PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP FAKTOR PERMINTAAN SARANA DAN PRASARANA WISATA PASAR TERAPUNG LOKBAINTAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Yulian Firmana Arifin

Abstract


Penelitian ini berjudul “persepsi wisatawan terhadap faktor permintaan sarana dan prasarana wisata pasar terapung Lokbaintan Provinsi Kalimantan Selatan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan terhadap faktor permintaan sarana dan prasarana wisata pasar terapung Lokbaintan Provinsi Kalimantan Selatan.

Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung di pasar terapung Lokbaintan,  Pengambilan sampel untuk pengunjung menggunakan teknik insidental sampling atau teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu pengunjung yang secara kebetulan ditemui  oleh peneliti selama 1 minggu penelitan lapangan Analisis persepsi pengunjung terhadap faktor penawaran dan permintaan wisata menggunakan Skala Likert

Berdasarkan hasil penelitian tentang persepsi pengunjung terhadap permintaan sarana dan prasarana wisata pasar terapung dapat disimpulkan bahwa sikap pengunjung  rata – rata sangat setuju (SS) dan setuju (S)  terhadap adanya pembangunan jalan, pembangunan rambu penunjuk jalan, penyediaan angkutan umum, pembangunan sungai seperti rumah lanting dll, pembangunan rambu-rambu transportasi sungai, pembangunan sarana air bersih, pembangunan pos keamanan,  pembangunan area taman di darat, pembangunan wc umum didarat. ketersediaan penginapan pembangunan toko cendramata baik yang dikelola swasta maupun yang dikelola masyarakat.

 

Kata Kunci: persepsi, wisatawan, sarana dan prasarana, pasar terapung


Full Text:

PDF

References


Ardika, I W. (2007) Pusaka Budaya dan Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.

Black,J.C.D., (1999) Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Jakarta:Refika Aditama

Broadbent,E. N., ZambranoA. M. A., dan DirzoR.(2012) The effect of land use change and ecotourism on biodiversity: a case study of Manuel Antonio, Costa Rica, from 1985 to 2008 dalam jurnalLandscape Ecology edisi May 2012, Volume 27, Issue 5, pp 731-744. First online: 21 February 2012.

Choi & Sirakaya, (2005)Measuring Residents` Attitude toward Sustainable Tourism: Development of Sustainable Tourism Attitude Scale.Journal of Travel Research.

Yi-fongC. (2012)The Indigenous Ecotourism and Social Development In Taroko National Park Area and San-Chan Tribe, Taiwan dalam jurnal GeoJournal edisi December 2012, Volume 77, Issue 6, pp 805-815. First online: 24 August 2010.

Eplerwood, M. (1999)Succesfull Ecotourism Bussiness, The Right Approach, Kota Kinibalu Sabah : World Ecotourism and Conference.

Fahrudi,A. (2010) Pemberdayaan dan Partisipasi penguatan kapasitas Masyarakat, Bandung: Humaniora

Fandeli, C. (1999) Pengembangan Ekowisata dengan Paradigma baru Pengelolaan

Fandeli, C. (2001) Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam.Yogyakarta: Liberty.

Frost, W. and Laing, J. (2014) The Future of Nature-Based Tourism in the Asia-Pacific Region. Journal of Travel Research, November 2014 53: 721-732

Hovardas T. &Poirazidis, K. (2006)Evaluation of the Environmentalist Dimension of Ecotourism at the Dadia Forest Reserve (Greece) dalam jurnalEnvironmental Management edisi November 2006, Volume 38, Issue 5, pp 810-822. First online: 23 August 2006.

Koens, J.F., Dieperink, C., dan Miranda, M. (2009) Open Access Ecotourism As A Development Strategy: Experiences From Costa Rica dalam jurnal Environment, Development and Sustainability December 2009, Volume 11, Issue 6, pp 1225-1237. First online: 08 October 2009.

Koentjaraningrat. (1997) Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kreitner, R. &Kinicki, A. (2005) Perilaku Organisasi, buku 1 dan 2, Jakarta : Salemba Empat.

Kotler,P. & KellerK. L. (2008). Manajemen Pemasaran. Jakarta : Indeks

Mill, R. C., MorrisonA. M.(1985)The Tourism System anIntroductory Text, Prentice Hall, Inc, Englewood Cliffs, New Yersey.

Mikkelsen, B. (1999)Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan.Jakarta: Obor Indonesia.

Mihalic (2000)“Environmental Management of a Tourist Destination : a Factor of Tourist Competitiveness”,Tour, Manage, 21 (1), hal. 65-78.

Marpaung H. (2002) Pengetahuan Kepariwisataan, Bandung: Penerbit: Alfabeta

Marpaung, H &Herman, B. (2002). Pengantar Pariwisata. Bandung: Alfabeta

McAlpin, M. (2008)Conservation And Community-Based Development Through Ecotourism In The Temperate Rainforest Of Southern Chile dalam jurnal Policy Sciences edisi March 2008, Volume 41, Issue 1, pp 51-69. First online: 11 December 2007.

Muljadi, A.J. (2009) Kepariwisataaan dan Perjalanan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Norjami, E.(2008) Kearifan Lokal Masyarakat Banjar, (Online), (https://edwinorja.wordpress.com/)

Noviani, R.(2002) Jalan tengah Memahami Iklan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Nugroho, I. &Dahuri, R. (2004)Pembangunan Wilayah- Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan.Pustaka LP3ES. Jakarta.

Nugroho, I., (2011)Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Pipinos G. dan FokialiP. (2009). An Assessment of The Attitudes of The Inhabitants of Northern Karpathos, Greece: Towards A Framework For Ecotourism Development In Environmentally Sensitive Areas. An Ecotourism Framework In Environmentally Sensitive Areas dalam jurnal Environment, Development and Sustainability edisi June 2009, Volume 11, Issue 3, pp 655-675.

PenditN. S. (1999) Wisata Konvensi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Pendit, N.S. (2003)Ilmu Pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Penerbit Pradnya Paramita.

Prawesthi, A. (2013), Planning Model of Religious Cultural Heritage Buildings as a Concept to Intensify the Image of the Region. International Transaction Journal of Engineering, Management, & Applied Sciences & Technologies.a Department of Architecture, Faculty of Engineering, Pancasila University, INDONESIA 251

Pitana, I. G. & DiartaI. K. S. (2009) Pengantar Ilmu Pariwisata.Yogja:Andi Publishing.

Roxana, D.M.(2012) International Journal of Academic Research in Economics and Management Sciences. September 2012, Vol. 1, No. 5. ISSN: 2226-36

SharpleyR. (2000) Tourism and Sustainable Development Exploring the theoretical divice.“ Journal Of Sustainable Tourism”. VIII(1). 2000:1-19

Seaton, A.V. & Bennet.(1996)The Marketing of Tourism Products: Concepts, Issues, and Cases.London: International Thomson Business Press.

Suyitno. (2001) Perencanaan Wisata, Tour Planning. Kanisius

Spillane, J.J. (2002) ekonomi pariwisata sejarah dan prosfeknya. Jakarta:Kanisius.

Sugiyono. (2003) Cet-5. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2003) Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta

Suwantoro,G.(2004) Dasar-Dasar Pariwisata,Yogyakarta: Andi

Siregar, D.D. (2004), Manajemen Aset, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Storey, J.(2007) Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta & Bandung : Jalasutra.

The Internasional Ecotourism Society (2002) Tentang Prinsip-prinsip Ekowisata dalam buku panduan Dasar pelaksanaan ekowisata (2009).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Wardiyanto &Baiquni, M. (2011).Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Penerbit lubuk agung.

Yoeti, O. A. (1997)Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Yoeti, O. A. (2008)Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jpg.v4i4.3806

Article Metrics

Abstract view : 149 times
PDF - 112 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

              

 

View My Stats

 JPG (Jurnal Pendidkan Geografi) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License