PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN KEUNGGULAN LOKAL DALAM KURIKULUM KEJURUAN DI SMK NEGERI KABUPATEN TAPIN

Fatimah M.Hum

Abstract


Penelitian ini bertujuan mampu menjawab permasalahan yang diteliti , meliputi: pelaksanaan kurikulum kejuruan, pendidikan karakter dan keunggulan lokal dalam kurikulum kejuruan; format pengembangan pendidikan karakter dan keunggulan lokal dalam kurikulum kejuruan; relevansi kurikulum kejuruan dengan pendidikan karakter dan keunggulan lokal SMK Negeri 1 di Kabupaten Tapin.

Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan  data, (2) analisis data; dan (3) penyajian hasil analisis data (pelaporan). Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi dokumen kurikulum dan FGD yang merupakan metode riset kualitatif dengan cara diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Pihak yang terlibat dalam FGD dan informan penelitian merupakan para pemangku kepentingan bidang pendidikan yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin dan beberapa unsur terkait lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum kejuruan di SMK Negeri Kabupaten Tapin mengacu pada pendidikan sistem ganda(pembelajaran dan praktik). Pembelajaran mengacu pada Kurikulum 13 dan sebagian masih KTSP, sedangkan praktiknya bekerja sama dengan instansi terkait, dan perusahaan-perusahaan terkait dengan jurusan yang dimilki SMK Negeri yang bersangkutan Pengembangan nilai karakter diintegrasikan pada semua mata pelajaran, terutama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)  untuk bidang keahlian, dan mata pelajaran kejuruan sesuai jurusan kejuruan yang dimiliki sekolah yang bersangkutan, sedangkan pengembangan keunggulan lokal sesuai dengan potensi daerah miliki baik pertambangan, pertanian, dan perikanan Nilai-nilai karakter yang dikembangkan,   selain pada kegiatan intra tercantum dalam RPP, juga kegiatan keseharian dengan model pembiasaan, yakni nilai religius, kerja keras, disiplin. Kreatif, bertanggungjawab, dan inovatif untuk siap kerja Relevansi antara pendidikan karakter dan keunggulan lokal dilaksanakan dalam kegiatan intra, ekstra, dan ko korikuler di sekolah masing-masing sesuai dengan visi, misi, dan tujuan pendidikan di SMKNegeri yang bersangkutan, juga selaras dengan RPJMD kabupaten Tapin serta RPJPD Kalimantan Selatan

Penelitian ini merekomendasikan:1. Dilaksanakan pelatihan penilaian aspek sikap  berbasis kur-13 oleh disdikbud kab.Tapin melalui MGMP SMA/SMK/MA 2.Harus dipertimbangkan disdikbud kab.Tapin dan pemerintah daerah untuk penambahan jurusan dan guru bidang ahli agribisnis pertanian   sesuai keunggulan lokal yang menjadi primadona kab.Tapin

 

Kata kunci: kurikilum kejuruan SMKN, pengembangan pendidikan karakter, keunggulan lokal

Full Text:

PDF

References


Anoname. 2014. ‘Pengembangan Kurikulum SMK’; dalam Direktorat Pembinaan SMK, tersedia http://www.ditpsmk.net/post/read/2256/pengembangan-kurikulum-smk.html (diakses pada Senin 27 Aplil 2015)

Budimansyah, Dasim dan Suryadi, PKn dan Masyarakat Multikultural Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Sekolah Pascasarjana UPI, 2008.

Choirul Mahfud. 2011. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dedi Dwitagama. 2007. Penyusunan Model Kurikulum Keunggulan Lokal. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Departemen Agama, Pengembangan Kepribadian Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam, Departemen Agama, 2010

Doni Koesoema. 2010. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.

Kardiman, “Membangun Kembali Karakter Bangsa Melalui Situs Situs Kewarga-negaraan,” Acta Civicus: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Volume 2, Nomor 2, hh. 158-159.

Kementerian Pendidikan Nasional, Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional, 2013.

Killen, Roy. 1998. Effective Teaching Strategies, Lesson from Research and Practice, Second Edition. Australia: Social Science Press. Novak

Lickona, Thomas. 2012. Mendidik Untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab/penerjemah, Juma Abdu Wamaungo; editor, Uyu Wahyudin dan Suryani. Jakarta: Bumi Aksara.

Megawangi, Ratna Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta: BP Migas dan Star Energi, 2004

Samani, M dan Hariyanto. Pendidikan Karakter; konsep dan Model Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012

Oliva, Peter F. 1982. Developing the Curriculum. Toronto: Litle, Brown and Company.

Saylor, J. G., Alexander, W., & Lewis, A. 1980. Curriculum Planing for Better Teaching and Learning (4th ad.). New York: Holt, Rinehart and Winston.

Scriven, Michael. 1967. ‘The Methodology of Evaluation’. In: Stake, R.E. (Hg.): AERA Monograph Series on Curriculum Evaluation Vol. 1. Chocago: Rand McNally.

Soedarsono, S.. Pokok-Pokok Pikiran Tentang Konsep Dasar Pendidikan Karakter. Jakarta: Yayasan Jati Diri Bangsa, 2000.

Taba, Hilda. 1962. Curriculum Development: theory and practice. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Tanner and Tanner. 1980. Curriculum development: theory into practice. New York: Macmillan.

Zais, Robert. 1976. Curriculum: Principles and Foundations. Michigan: Crowell.

Perundang-undangan Republik Indonesia

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v6i11.726

Article Metrics

Abstract view : 57 times
PDF - 150 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Pendidikan Kewarganegaraan

KERJASAMA DENGAN 

 

Diindeks oleh:

 



Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan oleh  Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ULM dilisensikan dengan  Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .  

Penghitung Bendera