KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Julita Widya Dwintari

Abstract


Pendidikan kewarganegaraan (PKn) sebagai mata pelajaran penguatan pendidikan karakter bertujuan membentuk siswa agar menjadi warga negara yang baik sesuai Pancasila. Guru Pendidikan Kewarganegaraan harus memiliki kompetensi yang memadai untuk membentuk karakter siswa. Kompetensi guru merupakan kemampuan guru untuk secara bertanggung jawab melaksanakan tugasnya dengan tepat. Untuk membentuk karakter siswa, maka guru harus menguasai kompetensi kepribadian. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan kompetensi kerpibadian guru dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis penguatan pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan mengkaji sumber-sumber yang relevan. Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki guru PKn yaitu memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, jujur, berakhlak mulia, menjadi teladan, mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, berwibawa, memiliki etos kerja tinggi, tanggung jawab, bangga, percaya diri, dan secara objektif mau mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Full Text:

PDF

References


Barinto. (2012). Hubungan kompetensi guru dan supervisi akademik dengan kinerja guru SMP Negeri Kecamatan Percut Sei Tuan. Jurnal Tabularasa, 9 (2), 187-200.

Barlow. (1985). Supervision and teacher: a private coldwar. Berkeley: Mc Cutchan.

Birzea, Cesar. (2000). Education for democratic citizenship: a lifelong learning perspective. Strasbourg : Council of Europe.

Cogan, J. J. dan Derricott, R. (1998). Citizenship for the 21st century: an international perspective on education. London: Kogan Page.

Hardiyana, Siti. (2014). Pengaruh guru PKn terhadap pembentukan karakter siswa. Jurnal Ilmiah PPKn IKIP Veteran Semarang, 2 (1), 4-64.

Mulyasa, E. (2004). Kurikulum berbasis kompetensi. Bandung: Rosdakarya.

Kemdikbud. (2017). Penguatan pendidikan karakter jadi pintu masuk pembenahan pendidikan nasional. Retrieved from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-penddidikan-nasional.

Kemendiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta: Kemndiknas.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional

Print, Murray, dan Lange, Dirk. (Eds). (2012). Schools, curriculum and civic education for building democratic citizens. Rotterdam: Sense Publishers.

Sahertian, Piet A. (1994). Profil pendidik profesional. Yogyakarta: Andi Offset.

Sartono, E., Kus Eddy, dkk. (2002). Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: UPT-MKU UNY.

Sudjana, Nana. (2002). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar baru.

Tolib dan Nuryadi. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: buku guru) (Rev. Ed). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Winano. (2015). Integrasi nilai karakter dalam materi pembelajaran PPKn di SMA. Prosiding Aktualisasi Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar Menuju Peserta Didik yang Berkarakter. Sura karta, 353-364.


Article Metrics

Abstract view : 119 times
PDF - 290 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Pendidikan Kewarganegaraan

COLLABORATE WITH 

 

Indexed By: Google Scholar, Sinta



Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan by Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ULM is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Flag Counter