Bentuk Pertunjukan Teater Tradisional Japin Carita Dapur Teater Kalimantan Selatan di Kampoeng Seni Budaya ULM
Abstract
Kesenian Japin Carita memiliki pakem atau aturan-aturan tata cara masuk pertunjukan yang sudah ada sebelumnya seiring perkembangan waktu aturan-aturan tersebut sering dilupakan/tidak diketahui oleh masyarakat/pemain. Karena pentingnya mengetahui tata cara masuk pertunjukan Japin Carita dan tidak semua orang mengetahuinya maka peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk pertunjukan teater tradisional Japin Carita mulai dari awal masuk sampai akhir pementasan disitu terdapat pakem-pakem yang harus dipatuhi oleh pemain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Artinya data-data penelitian dikumpulkan dalam bentuk deskripsi maupun penjelasan atau gambaran fakta secara menyeluruh, berdasarkan tujuan penelitian. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan koponen-komponen bentuk pertunjukan teater tradisional Japin Carita yaitu: (I) pembukaan tarian japin (II) jalan cerita/alur (III) setiap kali adegan masuk selalu dengan tarian japin (IV) permasalahan dalam kisah/konflik (V) penyelesaian masalah (VI) penutup diakhri dengan tarian japin. Kostum japin carita: menggunakan pakaian sehari-hari tergantung pekerjaan seorang tokoh tersebut. Tempat: dilapangan/depan rumah, ataupun didalam gedung pertunjukan. Musik: panting, biola, babun, agung (gong) besar dan kecil, kaprak dan tamborin.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Arsip 2015. Komplisasi Wisata Seni dan Budaya. Dinas Pariwisata Seni Dan Kebudayaan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Afizal 2016. Metode Penelitian kualitatif. PT Rajagrafindo Persada
Bastomi, S. (1992). Apresiasi Kesenian Tradisional. Semarang : IKIP Semarang Press
Caturwati Endang. 2008. Tradisi Sebagai Tumpuan Kreativitas Seni. Sunan Ambu STSI Press Bandung.
Gunawan, Imam 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktek. Bumi Aksara. Jakarta.
Harymawan. RMA 1988. Dramaturgi. CV Rosda. Bandung Anggota IKAPI
Ideham, M. Suriansyah dkk. 2007. Urang Banjar dan Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin : Pustaka Banua
Kurniasih. 2006. Karakteristik Seni. Surakarta: PT. Pabelan
Maman, Mukhlis. 2012. Japin Banjar . UPT Taman Budaya kalsel Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan Kerjasama Dengan Pustaka Banua.
Usman, Husaini dan Setiady Purnomo 2000. Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta. Bumi Aksara. Jakarta.
Satoto Soediro, 2012. Analisis Drama & Teater. Ombak (Anggota IKAPI) Yogyakarta.
Sudira Oka Bambang Made. 2010. Ilmu Seni Teori dan Praktek. Inti Prima Permosindo. Jakarta Timur, Indonesia.
Syarifuddin R., dkk. 1985/1987. Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Kalimantan Selatan. Penerbitan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Kalimantan Selatan.
Fitriatunnisa 2010. Keunikan Tari Japin Rantauan Kalimantan Selatan. Skripsi STKIP PGRI Banjarmasin
Kusumaningrum, Endah. 2014. Bentuk Penyajian Tari Rudat Acir di Desa Sumber Makmur Kecamatan Tangkisung Kabupaten Tanah Laut. Skripsi FKIP ULM Banjarmasin.
Raudatul Janiah 2016. Bentuk Penyajian Tari Tajun Tandang di Sanggar Angrek Harivi Kecamatan Peleaihari Kabupaten Tanah Laut. Skripsi FKIP SENDRATASIK ULM Banjarmsin.
Rhamadhani Noor Gusti 2013. Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Tari Japin Rantauan Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Aranio. Skripsi STKIP PGRI Banjarmasin.
Sally Ala Mardhatillah 2008. Bentuk Penyajian dan Perkembangan Musik Hadrah di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Skripsi FKIP SENDRATASIK ULM Banjarmasin.
DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v3i2.11747
Article Metrics
Abstract view : 1599 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 1356 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by
2.png)
View Our Stats


.png)
1.png)
3.png)



