5. PENYUSUNAN MODEL NUMERIK PERGERAKAN BAHAN TOKSIK DI SALURAN REKLAMASI UNIT TERANTANG

Rony Riduan, Budi Utomo

Sari


ABSTRAK

 

Salah satu faktor penghambat pemanfaatan lahan rawa di Kalimantan Selatan adalah keberadaan tanah sulfat masam. Proses reklamasi lahan yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah akumulasi bahan toksik pada saluran. Kejadian tersebut juga terjadi di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang. Salah satu dugaan penyebab terjadinya permasalahan tersebut adalah pergerakan arus yang diduga tidak berjalan dengan baiksehingga proses pencucian tidak sempurna. Penelitian ini membahas tentang analisis pola pergerakan air di saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang dibantu dengan perangkat lunak EFDC (Environmental Fluid Dynamic Code). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang dilakukan di saluran primer dan sekunder serta kolam pasang unit Terantang, sehingga didapatkan data geometri dan hidrometri saluran. Data tersebut kemudian dikalibrasi dan divalidasi sehingga dapat disusun model numerikdan simulasi pergerakan arus untuk saluran tersebut. Saluran reklamasi rawa pasang surut Terantang yang ditinjau memiliki dimensi lebar saluran sekunder berkisar 45 m sampai50 m dengan kedalaman 0,5 m sampai 4,8 m. Kolam pasang pada saluran tersebut memiliki dimensi panjang 400 m dan lebar 300 m dengan kedalaman ± 0,5 m. Selisih waktu antara pasang maksimum dan surut minimum adalah 32 jam dengan perbedaan elevasi 1,58 m. Model pergerakan arus yang disusun memiliki relatif bias sebesar -4,7231 terhadap data pengamatan. Hasil simulasi menunjukkan adanya pola aliran stagnan pada beberapa titik di kondisi eksisting dan kolam pasang normal. Pola aliran yang terjadi secara umum menunjukkan bahwa pada kondisi  pasangair tidak mampu mencapai kolam pasang karena peristiwa surut sudah terjadi. Hal tersebut terjadi akibat saluran sekunder yang terlampau panjang sehingga proses pencucian di saluran tidak terjadi secara sempurna.

 

Kata Kunci: Saluran Reklamasi, Terantang, Pola Aliran

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2004). Pemanfaatan Lahan Rawa di Kalimantan Selatan. BPN Kalimantan Selatan.

Anonim. (2007). The Environmental Fluid Dynamics Code Theory and Computation Volume 1: Hydrodynamics and Mass Transport. Tetra Tech, Inc.: Fairfax.

Sri Harto, Br. (1993). Analisis Hidrologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Chandrawidjaja, R. (2010). Hidrologi Rawa. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat Press.

Craig, P.M. (2010). User’s Manual for EFDC Explorer: A Pre/Post Processor for The Environmental Fluid Dynamics Code (Rev00). Knoxville: Dynamic Solution Intl.

Dariah, A., dan S. Nurzakiah. (2014). Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut. Di dalam buku panduan. Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Djaenudin, U.D. (2009). Prospek Penelitian Potensi Sumber Daya Lahan di Wilayah Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(4), 243-257.

Istiarto. (2012). Model Hidrodinamika. CFD di Bidang Hidraulika Saluran Terbuka.

Langkoke, Rohaya, dan Febriwandy. (2012). Pengaruh Hidrodinamika Terhadap Ketidakstabilan Lereng Pantai di Sepanjang Jalan Penghibur Pantai Losari Kota Makassar. Prosiding Hasil Penelitian Fakultas Teknik Vol. 6 No. 1 (2012).

Luknanto, D. (2003). Model Matematik. Bahan Kuliah Hidraulika Komputasi Jurusan Teknik Sipil FT UGM Yogyakarta.

Mamenun. (2014). Validasi dan Koreksi Data Satelit TRMM Pada Tiga Pola Hujan di Indonesia. Jurnal Meteorologi dan Geofisika 15.1 (2014), 13-23.

Mananoma, Tiny., dan W. Soetopo. (2008). Permodelan Sebagai Sarana dalam Mencapai Solusi Optimal. Teknik Sipil Vol. 8 No. 3, Juni 2008, 184-192.

Mulyono, A. (2010). Studi Relasi Hidrodinamika Sungai Ciwalen dan Air Tanah Melalui Pendekatan Model (Studi Kasus pada Aliran Sungai Ciwalen Kecamatan Garut Kota). Widyariset Vol. 13 No. 2 (2010).

Nazemi, D. (2012). Prospek Pengembangan Penataan Lahan Sistem Surjan di Lahan Rawa Pasang Surut. Agrovigor Vol. 5 No. 2 (2012), 113-118.

Noor, M. (2004). Lahan Rawa: Sifat dan Pengelolaan Tanah Bermasalah Sulfat Masam. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Notohadiprawiro, Tejoyuwono. (2006). Persoalan Tanah Masam dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia. Makalah Pendukung pada Seminar Pertanian Dies Natalis UGM ke-34.

Pratikno, W.A. (1988). Hidrodinamika Dasar. Yogyakarta: BPFE.

Roelse, K. (1988). Land Reclamation of Lowland in Indonesia, Summary. TUD Technical University Delft.

Soewarno. (1991). Hidrologi Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai (Hidrometri). Bandung: Nova.

Subagyo. (2006). Klasifikasi dan Penyebaran Lahan Rawa. Di dalam buku lahan rawa. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Subagyo. (2006). Lahan Rawa Pasang Surut. Di dalam buku lahan rawa. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Suriadikarta, dan D. Ardi. (2005). Pengelolaan Lahan Sulfat Masam untuk Usaha Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian 24(1), 36-45.

Triatmodjo, B. (1993). Hidraulika II. Yogyakarta: Beta Offset.

Widjaja, A. (1997). Pengelolaan Tanah dan Air di Lahan Pasang Surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.


Article Metrics

Sari view : 45 times
PDF - 52 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Jukung by http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/jukung is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

web
counter View My Stats