Formulasi Salep Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Kombinasi Zeolit Alam Lampung (Zal) Sebagai Penstabil Sediaan Antibakteri Staphylococcus aureus

Laila Susanti, Lilik Koernia Wahidah, Pratika Viogenta

Abstract


ABSTRAK

 

Sediaan salep esktrak buah mengkudu telah terbukti sebagai antibakteri, namun esktrak tanaman pada umumnya sangat mudah terdegradasi oleh pH, cahaya dan suhu, oleh karena itu pemanfaatan Zeolit Alam Lampung (ZAL) dengan keistimewaan struktur morfologinya diharapkan mampu mempertahankan kestabilan sediaan salep hingga suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ZAL sebagai penstabil sediaan salep dengan menghitung perubahan prosentase zona hambat bakteri pada sediaan salep sebelum dan sesudah dilakukan penyimpanan pada suhu 40oC. Penelitian ini meliputi tiga tahap utama yakni pertama formulasi salep ekstrak buah mengkudu kombinasi Zeolit Alam Lampung (ZAL) dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%+ZAL, 15%+ZAL, 30%+ZAL, KZ (Kontrol Zeolit tanpa esktrak) dan KE (Kontrol Ekstrak tanpa zeolit) yang kemudian dilakukan evaluasi sediaan salep. Tahap kedua seluruh sampel dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada sediaan salep, dan tahap ketiga seluruh sampel disimpan pada suhu 40oC selama 24 jam, kemudian diuji aktivitas antibakteri kembali terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel sebelum dilakukan penyimpanan pada suhu 40oC menunjukkan respon zona hambat bakteri yang kuat kecuali KZ. Setelah dilakukan penyimpanan pada suhu 40oC, terjadi penurunan zona hambat pada KE dan Ekstrak 10%+ZAL sebesar 100% dan 36,81%. Hal yang menarik terjadi pada Esktrak 15%+ZAL dan 30%+ZAL, yakni terjadi kenaikan zona hambat sebesar 35,20 % dan 31,32%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Asymp. Sig (0,016) <  nilai p (0,01) maka H0 ditolak sehingga dilakukan uji lanjut Tukey yang menunjukkan terjadi perbedaan yang signifikan antar kelompok uji. Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ZAL mampu meningkatkan kinerja sediaan salep ekstrak buah mengkudu terutama pada konsentrasi 15% dan 30% dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus sehingga sediaan salep esktrak buah mengkudu kombinasi ZAL dapat digunakan sebagai alternatif obat pengganti obat sintetik kimiawi.

 

Kata kunci : Zeolit, Salep, M.citrifolia L, Staphylococcus aureus

ABSTRACT

 

            Noni extract ointment has been proven to be antibacterial, but plant extracts are generally very easily degraded by pH, light and temperature, therefore the use of Lampung Natural Zeolite (ZAL) with its special morphological structure is expected to be able to maintain the stability of ointment preparations to high temperatures. This study aims to determine the potential of ZAL as a stabilizer for ointment preparations by calculating the change in the percentage of bacterial inhibition zones in ointment preparations before and after storage at 40oC. This study includes three main stages, namely the first formulation of noni extracts from Lampung Natural Zeolite extract (ZAL) with variations in extract concentration of 10% + ZAL, 15% + ZAL, 30% + ZAL, KZ (Zeolite control without extract) and KE (Control Extract without zeolite) which then evaluated the ointment preparation. The second stage of all samples was tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria in ointment preparations, and the third stage all samples were stored at 40oC for 24 hours, then tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The results showed that all samples before storage at 40oC showed a strong inhibitory zone response except KZ. After storage at 40oC, there was a decrease in inhibition zones at KE and Extract 10% + ZAL by 100% and 36.81%. An interesting thing happened at the Extract 15% + ZAL and 30% + ZAL, namely an increase in inhibition zones of 35.20% and 31.32%. Statistical test results indicate the Asymp value. Sig (0.016) >p value (0.01) then H0 is accepted, so Tukey's further tests show that there are significant differences between the test groups. From this explanation it can be concluded that ZAL can improve the performance of noni fruit extract ointment especially at concentrations of 15% and 30% in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria so that the ZAL noni extract extract can be used as an alternative drug for chemical synthetic drugs.

 

Keywords : Zeolite, Ointment, M.citrifolia L, Staphylococcus aureus


Full Text:

PDF

References


Amalia, Fitri. 2012. Formulasi Ekstrak Kulit Buah Delima dan Daun Dewandaru Sebagai Sediaan Antibakteri dan Penggunaan Zeolit Untuk Menjaga Stabilitas Formula. Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Fajar K.D. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Malinggas, F., Pangemanan, D.H.C., Mariati, N.W. 2015. Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Mengkudu Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT. Vol. 4 (4) ; 22-26.

Neidrauer, M., Ecan U.K., Battharyya A.,Samuels J., Sediak J.,Trikha R.2014. Antimicrobial Efficacy and Wound Healing Property of Topical Ointment Containing Nitric-Oxide-Loaded Zeolites. Journal of Medical Microbiology. 63(pt.2):203-209.

Susanti L., Widodo S., Syaiful B., Wenny Ii. Uji Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Batang Brotowali Kombinasi Zeolit Terhadp Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Kelitbangan Inovasi dan Pembangunan Vol. 04, No. 03 November 2016, hlm 234-243, ISSN 2354-5704.

Yulianah Sukandar, et al. Iso Farmakoterapi Jilid 2. Jakarta: Penerbit Ikatan Apoteker Indonesia; 2011. 25 p.




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jps.v7i1.8086

Article Metrics

Abstract view : 177 times
PDF - 145 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pharmascience Published BY:

Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat

Jurnal Pharmascience is indexed by:


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.