Etnokoreologi Tari Topeng Banjar pada Upacara Manuping Desa Banyiur Luar Banjarmasin

Putri Yunita Permata Kumala Sari

Abstract


Intisari

Artikel ini merupakan kajian etnokoreologi tari topeng Banjar dalam upacara manuping di Desa Banyiur Luar, Kota Banjarmasin. Pen-dekatan kualitatif-deskriptif dipilih dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi (observasi, wawancara, dokumentasi). Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Data bentuk topeng dianalisis dengan pende-katan ikonografi model Alessandra Iyer, fisiognomi, dan semiotika. Hasil kajian ini menemukan dalam upacara manuping di Desa Banyiur Luar terdapat sembilan ragam tarian atau karakter topeng. Tari topeng ini merupakan salah satu jenis tari klasik Banjar di Kalimantan Selatan yang memiliki keunikan. Dari aspek gerak, tari topeng ini bersifat spontan dengan memiliki unsur gerak tari japin, serta memiliki dua bentuk gerak yaitu pola tanda plus (+) dan pola lingkaran. Pada umumnya, iringan musik tari topeng pada upacara manuping ini menggunakan perangkat gamelan Banjar.

Kata kunci: topeng banjar, tari banjar, manuping, etnokoreologi

 

 

Abstract

This article is an ethnocoreological study of Banjar mask dance in a manuping ceremony at Banyiur Luar Village, Banjarmasin City. A qualitative-descriptive approach was chosen in this study. Data collec-tion using triangulation techniques (observation, interviews, document-tation). Data analysis was performed using the Miles and Huberman model. Mask shape data were analyzed by using Alessandra Iyer's iconographic approach, physiognomy, and semiotics. The results of this study found that in the manuping ceremony in Banyiur Luar Village, there were nine types of dances or mask characters. This mask dance is one of the classic Banjar dances in South Kalimantan which is unique. From the aspect of dance moves, this mask dance is spontaneous by having elements of japin dance movements, and has two forms of motion, namely the plus sign (+) pattern and the circle pattern. In general, the mask dance music accompaniment at this manuping ceremony uses the Banjar gamelan instrument.

Keywords: banjar mask, banjar dance, manuping, ethnocoreology

 


Keywords


topeng banjar, tari banjar, manuping, etnokoreologi

References


Alwasilah, A. Chaedar. 2002. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Corson, Richard. 1975. Stage Make Up. [edisi kelima]. Englewood Cliffs, New Jersey: Prientice-Hall

Disporabudpar. 2009. Sekilas Tentang Seni Tradisi Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan UPTD Taman Budaya Prop. KalSel.

Moleong, L. J. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Maman, Muklis. 2012. Topeng Banjar. Banjaramasin: UPT Taman Budaya KalSel, Disporabudpar Prop. KalSel bekerjasama dengan Pustaka Banua.

Masunah, Juju dan Tati Narawati. (2012). Seni dan Pendidikan Seni. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Seni Tradisional (P4ST) UPI.

Narawati, Tati. 2003. Wajah Tari Sunda dari Masa ke Masa. Bandung: P4ST UPI (Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Seni Tradisional Universitas Indonesia).

Narawati, Tati dan Juju Masunah. 2010. Quo Vadis Seni Tradisional V: Meningkatkan Pemahaman Silang Budaya Melalui Pendidikan Seni. Bandung: Program Studi Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pandidikan Indonesia.

Rohidi, Tjetjep R. 2012. Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara Semarang.

Soenarto, dkk. 1977/1978. Ensiklopedi Musik dan Tari Daerah Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Kalimantan Selatan.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v4i1.5608

Article Metrics

Abstract view : 2698 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 746 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by

            


View Our Stats

Flag Counter     

 Creative Commons License

All publications by Pelataran Seni are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License