SISTEM PERTANIAN PERLADANGAN TEBAS BAKAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA WILAYAH BERCURAH HUJAN ERATIK DI TIMOR BARAT

Max J. Kapa, Totok Gunawan, Su Rito Hardoyo

Abstract


Pembangunan pertanian yang selama ini terlalu mengedepankan aspek teknis dan kurang memberikan perhatian terhadap aspek sosial-budaya ternyata memberikan hasil yang belum sampai pada sebagaimana yang diharapkan. Perladangan tebas bakar dengan menggunakan pendekatan teknis dipandang negativf, oleh karena itu diupayakan untuk dihilangkan, ternyata masih terus dilakukan petani sampai saat ini. Menyadari hal ini maka dipandang perlu merancang model pengelolaan system pertanian yang dapat mengadopsi pengetahuan lokal yang melandasi kegiatan perladangan tebas bakar untuk meningkatkan keberterimaan aspek teknis yang diintroduksi. Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan identifikasi pengetahuan lokal, penentuan pengetahuan lokal sebagai komponen model, serta perancangan dan penggalangan kesepakatan pelaksanaan model.

 

Kata Kunci: Perladangan tebas bakar, curah hujan eratik, pengetahuan lokal, Timor Barat


Full Text:

PDF

References


Antweiler, C., 2004. Local knowledge theory and methods: An urban model from Indonesia. In: Investigating Local Knowledge: New Directions, New Approaches. Pp. 1-34. A. Bicker, P. Sillitoe, & J. Pottier (eds.). Ashgate: Hants (England).

Ataupah, H., 1991. Adaptasi Orang Meto terhadap Lahan Kering di Timor Barat. Disertaasi Doktor Antropologi Ekologi. Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta.

Conway, G.R., 1993. Sustainable agriculture: The trade-off with productivity, stability, and equitability. In: Economics and Ecology: New Frontiers and Sustainable Development. pp. 46-65. E.B. Barbier (ed). New York: Chapman & Hall.

Crippen International. (1980). Timor island water resources development study, Final Report, Vol. 11: Agronomy (Section 11.1.0-11.11.0). Ottawa and Jakarta: Canadian International Development Agency and Directorate General of Water Resources Development, Ministry of Public Works.

Kapa, M.J., & J.E.R. Markus, 2004. Inventarisasi dan Identifikasi Jenis Bahan Pangan Alternatif di Daerah Rawan Banjir Wialyah Hilir DAS Benenain. Penelitian Dosen Muda Luaran Sibermas. LPM Undana, Kupang.

Kapa, M.J., & I W. Mudita 2009. Karakteristik Agroekosistem Perladangan Tebas Bakar di Wilayah Beriklim Kering. Laporan Penelitian Mandiri. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana: Kupang.

Monk, K. A., de Fretes, Y., & Reksodihardjo-Lilley, G. (1997). The ecology of Nusa Tenggara and Maluku (Vol. The Ecology of Indonesia Series). Hong Kong: Periplus.

Mudita, I. W., & R.L. Natonis, 2008. Identification of social capital for understanding and raising plant biosecurity awareness, knowledge, and actions in Kupang District, East Nusa Tenggara Province. Kritis-Learning Communities , Special Co-publication, 209-227.

Mudita, I.W., I N.P. Soetedjo., Z. Naraheda., F. Kia Duan, U. Aspatria., H. Ataupah., & Y.E. Jelahut, 2001. Studi Aspek Lingkungan Perubahan Fungsi Cagar Alam Gunung Mutis dalam Wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan Menjadi Bagian dari Kawasan Taman Nasional. Kerjasama Bagian LH Setda Kabupaten TTS dan PPLHSA Lembaga Penelitian Undana, PPLHSA Lemlit Undana, Kupang.

Mudita, I W., M.T. Surayasa, & U. Aspatria, 2009. Pengembangan Model Pengelolaan Ketahanan Hayati Penyimpanan Jagung Berbasis Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Wilayah Beriklim Kering. Laporan Penelitian Program Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional. Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana, Kupang

Pemerintah Provinsi NTT, 2008. Strategi Pengembangan Komoditi Jagung di Nusa Tenggara Timur Tahun 2008. Pemerintah Provinsi NTT, Kupang.

Pollini, J. 2009. Agroforestry and the search for alternatives to slash-and-burn cultivation: From technological optimism to a political economy of deforestation. Agriculture, Ecosystems and Environment 133:48–60. doi:10.1016/j.agee.2009.05.002

Rerkasem, K., D. Lawrence, C. Padoch, D. Schmidt-Vogt, A.D. Ziegler, & T.B. Bruun, 2009. Consequences of Swidden Transitions for Crop and Fallow Biodiversity in Southeast Asia. Hum Ecol 37:347–360.

Taylor, S., 2004. The INGO, the project, and the investigation of indigenous knowledge: The case of Non-Timber Forest Product (NTFP). In: Investigating Local Knowledge: New Directions, New Approaches. Pp. 129-148. A. Bicker, P. Sillitoe, & J. Pottier (eds.). Ashgate: Hants (England).

Tomich, T.P., Cattanao, A., Chater, S., Geist, H.J., Gockowski, J.A., Kaimovitz, D., Lambin, E.F., Lewis, J., Ndoye, O., Palm, C.A., Stolle, F., Sunderlin, W.D., Valentim, J.F., van Noordwijk, M., Vosti, S.A., 2005. Balancing agricultural development and environmental objectives: assessing tradeoffs in the humid tropics. In: Slash-and-Burn Agriculture: The Search for Alternatives, pp. 415–440, Palm, C.A., Vosti, S.A., Sanchez, P.A., Ericksen, P.J. (Eds). Columbia University Press, New York.

Vayda, A.P. 2009. Explaining human actions and environmental changes. AltaMira Press, Lanham.

Vayda, A.P., I W. Mudita & D. Fina, 2003. Explaining the use of fire in swidden cultivation in West Timor. Report submitted to CIFOR. Center for Studies on the Environment and Natural Resources, Nusa Cendana University, Kupang.

Vosti, S.A., Gockowski, J., Tomich, T.P., 2005. Land use systems at the margins of tropical moist forest: addressing smallholder concerns in Cameroon, Indonesia and Brazil. In: Slash-and-Burn Agriculture: The Search for Alternatives, pp. 387–414, Palm, C.A., Vosti, S.A., Sanchez, P.A., Ericksen, P.J. (Eds.). Columbia University Press, New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jpg.v4i2.3029

Article Metrics

Abstract view : 220 times
PDF - 889 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

              

 

View My Stats

 JPG (Jurnal Pendidkan Geografi) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License