the community is not the miner, the more positive his attitude will be. But for the mining community, even though they have a high level of knowledge, they do not have an influence on attitudes because of the economic needs that must be met from mining. Total value of willingness to pay the community to maintain green open space is IDR 89.185.648/month.

Keywords


land use change; global warming; mining; attitude

Full Text:

PDF

References


Arief, I.Q. 2015. Profil penambang batu Bukit Sukamenanti di Kelurahan Sukamenanti Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2015. J. Penelitian Geografi. (Online). 4 (2) : 1-16. (http://id.portalgaruda.org/, diakses 2 Juni 2018 ).

Darwin., Zainal, S. dan Herawatiningsih, R. 2016. Sikap masyarakat terhadap aktifitas pertambangan emas tanpa izin di sekitar kawasan hutan Pematang Gadung Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. J. Hutan Lestari. (Online). 4(4) : 486-495. (http:// ://jurnal.untan.ac.id/, diakses 3 Juli 2018).

Dhaniswara, M. 2014. Analisis Willingness To Pay menuju pelestarian ekosistem wisata bahari Karimunjawa, Jawa Tengah. Skripsi. Semarang : Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro. 95 hlm.

Harianja, A. dan Sukmana, A. 2014. Korelasi pertambangan emas tradisional terhadap keadaan sosial ekonomi masyarakat : kasus di Kabupaten Madina (Sumut). Prosiding ekspos hasil penelitian. (Online). 1-7. (http://researchgate.net/, diakses 20 September 2018).

Hasiani, P. 2013. Analisis kesediaan membayar WTP (Willingnes To Pay) dalam upaya pengelolaan objek wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat. J. Hutan Lestari. (Online). 1(1) : 1-10. (http://jurnal.untan.ac.id/, diakses pada 6 November 2018).

Irawan, A., Iwanuddin., Halawane, J.E. dan Ekawati, S. 2017. Analisis persepsi dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan kawasan KPHP Model Poigar. J. Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. (Online). 14(1) : 71-82. (http://researchgate.net/, diakses 22 September 2018).

Masria., Golar. dan Ihsan, M. 2015. Persepsi dan sikap masyarakat lokal terhadap hutan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. J. Warta Rimba. (Online). 3(2) : 57-64. (http://jurnal.untad.ac.id/, diakses 20 Juli 2018).

Nababan, E.J.K., Qurniaty, R. dan Kustanti, A. 2016. Modal sosial pada pengelolaan dan pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. J. Sylva Lestari. (Online). 4(2) : 89-100. (http://jurnal.fp.unila.ac.id/, diakses pada 28 Oktober 2018).

Napitupulu, D.F., Asdak, C. dan Budiono. 2013. Mekanisme imbal jasa lingkungan di sub-das Cikapundung (Studi kasus pada Desa Cikole dan Desa Suntenjaya Kabupaten Bandung Barat). J. Ilmu Lingkungan (Online). 11(2) : 73-83. (http://ejournal.undip.ac.id/, diakses 20 Jul 2018).

Nurhanafi, I., Purnaweni, H. danHidayat, Z. 2016. Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Semarang. J. Of Public Policy and Management Review. (Online). 5(2) : 857-872. (http ://ejournal3.undip.ac.id/, diakses 2 Juli 2018).

Pradana, B.E. 2017. Penegakan hukum terhadap pertambangan batu breksi ilegal di Kabupaten Bantul. J.uajy. (Online). 17 hlm. (http://e-journal.uajy.ac.id/, diakses 12 September 2018).

Prasada, I.D.N.I., Astiti, N.W.S. dan Handayani, M.T. 2016. Perilaku masyarakat dalam pemeliharaan hutan lindung di Banjar Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. J. agribisnis dan agrowisata. (Online. 5(1) : 1-10. (http://id.[portalgaruda.org/, diakses 26 Oktober 2018).

Purwanti, E. dan Rohayati, E. 2014. Pengaruh jumlah tanggungan keluarga, pendapatan, terhadap partisipasi kerja tenaga kerja wanita pada industri kerupuk kedelai di Tuntang. Kabupaten Semarang. J. ilmiah among makarti. (Online). 7 (13) : 1-11. (http://jurnal.stieama.ac.id/, diakses 20 Oktober 2018).

Rachdian, A. 2015. Identifikasi perubahan jasa lingkungan dengan menggunakan penginderaan jauh dari sistem informasi geografis di Bogor. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 49 hlm.

Satriana, N., Yarmaidi. dan Miswar, D. 2015. Analisis perubahan penggunaan lahan RTH publik Kota Bandar Lampung tahun 2009-2015. J. Penelitian Geografi. (Online). 3(2) : 1-12. (http://id.portalgaruda.org/, diakses 2 Juli 2018 ).

Setiawan, A. dan Hermana, J. 2013. Analisa kecukupan ruang terbuka hijau berdasarkan penyerapan emisi CO2 dan pemenuhan kebutuhan oksigen di Kota Probolinggo. J. Teknik Pomits. (Online). 2(2) : 171-174. (http://ejurnal.its.ac.id/, diakses 10 Juli 2018).

Setiawan, G., Syaufina, L. dan Puspaningsih, N. 2015. Estimasi hilangnya cadangan karbon dari perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Bogor. J Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. (Online). 5(2) : 141-147. (http://journal.ipb.ac.id/, diakses 10 Juli 2018).

Sudjarmoko, B., Hasibuan, A.M. dan Samsudin, 2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar petani membiayai teknologi pengendalian hama pengisap pucuk dan penyakit cacar daun teh. J. TIDP. (Online). 2(1) : 21-28. (http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/, diakses 28 Agustus 2018).

Sugiyono. 2011. Metode penelitian kuantitatif kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. 334 hlm.

Sulistyorini, I. S., Edwin, M. dan Asti, W. 2015. Analisis kecukupan ruang terbuka hijau di Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. J. Hutan Tropis. (Online). 3(1): 1-7. (http://ppjp.unlam.ac.id/, diakses 10 Agustus 2018).

Surati. 2014. Analisis sikapdan perilaku masyarakat terhadap hutan penelitian Parung Panjang. J. Penelitian sosial dan ekonomi kehutanan. (online).11(4) : 339-347. (http://media.neliti.com/, diakses 7 November 2018).

Suryadi, A., Zainal, S. dan Muin, S. 2015. Sikap masyarakat Desa Sungai Nilam terhadap penebangan kayu tanpa izin (Studi kasus di Desa Sungai Nilam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. J. Hutan Lestari. (Online). 4(2) : 250-257. (http://jurnal.untan.ac.id/, diakses 5 November 2018).

Tampubolon, B.I. 2011. Analisis willingness to accept masyarakat akibat eksternalitas negatif kegiatan penambangan batu gamping. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 112 hlm.

Yanti, F. 2016. Kualitas RTH publik di Kota Bandar Lampung (Studi kasus Lapangan Merah dan Pasar Seni, Lapangan Kalpataru dan Embung Sukarame/Taman Kota). Thesis. Bandar Lampung : Universitas Lampung. 69 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v8i1.8162

Article Metrics

Abstract view : 1900 times
PDF - 1172 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Hutan Tropis Indexed by :

    

 

Jurnal Hutan Tropis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License