KONFLIK KEJIWAAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JANDA-JANDA KOSMOPOLITAN KARYA ANDREI AKSANA

Sri Normuliati

Abstract


Abstrak: Konflik dalam sebuah cerita merupakan salah satu unsur yang amat esensial dalam plot cerita. Konflik internal atau disebut juga konflik kejiwaan adalah konflik yang terjadi di dalam jiwa seorang tokoh atau tokoh-tokoh cerita. Dalam penelitian ini tokoh yang dimaksud adalah para perempuan. Menceritakan perempuan dan segala permasalahannya merupakan tema yang selalu menarik untuk dipilih, tak terkecuali bagi seorang Andrei Aksana. Penulis laki-laki yang sebagian besar karyanya selalu menjadikan perempuan sebagai central cerita. Perempuan juga tidak lepas dari bagaimana dia digambarkan dalam sebuah cerita, terutama oleh pengarang laki-laki. Gambaran/ citra merupakan salah satu unsur dasar dalam karya sastra. Citra adalah kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase, kalimat atau paragraph dalam sebuah cerita terutama menyangkut tokoh dan latar belakang kisahnya sendiri. Dalam novel, bahasa penyampaian yang dipilih penulis, baik mengenai citra ataupun konflik kejiwaan, tidak jarang para penulis mencoba memasukkan unsur simbol dalam karya mereka. Hal ini sejalan dengan arti simbol yaitu memasukkan, mencampurkan, dan membandingkan secara bersama-sama, sehingga terjadi analogi antara benda dan objeknya. Karena keterkaitan ini, tokoh utama dalam novel Janda-Janda Kosmopolitan karya Andrei Aksana yang dipilih menjadi objek penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara menafsirkan analisis teks yang terdapat dalam novel Janda-Janda Kosmopolitan yang dimulai dengan melakukan pendataan terhadap kata-kata, kalimat, atau dialog yang terkait dengan aktivitas kejiwaan, citra perempuan, dan simbol-simbol yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis pada novel Janda-Janda Kosmopolitan karya Andrei Aksana diketahu bahwa konflik kejiwaan yang dialami para tokoh utama berawal dari kegagalan mereka dalam mempertahankan pernikahannya, perselingkuhan, hingga usaha mereka dalam mempertahankan eksistensi diri sebagai perempuan yang menyandang status janda. Ada beragam pencitraan yang dihadirkan penulis, mulai dari perempuan yang mandiri, perempuan yang galau, perempuan yang tegar, pembantu yang profesional, hingga janda yang dicap negatif oleh masyarakat. Simbol-simbol yang digunakan, secara langsung dan tidak langsung memang mempunyai peran dalam memainkan jalan cerita menjadi lebih hidup dan berwarna. Adanya perumpaan dan juga kiasan-kiasan yang melukiskan suasana hati para tokoh ataupun keadaan di sekitar mereka. Seperti kata bunga, permata, cemara, dan badai katrina.
Kata kunci: konflik kejiwaan, citra, simbol

Article Metrics

Abstract view : 585 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 495 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Paradigma by Program Studi PGSD FKIP Unlam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/paradigma/.