KANDUNGAN Cd (CADMIUM) DAN Mn (MANGAN) PADA DAUN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) YANG DITANAM DENGAN PENAMBAHAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN LIMBAH KARET

Nurul Hikmah

Abstract


Dalam suatu industri, selain menghasilkan produk akhir juga menghasilkan produk sampingan yang berupa limbah pabrik. Salah satu teknik untuk mengolah limbah terutama limbah karet dengan lumpur aktif. Lumpur aktif adalah sistem penguraian dan oksidasi zat-zat organik oleh mikroorganisme aerob. Berdasarkan hasil uji laboratorium oleh Balai Pengembangan Teknologi dan Konstruksi (2009) pada sampel lumpur hasil pengolahan limbah karet, didapatkan hasil bahwa lumpur tersebut mengandung beberapa logam berat, seperti kadmium, timbal, tembaga, mangan, besi dan krom. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan logam Cd dan Mn pada bagian daun tanaman sawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik pengambilan data dengan menanam tanaman pada media tanah podsolik yang ditambahkan lumpur hasil pengolahan limbah karet dengan konsentrasi yang berbeda. Rancangan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), dilakukan dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertinggi Cd dan Mn pada daun tanaman sawi yang ditanam menggunakan lumpur hasil pengolahan limbah karet terdapat pada perlakuan VI dengan dosis lumpur 1000 gr dengan rata-rata 21x10-5mg/g dan 2538x10-5mg/g, sedangkan kandungan terendah terdapat pada perlakuan I dengan dosis 0 gr (kontrol) rata-rata 10x10-5 mg/g  dan 213x10-5 mg/g. Hasil uji statistik dengan analisis varian (uji F) didapat hasil bahwa F hitung > F tabel, yang berarti bahwa ada pengaruh akumulasi logam Cd dan Mn pada daun tanaman sawi. Berdasarkan hasil perhitungan lanjutan dengan uji BJND, diperoleh hasil bahwa perlakuan yang diberikan dengan lumpur hasil pengolahan limbah karet berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan I (kontrol).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.