Kajian Estetika pada Jurus Seni Beladiri Pukulan Patikaman Banjarmasin

Sumasno Hadi, Monika Karolina Mokolinug, Muhammad Budi Zakia Sani

Abstract


Artikel ini mendeskripsikan nilai estetika dari teknik gerak bunga tembak jipuk dari segi wujud, isi, dan penampilan estetik. Bunga tembak jipuk merupakan jurus seni bela diri Kuntau yang menjadi ciri khas pada Pukulan Patikaman Silat Kuntau Borneo Banjarmasin. Di dalamnya terdapat 16 bentuk teknik gerak bela diri yang bersifat gabungan, yaitu teknik pukulan, tangkisan, tangkapan, dan tendangan. Pada setiap teknik tersebut memiliki makna, fungsi, serta nilai keindahan. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan analisis secara spesifik dalam mendapatkan gambaran objek estetik yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Keabsahan data penelitian ini diuji melalui triangulasi sumber.

Kata kunci: esetika, silat kuntau, seni bela diri, bunga tembak jipuk, pukulan patikaman

 

This article describes the aesthetic value of the bunga tembak jipuk movement technique in terms of form, content, and aesthetic appearance. Bunga tembak jipuk is a Kuntau martial art move that is the hallmark of the Pukulan Patikaman Silat Kuntau Borneo Banjarmasin. In it there are 16 forms of combined martial motion techniques, namely punch, parry, catch, and kick techniques. Each of these techniques has meaning, function, and beauty value. This research is a descriptive qualitative type with a specific analysis in obtaining a description of the aesthetic object under study. Data was collected by means of observation, interviews, and document analysis. The validity of this research data was tested through triangulation of sources.

Keywords: aesthetics, kuntau silat, martial arts, bunga tembak jipuk, patitikaman punch


Keywords


estetika, aesthetics, kuntau silat, martial arts, bunga tembak jipuk, patitikaman punch

References


Bahari, Nooryan. 2008. Kritik Seni. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Djelantik, AAM. 1999. Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Hanafiah & Siti Hajar. 2015. Perkembangan Pencak Silat di Aceh Tamiang Pada Masa Orde Baru (1967-1998). Jurnal Seuneubok Lada, Vol. 2, No. 2, 43.

Herawati Niken, Enis. 2011. WUNY Majalah Ilmiah Populer. Yogyakarta. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negri Yogyakarta.

Jazuli, M. 1994. Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: Ikip Semarang Press.

Kutha Ratna, Nyoman. 2007. Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mamik. 2015. Metodologi Kualitatif. Sidoarjo: Zifatma Publishing.

Maryono, O. 2017. Pencak Silat Untuk Generasi Penerus. Jakarta: Buku Obor

Murgiyanto, Sal. 1983. Koreografi. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Penelitian Kejuruan Depdikbud.

Mustiar, Dkk. 2016. Seni Bela Diri Kuntau dalam Meningkatkan Rasa Aman. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, Vol. 5, No. 2, 107-121.

Oktavia, Lia. Dkk. 2009. Bela Diri For Muslimah. Jakarta: PT. Lingkar Pena Kreativa.

Sahman, Humar. 1993. Estetika Telaah Sistematik dan Historik. Semarang: IKIP Semarang Press.

Sugiartha, I Gede Arya. 2015. Bentuk dan Konsep Estetik Musik Tradisional Bali. Jurnal Panggung, Vol. 25, No. 1, 54.

Syan Muntahhar & Supriadi Hamdat. 2019. Manca’: Kajian Tentang Simbol Seni Beladiri Sebagai Identitas Budaya Makassar di Gowa Sulawesi Selatan. Jurnal Etnografi Indonesia, Vol. 4, No. 2, 194.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v6i1.11414

Article Metrics

Abstract view : 1046 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 782 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

            


View Our Stats

Flag Counter     

 Creative Commons License

All publications by Pelataran Seni are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License