PEMETAAN BAHAYA BANJIR DI KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR

Nurlianti Nurlianti, Rosalina Kumalawati, Sidharta Adyatma

Abstract


Penelitian ini berjudul ‘’Pemetaan Bahaya Banjir di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar’’. Tujuan penelitian ini adalah memetakan tingkat bahaya banjir  di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Populasi dalam penelitian ini adalah populasi fisik yang meliputi jumlah Desa dan Jumlah rumah hasil dari interpretasi citra satelit GeoEye dalam bentuk blok bangunan dengan sampel yaitu seluruh blok bangunan dari populasi. Data primer di peroleh melalui GPS, wawancara dan survey lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Kabupaten Banjar Kecamatan Martapura. Teknik analisis yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan empat kelas bahaya yaitu: bahaya tinggi (luas 5.59 km², kepadatan 761 rumah/km2, 4257 rumah/9.06%), bahaya sedang (luas 7.07 km², kepadatan 404 rumah/km2, 2858 rumah/11.46%), bahaya rendah (luas 8.34 km², kepadatan 302 rumah/km2, 2523 rumah/13.51%), tidak bahaya (luas 40.72 km² , kepadatan 744 rumah/km2, 30330 rumah/65.98%).

Kata kunci: Pemetaan, Bahaya, dan Banjir.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Kabupaten Banjar Dalam Angka Tahun 2015. BPS Kabupaten Banjar. (http://banjarkab.bps.go.id, diakses tanggal 22 Februari 2016, jam 09.13 WITA).

Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Statistik Daerah Kecamatan Sungai Pinang Tahun 2015. BPS Kabupaten Banjar. (http://banjarkab.bps.go.id, diakses tanggal 22 Februari 2016, jam 10.00 WITA).

Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka Tahun 2015. BPS Kalimantan Selatan (http://.bps.go.id, diakses tanggal 20 Februari 2016, jam 11.40 WITA).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2011. Indeks Rawan Bencana Indonesia. (http://bnpb.go.id, diakses tanggal 26 Januari 2016, jam 17.10 WITA).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2013. Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI). ISBN: 978-602-70256-0-8. (http://bnpb.go.id, diakses tanggal 09 April 2016, jam 12.00 WITA).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan. 2012. (http://www.ampl.or.id, diakses 10 September 2015, jam 10.12 WITA).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan. 2014. (http://www.mediakalimantan.com, diakses 15 September 2015, jam 13.00 WITA).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan. 2015.

Bacharudin, R., and D. Wirakusumah., 1998. The Role of Geomophology in Volcanic Hazard Mitigation, Apllied in Indonesia, Volcanological Survey of Indonesia, Paper, Remote Sensing and Natural Disaster Symposium, Tsukuba, Japan.

BAKOSURTANAL, 2005. Pengkajian Model Pemetaan RisikoBencana Alam. Yogyakarta: Pusat Studi Bencana (PSBA).

Bafdal, Nurpilihan. Amaru, Kharistya. Pareira, Boy. 2011. Buku Ajar Sistem Informasi Geografis.Bandung: Universitas Padjadjaran. ISBN: 978-602-9234-00-8. (http://pustaka.unpad.ac.id, diakses 2 September 2016, jam 10.10 WITA).

Bhayangkara, Adji, Dewo. 2013. Aplikasi Sistem Informasi Geografis pada Pemetaan Zonasi Kerentatan Banjir. Perpustakaan.upi.edu. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. (http://repository.upi.edu, diakses 2 September 2016, jam 10.00 WITA).

Bonham-Carter, G.F. 2002. Geographic Information Systems for Geoscientists: Modelling with GIS. Computer Methods in The Geosciences, Related Pergamon/Elsevier Science Publications, h. 1–22.

Choirul, Nanang. 2008. Dampak Bencana Banjir Terhadap Potensi Usaha Ekonomi Umkm Di Kabupaten Sitobondo. Jurnal Ilmiah PROGRESSIF, Vol.6. No.16. (http://untagbanyuwangi.ac.id, diakses 15 September 2015, jam 16.30 WITA).

Diposaptono, Subandono. 2001. Bencana Alam (Penekanan Pada Bencana Air). Departemen Kelautan dan Perikanan. (http:// mpbi.org.ac.id, di akses 14 Maret 2016, jam 09.20 WITA).

Eko, 2003 dalam Mahardy, Andi Ikmal, 2014. Analisis dan Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Makassar Berbasis Spatial. Makassar: Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. (http://eprints.ums.ac.id, di akses 14 Sepember 2015, jam 09.00 WITA).

Fitriana, Meita. 2009. Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Dampak di Unit Finish Mill Pt. Semen Gresik (Persero) Tbk. Pabrik Gresik. Laporan Khusus. Fakultas Kedokteran: Universitas Sebelas Maret Surakarta. (http://eprints.uns.ac.id, di akses 20 Maret 2016, jam 11.00 WITA).

Hanapiah, Muhi. Ali. 2011. Pemetaan dan Penentuan Posisi Potrnsi Desa. Jatinangor: Alqaqprint (http://alimuhi.staff.ipdn.ac.id, diakses 1 September 2016, jam 10.30 WITA).

Haryani, Poppy. 2011. Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan dan Perubahan Agraris Pantai di DAS Cipunang dan Sekitarnya, Jawa Barat. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan. Bogor: Fakultas Institut Pertanian. (http://dosen.narotama.ac.id, diakses 1 September 2016, jam 10.40 WITA).

Hendriana, Komang Ika. Yasa, I Gede Adi Saputra. Kesiman, Made Windu Antara. Sunarya, I Made Gede. 2013. Sistem Informasi Geografis Penentuan Wilayah Rawan Banjir di Kabupaten Buleleng. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI). ISSN 2252-9063. Vol.2, No.5. (http://bgl.esdm.go.id, di akses 02 Desember 2015, jam 14.20 WITA).

Hasan, Fuat M. 2013. Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Di Bengawan Jero Kabupaten Lamongan. Jurnal swara bhumi.Vol.03, No.03. Alqaqprint (http://ejournal.unesa.ac.id, diakses 3 September 2016, jam 10.30 WITA).

Hermon, Dedi, 2015. Geografi Bencana Alam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Heryani, Rosma. Paharuddin Arif Samsu. 2013. Nalisis Kerawanan Banjir Berbasisi Spasial Menggunakan Analytical Hierarchy Proces (AHP) Kabupaten Maros. Makassar: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin. (http://repository.unhas.ac.id, diakses 2 Oktober 2015, jam 13.26 WITA).

Idep. 2007. Banjir, Peranan Masyarakat saat terjadi Banjir. Indonesian Development of Education and Permaculture (IDEP), Bali.

Kumalawati, Rosalina. 2015. Pengelolaan Bencana Lahar Gunung Api Merapi. Yogyakarta: Ombak.

Kumalawati, Rosalina. 2015. Pemetaan Daerah Rawan Bencana Lahar Gunung Api Merapi. Yogyakarta: Ombak.

Kumalawati, Rosalina. 2015. Analisis Profil Kependudukan untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah Pemukiman di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional dan PIT IGI XVIII. UNJ: IGI Pusat, UNJ dan BIG.

Kumalawati, Rosalina. 2014. Pengelolaan Daerah Rawan Bencana Lahar Pascaerupsi Gunungapi Merapi 2010 di Kali Putih, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.

Kumalawati, Rosalina. 2015. Pengaruh Penggunaan Tanah terhadap Risiko Banjir berdasarkan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Internasional Pendidikan Berbasis Etnopedagogi. Banjarmasin: Program Studi pendidikan IPS, FKIP UNLAM.

Kumalawati, Rosalina. 2005. Valuasi Ekonomi Risiko Bencana Alam Gerakan Massa dan Erosi terhadap Lahan Pertanian di DAS Tinalah Kulon Progo. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Kumalawati, Rosalina., Rijal, Seftiawan Samsu. 2015. Evaluasi Faktor Penyebab Banjir Berbasis Masyarakat di Daerah Risiko Banjir Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional. Kemandirian Daerah dalam Mitigasi Bencana Menuju Pembangunan Berkelanjutan. Surakarta : Program Studi S2 PKLH FKIP Universitas Sebelas Maret dengan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia.

Kumalawati, Rosalina., Rijal, Seftiawan Samsu. 2015. Evaluasi Pengembangan Wilayah Pemukiman di Daerah Risiko Banjir Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Prosiding Konferensi Nasional III. Inovasi Lingkungan Terbangun “Restorasi Permukiman Desa Kota”. Yogyakarta : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII.

Kumalawati, Rosalina. 2015. Analisis Profil Kependudukan Untuk Evaluasi Pengembangan Wilayah Pemukiman di Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Seminar Nasional dan PIT IGI XVIII: Paradigma Geomaritim. Srategi Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Dalam Maritim Dunia Dalam Perspektif Geografi. Jakarta, 24 Oktober 2015.

Kumalawati, Rosalina., Rijal, Seftiawan Samsu. 2015. Evaluasi Faktor Penyebab Banjir Berbasis Masyarakat Di Daerah Risiko Banjir Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.Seminar Nasional: Kemandirian Daerah Dalam Mitigasi Bencana Menuju Pembangunan Berkelanjutan.

Kumalawati, Rosalina. Rijal, Seftiawan Samsu. 2015. Evaluasi Pengembangan Wilayah Pemukiman Di Daerah Risiko Banjir Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Seminar Nasional: Kemandirian Daerah Dalam Mitigasi Bencana Menuju Pembangunan Berkelanjutan.

Kumalawati, Rosalina. Seftiawan, S Rijal. Junun, Sartohadi. Rijanta. 2010. Pemetaan Risiko Permukiman Akibat Banjir Lahar di Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Bunga Rampai Penginderaan Jauh Indonesia 2012. Bandung: Pusat Penginderaan Jauh.

Kumalawati, Rosalina. Junun, Sartohadi. Norma, Yuni Kartika. Seftiawan ,S rijal. 2010. Pemetaan Tingkat Risiko Banjir Lahar Di Sub-DAS Kali Putih Kabupeten Magelang Jawa Tengah. Pengelolaan Bencana Lahar Gunung Api Merapi. Yogyakarta: Ombak.

Mahardy, Andi Ikmal. 2014. Analisis dan Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Makassar Berbasis Spatial. Makassar: Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. (http://eprints.ums.ac.id, di akses 14 Sepember 2015, jam 09.00 WITA).

Margono, S. 2005. Metologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Mulyanto, Bagus Sri. 2013. Kajian Rekomendasi Pemupukan Berbagai Jenis Tanah. Skripsi:Fakultas pertanian. (http://perpustakaan.unc.ac.id, diakses 3 September 2016, jam 11.00 WITA).

Oktariadi, Oki. 2009. Penentuan Peringkat Bahaya Tsunami dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi kasus: Wilayah Pesisir Kabupaten Sukabumi). Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 4, No. 2. (http://jgi.bgl.esdm.go.id, diakses 18 Maret 2016, jam 14.00 WITA).

Rahmatmoko, Dodi. 2005. Pemetaan Kerentanan Banjir Pada Kawasan Permukiman di Kota Yogyakarta Menggunakan Citra Ikonos-2 dan Sistem Informasi Geografi. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Pamungkas, Adjie. Rachmat, Adhe Reza. 2014. Faktor-Faktor Kerentanan yang Berpengaruh Terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jurnal Teknik. Vol. 3, No. 2. (http://ejurnal.its.ac.id, di akses 15 sepetember 2015, jam 11.50 WITA).

Panggabean, Sulastri. Apriani, Dermawati. Sumono. 2015. Kajian Kinerja Irigasi Tetes Pada Tanah Latosol. Jurnal Teknik Pertanian. Vol.3 No. 1. , (http://download.portalgaruda.orgi, diakses 10 September 2016, jam 09.00 WITA).

Purnama, Asep. 2008. Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Di Daerah Aliran Sungai Cisadane Menggunakan Sistem Informaasi Geografis. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika, (Online), Vol. 2, No. 5, Juli 2013, (http://pti.undiksha.ac.id/karmapati/publikasi, diakses 1 September 2016, jam 10.00 WITA).

Pramoto, Agus Joko. 2008. Analisi Kerentanan Banjir di Daerah Aliran Sungai Sengkarang Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah dengan Bantuan Sistem Informasi Geografi. Skripsi. Surakarta: Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. (http://preprints.ums.ac.id, diakses 10 September 2015, jam 12.00 WITA).

Prahasta, Eddy. 2001. Konsep-konsep Dasar Geographic Information System. Bandung: Informatika.

Prasasti, Indah. Budisusanto, Yanto. Ariyora , Yuan Karisma Sang. 2015. Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Dan SIG Untuk Analisa Banjir. Jurnl GEOID Vol. 10, No. 02. (http:// .iptek.its.ac.id, diakses 18 Maret 2016, jam 12.00 WITA).

Prasetyo, Agustinus Budi. 2009. Pemetaan Lokasi Rawan dan Resiko Bencana Banjir di Kota Surakarta. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. (http://staff.uny.ac.id, diakses 15 September 2015, jam 17.00 WITA).

Rima, Supriharjo Dewi. Chandra, Rangga. 2013. Mitigasi Bencana Banjir Rob di Jakarta Utara. Jurnal Teknik Pomits. Vol. 2, No. 1. (http://ejurnal.its.ac.id, 1 Maret 2016, jam 19.00 WITA).

Santoso, Eko Budi. 2013. Manajeman Risiko Bencana Banjir Kali Lamong Pada Kawansan Peri-Urban Suraya-Gresik Melalui Pendekatan Keembagaan. Jurnal Penataan Ruang, Vol.8, No. 2. (http://personal.its.ac.id, di akses 10 sepetember 2015, jam 09.20 WITA).

Saribun, Daus S. 2007. Pengaruh Jenis Penggunaan Lahan dan Kelas Kemiringan Lereng Terhadap Bobot Isi, Porositas Total, dan Kadar Air Tanah pada Sub-DAS Cikapundung Hulu. Jatinangor: Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. (http://pustaka.unpad.ac.id, diakses 1 September 2016, jam 10.20 WITA).

Sigit, Agus Anggoro. Priyono, Andriyani. 2011. Applikasi Sistem Informasi Geografis (Sig) Berbasis Web Untuk Monitoring Banjir Di Wilayah Das Bengawan Solo Hulu. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2011. Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. (http:// portalgaruda.org, di akses 1 Februari 2016, jam 05.10 WITA).

Supriharjo, Rima Dewi. Utomo, Bambang Budi. 2012. Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di Kawasan Sepanjang Kali Sampean, Kabupaten Bondowoso. Jurnal Teknik. Vol.1, No.1. (http://ejurnal.its.ac.id, diakses 2 oktober 2015, jam 13.00 WITA).

Sudibyakto. 2011. Manajemen Bencana di Indonesia Kemana?. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sudibyakto, 2000 dalam BAKOSURTANAL, 2005. Pengkajian Model Pemetaan

RisikoBencana Alam. Yogyakarta: Pusat Studi Bencana (PSBA).

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiharyanto, Khotimah, Nurul. 2009. Diktat geografi Tanah. Fakultas Geografi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Susihono, Wahyu. Chusada, Fazrul Syalam. 2013. Evaluasi Potensi Bahaya dan Risiko Kerja pada Aktivitas Cleaning Tanki. Jurnal Teknik Industri, Vol.1, No.3, ISSN 2302-495X. (http:// jurnal.untirta.ac.id, di akses 18 Maret 2016, jam 15.00 WITA).

Suharsimi, A. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Syahril, Kusuma. Hadi, Kardhana. 2009. Banjir dan Upaya Penanggulannya. Program for Hydro-Meteorological Risk Mitigation Secondary Cities in Asia, Indonesia, Bandung.

Triwidiyanto, Afrizal. Navastara, Ardy Maulidy. 2013. Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Akibat Luapan Kali Kemuning di Kabupaten Sampang. Jurnal Teknik Pomits. Vol. 2, No. 1. ISSN: 2337-3539. (http://ejurnal.its.ac.id, di akses 09 April 2016, jam 16.30 WITA).

Utomowati, Rahning. 2002. Pemanfaaatan Citra Landsat 7 Enhanched Thematic Mapper Untuk Penentuan Wilayah Prioritas Penanganan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. (http:// publikasiilmiah.ums.ac.id, di akses 18 Maret 2016, jam 14.20 WITA).

Utomowati, Rahning. 2011. Pemanfaatan Foto Udara Dan Citra Satelit Untuk Rekonstruksi Media Pembelajaran Geografi Sma (Kompetensi Dasar ”Menjelaskan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh”). Seminar Nasional dan PIT IGI XIV Singaraja. (http://pasca.undiksha.ac.id, di akses 09 April 2016, jam 15.30 WITA).

Undang-undang No.24 Tahun 2007 tentang definisi dzn jenis bencana. (http://bnpb.go.id, di akses 18 sepetember 2015, jam 14.50 WITA).

Widiati, Ati. 2008. Aplikasi Manajemen Risiko Bencana Alam dalam Penataan Ruang Kabupaten Nabire. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Vol. 10 No. 1. (http://personal.its.ac.id, di akses 12 sepetember 2015, jam 09.40 WITA).

Wulandari, Septia. 2011. Idenfikasi Bahaya, Penilaian, dan Pengalian Resiko Produksi Line 3 Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Coca Cola Amatil Indonesia Central Java. Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. (http://core.ac.uk.id, di akses 09 Oktober 2015, jam 09.00 WITA).




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jpg.v4i5.3962

Article Metrics

Abstract view : 125 times
PDF - 252 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

              

 

View My Stats

 JPG (Jurnal Pendidkan Geografi) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License