PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI BERBASIS LABORATORIUM PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 BANJARBARU

Rina Octaviana

Abstract


Konsep sistem peredaran darah yang diajarkan di kelas XI IPA 2 hanya didominasi oleh kegiatan ceramah dan kegiatan berpusat pada guru. Jika hal ini dibiarkan maka siswa belajar hanya memperoleh pengetahuan belaka dan di dalam setiap pembelajaran siswa akan selalu pasif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa yang meliputi aktivitas siswa, aktivitas guru, hasil belajar siswa, respon siswa dan respon guru terhadap kegiatan pembelajaran sistem peredaran darah dengan menggunakan pendekatan inkuiri berbasis laboratorium. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Banjarbaru yang berjumlah 32 orang. Data hasil penelitian berupa hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran, hasil belajar berupa pre test dan pos test, hasil selama proses pembelajaran, respon siswa dan respon guru melalui pengisian angket. Analisis data hasil observasi siswa dan guru melalui reduksi data, pemaparan data, dan penyimpulan hasil analisis. Analisis data hasil belajar dengan menghitung ketuntasan individual dengan ketetapan ≥ 75, ketuntasan klasikal dengan ketetapan ≥ 85%, dan hasil selama proses pembelajaran ditetapkan secara kategorikal. Analisis data respon siswa dengan menghitung persentasi jawaban soal angket. Analisis respon guru dengan memaparkan pendapat guru mengenai pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pendekatan inkuiri berbasis laboratorium dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penggunaan pendekatan inkuiri berbasis laboratorium dalam pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas siswa, dari 11 parameter pengamatan 6 diantaranya mengalami peningkatan, menurunnya dominasi guru dari 10 parameter diantaranya 7 mengalami penurunan. Pada siklus 1 dan siklus 2 tidak ada siswa yang mengalami ketuntasan pre tes dan hasil pos test siklus 1 sebesar 75% dan hasil pos tes siklus 2 sebesar 87,50%. Hasil selama proses pembelajaran tergolong dalam kategori baik. Kegiatan pembelajaran mendapat respon yang positif dari siswa dan guru.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.