KANDUNGAN ALUMINIUM (Al) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR DAN IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DI DANAU GENTUNG DAYO EKS TAMBANG BATUBARA KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR

Masni Hidayati

Abstract


Kegiatan pertambangan batubara memiliki dampak negatif bagi lingkungan seperti berubahnya lahan tambang menjadi danau-danau, sehingga baku mutu lingkungan tidak terpenuhi dikarenakan adanya limbah B3 yang dapat mencemari lingkungan karena adanya logam berat. Pada perairan peningkatan kadar logam berat yang berlebihan akan mengakibatkan logam berat yang semula dibutuhkan untuk proses-proses metabolisme oleh organisme air seperti ikan akan berubah menjadi racun bagi ikan tersebut. Peningkatan logam berat dalam tubuh ikan tersebut dapat menyebabkan efek akumulatif bagi organisme yang mengonsumsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kandungan logam Al dan Mn pada air danau Gentung Dayo dan pada daging ikan patin (Pangasius pangasius) masih berada dalam ambang batas baku mutu yang telah ditetapkan atau tidak. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 titik yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Al (rata–rata 0,222 mg/L) pada air danau Gentung Dayo telah  berada di atas ambang batas baku mutu yaitu sebesar 0,2 mg/L, sedangkan kandungan logam Al pada daging ikan patin yaitu (<0,0020 mg/Kg), hal ini menunjukkan bahwa kadar Al pada air tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kadar Al dalam daging ikan patin. Kandungan logam Mn pada air (rata-rata 1,019 mg/L) telah berada di atas ambang batas baku mutu yaitu 0,1 mg/L, sedangkan kandungan Mn pada daging ikan patin (Pangasius pangasius) yaitu (0,147 mg/Kg), masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang telah ditentukan yaitu 3,0 mg/Kg. Adanya logam berat dalam air dan daging ikan patin di danau Gentung Dayo ini, maka perlu disampaikan kepada masyarakat kabupaten Paser Kalimantan Timur, khususnya masyarakat desa Petangis tentang adanya kandungan logam berat Al dan Mn pada air dan ikan patin di danau Gentung Dayo.

Refbacks