PERWUJUDAN INTEGRASI NASIONAL PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG

Edwin Nurdiansyah, Aulia Novemy Dhita

Abstract


 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud integrasi nasional pada masyarakat Kota Palembang yang terbentuk dari berbagai proses akulturasi dan asimilasi dari berbagai kebudayaan mulai dari zaman sriwijaya sampai kepada masa kesultanan darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, pengujian data, analisis data dan laporan penulisan penelitian. Pengumpulan data penelitian ini meliputi studi kepustakaan yang berhubungan dengan Integrasi Nasional,. Perwujudan integritas nasional, salah satunya dapat dilihat dari situasi sosiologis dan psikologis Kota Palembang, yaitu Bukit Siguntang, Motif Songket, Masjid Agung, Kampung Arab Al Munawar, dan  Kampung Kapiten. Perpaduan antara kebudayaan tersebut disebut assimilation incorporation atau cultural autonomy, yang menghasilkan kebudayaan yang harmoni sebagai ciri khas kelokalitasan. Ciri khas tersebut merupakan identitas nasional Bangsa Indonesia, sebagai bentuk Bhineka Tunggal Ika. Maka sudah seharusnya setiap komponen masyarakat kota Palembang untuk selalu menghormati keberagaman dalam menjaga utuhnya integrasi nasional.

 

Kata kunci: Integrasi Nasional, Masyarakat, Kota Palembang


Full Text:

PDF

References


Adiyanto, J. Kampung Kapitan Interpretasi “jejak” Perkembangan Permukiman dan Elemen Arsitektural. Jurnal Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan-Universitas Kristen Petra, (2006) Asean Tourism Strategis Plan 2016-2015, 2016.

Agus, A.A. 2016. Integrasi Nasional Sebagai Salah Satu Parameter Persatuan dan Kesatuan Bangsa Negara Republik Indonesia. Jurnal Sosialisasi, 3 (3), 20.

Burill, J.C. 1960. The Grand Mosque of Palembang dalam kumpulan Arsip Masjid Agung Palembang. Palembang: Yayasan Masjid Agung Palembang.

Efrianto, dkk. 2012. Songket Palembang di Provinsi Sumatera Selatan.Padang : BPSNT Padang Press.

Gultom, F.A. 2019. Perubahan Identitas Diri Dalam Eksistensialisme Kierkegaard: Relevansinya bagi Mental Warga Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9 (2), 77.

Hanafiah, Djohan. 1983. Sejarah Masjid Agung Palembang dan Masa Depannya. Jakarta: Mas Agung)

Lubis, dkk. 2003. Masjid Agung (Sebuah Persembahan Kepada Masyarakat Sumsel ). Palembang: Yayasan Masjid Agung Palembang.

Masrukhi & Wahono, M. 2019. Model Ikhtisar Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Masyarakat Desa. Jurnal BhinekaTunggal Ika, 6 (2), 182-183

Novita, Aryandini. Warisan Palembang ada di Kampung Arab. www.wordpress.com

Rochym, Abdul. 1983. Sejarah Arsitektur Islam: Sebuah Tinjauan. Bandung: Angkasa.

Suroto. (2016). Dinamika Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Memperkuat Karakter Unggul Generasi Muda. Pendidikan Kewarganegaraan, 6(2), 1040-1046.

Syarofie, Yudhy. 2007. Songket Palembang : Nilai Filosofis, Jejak Sejarah dan Tradisi. Palembang : Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Totok. T. 2018. Aktualisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Peneguh Karakter Kebangsaan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8 (2), 2.

Wadu, L.B. dkk. 2019. Keterlibatan Warga Negara dalam Pembangunan Berkelanjutan Melalui Kegiatan Karang Taruna. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9 (2), 3.

Zein, Abdul Baqir. 1999. Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insan




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v10i1.7165

Article Metrics

Abstract view : 802 times
PDF - 73 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

KERJASAMA DENGAN 

 

Diindeks oleh:

 



Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan oleh  Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ULM dilisensikan dengan  Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .  

Penghitung Bendera