PARADIGMA MENTALITAS GURU YANG BERKELIMPAHAN (PROFIL PENDIDIK DI MASA DEPAN)

Yuhasnil Yuhasnil

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mentalitas guru di Indonesia dan juga melihat bagaimana profesi pendidik dimata guru itu sendiri. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif memberikan gambaran dan keterangan yang secara jelas, objektif, sistematis, analitis dan kritis mengenai mentalitas guru yang terdapat dalam karya Louis V.Gerstner, dkk dalam buku, Reinventing Education dan Harold W. Stevenson dan James W. Stigler, The Learning Gap (1992) . Hasil penelitian menunjukan bahwa Profesi guru tetap diagungkan, disanjung, dan dikagumi peran nya. Hanya saja, peran guru dimasa depan, menurut pakar pendidikan dari Amerika Louis V.Gerstner, dkk dalam buku, Reinventing Education (1995) atau Harold W. Stevenson dan James W. Stigler, The Learning Gap (1992) akan berubah , terutama menyangkut pola relasi antara guru dan lingkungan nya , dengan sesama guru, dengan murid, dengan orang tua, dengan kepala sekolah, dengan teknologi, dan dengan kariernya sendiri. Guru dimasa depan lebih tidak tampil sebagai pengajar (teacher); namun dalam bentuk pelatih , konselor, menager belajar, partisipan, pemimpin, pelajar, dan pengarang.

Kata Kunci : Profesi Guru, Peran Guru di Masa Depan. 

 


Full Text:

PDF

References


Attali, Jacques (1997), Millenium Ketiga: Yang Menang, Yang Kalah Dalam Tata Dunia Mendatang, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Beeby, C.E (1979), Assesment of Indonesia Education: A Guide in Plan ning. Wellington: New Zeland Council for Educational Research & Oxford University Press.

Covey, Stephen R. (1997), Principle – Centered Leadership (Kepemimpinan Yang Berprinsip). Jakarta: Binarupa Aksara.

Djojonegoro, Wardiman (1995), Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Departement Pendidikan dan Kebudayaan, 1995.

Freire, Paulo (1972), Pendidikan Kaum Tertindas, Jakarta: LP3ES.

Geertz, Clifford (1997), The Polities Meaning, in Claire Holt et.al (eds.), Culture and Politics in Indonesia, Ithaca: Cornell University Press.

Gordon, Thomas (1997), Teacher Effectivenes Training (Menjadi Guru Efektif); Jakarta: PT: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat (1984), Kebudayaan dan Mentalitas Pembangunan, Jakarta: PT. Gramedia.

Kennedy, Paul (1995), Menyiapkan Diri Menghadapi Abad Ke – 21 ; Terjemahan dari Preparing for the Twenty – First Century; Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sarjadi, Soegeng (1998), Reformosi Kebijakan Menyongsong Milenium Ketiga, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Supriadi, Dedi “Guru, Profesi Yang Kesepian”, Suara Karya, 25 Nopember 1995.

Tilaar, HAR (1992), Manajemen Pendidikan Nasional; Kajian Pendidikan Masa Depan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

........................(1997), Pengembangan Sumber daya Manusia dalam Era Globalisasi; Visi, Misi, dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020, Jakarta: PT. Grasindo

Afifuddin,dkk. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif, Rake Sarasisn. Yogyakarta

Noeng Muhadjir (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif ,Rake Sarasisn. Yogyakarta

Louis V, et.al (1995). Reinventing Education . Amazon. USA

Harold W. Stevenson and James W. Stigler, (1992)The Learning Gap. Simon and Sculter. USA

Saifuddin Anwar, (1998) Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Pelajar Offset,),

Afifudin,Et.al, (2012) Metodeologi Penelitian Kualitatif,(Pustaka Setia : Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.20527/kewarganegaraan.v10i1.8312

Article Metrics

Abstract view : 31 times
PDF - 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

KERJASAMA DENGAN 

 

Diindeks oleh:

 



Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan oleh  Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan ULM dilisensikan dengan  Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .  

Penghitung Bendera