Faktor Risiko Yang Berpengaruh Pada Kejadian Tuberkulosis dengan Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin

Aulia Mashidayanti, Nurlely Nurlely, Nani Kartinah

Abstract


MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) adalah salah satu jenis TB yang resisten dengan OAT (Obat Anti Tuberculosis) dengan resisten terhadap 2 obat anti tuberculosis yang paling ampuh yaitu rifampisin dan isoniazid. Obat rifampisin dan isoniazid sudah tidak efektif dalam membunuh kuman mycobacterium tuberkulosis dikarenakan kuman yang sudah resisten terhadap obat tersebut. MDR-TB merupakan suatu permasalahan yang menjadi hambatan utama dunia dalam pemberantasan TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko apa saja yang dapat berpengaruh pada kejadian tuberkulosis dengan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Ulin Banjarmasin dengan variabel yang ditinjau adalah pengetahuan, motivasi dan keteraturan minum obat. Metode penelitian dengaan rancangan Cross Sectional dengan metode pengambilan dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosis tuberkulosis multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) dan pasien TB Non MDR yang digunakan sebagai pembanding yang dipilih secara acak. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko yang terbukti berpengaruh pada kejadian TB-MDR adalah keteraturan minum obat (p-value< 0,05). Oleh karena itu, untuk mengurangi potensi bertambahnya penderita TB-MDR, maka perlu diperhatikan lagi keteraturan minum obat penderita, memastikan agar penderita benar-benar rutin dan teratur dalam minum obat.

  

MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) is one of tuberculosis characterized by resistant to anti-TB drug (Anti Tuberculosis Drug). An MDR-TB event is a resistance event to 2 of the most effective anti-TB drugs which are rifampicin and isoniazid. Rifampicin and isoniazid are no longer effective in killing Mycobacterium tuberculosis bacteria due to its resistant to the drug. The purpose of this study is to identify any risk factors that can affect the incidence of tuberculosis with multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) in RSUD Ulin Banjarmasin. The variables in this study were knowledge, motivation and regularity of taking drugs. The research method was a cross sectional design using questionnaire to the patients. The population in this study was all patients with a diagnosis of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) and non-MDR TB patients who used as a comparison which were selected randomly. The results of this study indicate that the risk factor that has been shown to influence the incidence of MDR-TB was the regularity of taking medication (p-value <0.05). Therefore, to reduce the potential of MDR-TB sufferers to increase, it is necessary to pay attention to taking drug regularity of patient, ensuring that the patient is really routine and taking medication regularly.

Keywords: RSUD Ulin Banjarmasin, MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis), Tuberculosis


Keywords


RSUD Ulin Banjarmasin; MDR-TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis); Tuberkulosis

Full Text:

PDF

References


Infodatin. 2016. Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Janan, M., 2019. Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Prevalensi Kejadian TB MDR Di Kabupaten Brebes Tahun 2011-2017. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI. 08(02): 64-70

Maksum I.P., Suhaili, R. Amalia, D. S. Kamara, D. S. Rachman & R. W. Rachman. 2018. PCR Multipleks untuk Identifikasi Mycobacterium tuberculosis Resisten terhadap Isoniazid dan Rifampisin pada Galur Lokal Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia, 4(2): 107-118.

Munawwarah, R., I. Leida & Wahiduddin, 2013. Gambaran Faktor Risiko Pengobatan Pasien TB-MDR RS Labuang Baji Kota Makassar Tahun 2013. Jurnal Epidemiologi. 1:1-10.

Notoatmodjo, S. 2010. Metode penelitian kesehatan Edisi Revisi. Rineka Cipta, Jakarta.

Nugrahaeni, D.K. & U.S. Malik. 2015. Analisis Penyebab Resistensi Obat Anti Tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 11(1): 8-15

Safitri, N.A.R., M. Huda & Marhamah. 2017. Gambaran Penderita Tuberculosis

Multi Drug Resisten(TB MDR) Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Januari-Desember 2015. Jurnal Analis Kesehatan. 6 : 640-648.

Sarwani, D., S. Nurlaela & I.A. Zahrotul. 2012. Faktor Risiko Multidrug Resistant

Tuberculosis (MDR-TB). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8(1): 60-66.

Syahrezki, M. 2015. Faktor Risiko Tuberkulosis Multidrug Resistant (TBMDR). Jurnal Agromed Unila. 2(4): 413-418.

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2015. WHO: Geneva.

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2016. WHO: Geneva.

WHO. 2017. Guidelines for Treatment of Drug-Susceptible Tuberculosis and Patient Care. World Health Organization, Geneva.

Wulandari, D. H. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Tahap Lanjutan Untuk Minum Obat di RS Rumah Sehat Terpadu Tahun 2015. Jurnal Administrasi Rumah Sakit. 2 : 17-28




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v7i2.7928

Article Metrics

Abstract view : 160 times
PDF - 149 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pharmascience Published by:

Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat

Banjarbaru, Indonesia

 

Jurnal Pharmascience is indexed by:

      

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.