Refleksi Budaya Masyarakat Loksado dalam Seni Tari Manugal
Abstract
Tari Manugal diciptakan sebagai gambaran/cerminan dari adanya kebudayaan Manugal. Permasalahan dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya Manugal, bentuk penyajian Tari Manugal dan refleksi Budaya Manugal dalam seni Tari Manugal dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, serta teknik pengumpulan data triangulasi yang kemudian dianalisis dengan tahap reduksi data, display data dan verifikasi data. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan sembilan proses Budaya Manugal, empat proses direfleksikan dalam ragam gerak Tari Manugal. Dalam empat bagian pakaian dan rias wajah, semuanya telah direfleksikan dalam tata rias dan busana Tari Manugal. Selain itu, berdasatkan lima jenis peralatan Budaya Manugal tiga diantaranya telah direfleksikan dalam properti Tari Manugal. Berdasarkan hal tersebut cukup dapat mewakili bahwa Tari Manugal merupakan refleksi dari kebudayaan Manugal.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Arifin, R. (2012). Refleksi Budaya Masyarakat Cempaka ke Dalam Tari Mandulang Intan. Banjarmasin: STKIP-PGRI Banjarmasin.
Asysyifa. (2009). Karakteristik Sistem Perladangan Suku Dayak Meratus Kecamatan Loksado Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 25, Maret 2009.
Balai Pusat Statistik Hulu Sungai Selatan. (2015). Peta Wilayah Kecamatan Kandangan. 10/03/2017. http://hulusungaiselatankab.bps.go.id.
Budiawan. (2009). Seni Tari untuk SMA/MA. PT. Cintra Aji Parama. Yogyakarta.
Christina. (2017). Aneka Macam Roncean Bunga Melati. 10/03/2017. http://Bunga-rawabelong.blogspot.co.id.
Dana I Wayan. (2013). Diklat Sejarah Seni Tari. Yogyakarta: Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institusi Seni Indonesia Yogyakarta.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.
Desky, M.A. (1999). Khasanah Budaya Lokal. Kandangan: Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Hulu Sungai Selatan.
Dr. H. Zulkifli, M. Pd., (dkk). (2016). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Lambung Mangkurat.
Dwiyasmono. (2015). Wijaya, Y.A. (2012). Karya Tari “Solah” Refleksi Nilai-Nilai Budaya Jawa dalam Kehidupan Kekinian. Jurnal Seni Tari, Vol. 5, No. 1 Tahun 2015.
Hadi, Y. Sumandiyo. (2003). Aspek-aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yoghakarta: Lembaga Kajian Pendidikan dan Humaniora Indonesia (ELKAPHI).
__________________. (2007). Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Harymawan, R. M. (1986). Dramaturgi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Husaini, Husman., Purnomo, S.Akbar. (2008). Metodologi Penelitian Sosial. Bandung: Bumi Aksara
Jazuli, M. (1994). Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press.
Kaelan. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Intradisipliner. Yogyakarta: Paradigma.
_____________. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineke Cipta.
_____________. (2007). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Millan, Schumacher. (2003). Pengertian Penelitian Kualitatif. 10/03/2017. http://apepmunajat.blogspot.co.id.
Murgiyanto, Sal, M. (1983). Koreografi Pengetahuan Dasar Komposisi Tari untuk SMK (1 ed.). (B. Effendy, Ed.) Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
_______________. (1983). Seni Menata Tari. Jakarta : Dewan Kesenian Jakarta.
Nazir, Moh. (1999). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Novianti, K. (2013). Refleksi Tentang Konsep kebudayaan : Sebuah Catatan Auteotnografi. Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 15 No. 2 Tahun 2013.
Nurhadi. (2003). Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Depdiknas.
_______. (2004). Pembelajaran Kontekstual dan penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.
Poerwanto, Hari. (2000). Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusliana, dkk. (1977). Pendidikan Kesenian Seni Tari 1. Jakarta: Depdikbud.
Setiawan, S. (2005). Refleksi Sikap Hidup Masyarakat Jawa Dalam Karya Patung. Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa-USM Surakarta.
Setyani, ST. (2010). Kalung Etnik. 10/03/2017. http://yogya-perniketnik.blogspot.co.id.
Smith, J. (1985). Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru (Terjemahan Ben Suharto, S.S.T). Yogyakarta : Ikalasti
Soedarso sp. (2006). Trilogi Seni. Yogyakarta :Badan Penelitian ISI Yogyakarta.
Soedarsono. (1977). Tari-Tarian Indonesia 1. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan.
_________. (1985). Pengantar dan Pengetahuan Komposisi Tari. Yogyakarta: Depdikbud.
Subekti, Ari. (2008). Seni Tari untuk SMA/MA. Yogyakarta: Citra Aji Parama.
Susanto, M. (2002). Diksi Rupa. Yogyakarta: Kanissus.
Syarifuddin. (1993). Upacara Tradisional Manaradak (Manugal) Di Balai Amas Kandangan. Banjarmasin, Kalimantan Selatan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Museum Negeri Propinsi Kalimantan Selatan.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v3i2.11745
Article Metrics
Abstract view : 1383 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 536 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by
2.png)
View Our Stats


.png)
1.png)
3.png)



