KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN MAHAR (Kleinhovia hospita L.) DI DESA BATU TANGGA KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR

Ema Lestari

Abstract


Kajian etnobotani adalah ilmu botani mengenai pemanfaatan tumbuhan dalam keperluan sehari-hari dan adat suku bangsa. Masyarakat banjar Desa Batu Tangga Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bahan pangan, ramuan obat dan bahan industri. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode wawancara yang meliputi: kajian botani, etnofarmakologi, etnoantropologi, etnoekonomi, etnolinguistik dan etnoekologi. Hasil penelitian etnobotani tumbuhan mahar yaitu bentuk hidup pohon, batang simpodial, akar tumbuhan merupakan akar tunggang, daun mahar termasuk daun tunggal, bunga mahar merupakan bunga yang majemuk, berbentuk tandan, mahar bertipe buah kotak yaitu buah bumbung (kajian botani). Daun untuk mencegah pertumbuhan uban dan juga dapat digunakan sebagai obat mimisan (kajian etnofarmakologi).Tumbuhan mahar ini tidak memiliki nilai etnoantropologi (kajian etnoantropologi). Kayu sebagai pegangan pisau atau disebut “kumpang parang” dalam bahasa daerah setempat(kajian etnoekonomi). Pemberian nama tumbuhan diberi nama mahar karena tumbuhan ini bentuk daunnya seperti simbol cinta atau berbentuk jantung yang biasanya juga digunakan sebagai simbol mahar perkawinan pada masyarakat setempat (kajian etnolinguistik). Tumbuhan mahar di daerah tersebut tumbuh dengan suhu udara 30-320C, kelembaban udara 63-70%, kelembaban tanah 80-100%, pH tanah 6,4-6,6, intensitas cahaya 2100-3100 Lux, kecepatan angin 0,6-0,65 (m/s), ketinggian tempat 60-62 mdpl (kajian etnoekologi).

Kata Kunci : Kajian etnobotani, tumbuhan mahar, masyarakat banjar


Full Text:

PDF

References


Cronquist A. 1981. An Integrated System Of Classification of Flowering Plants. Columbia University Press, New York.

Dharmono. 2007. Kajian Etnobotani Tumbuhan Jalukap (Centella asiatica L.) Di Suku dayak Bukit Desa Haratai 1 Loksado.Jurnal Bioscientiae. 4 (2) 71-78.

Irwanto. 2006. Perspektif Silvika Dalam Keanekaragaman Hayati dan Silvikultur. http.//www.Irwantoshut.com.

Juniarti, 2010. Pengetahuan Etnobotani Masyarakat Desa Pakuli Dalam Pemanfaatan Jenis-jenis Tanaman Sebagai Obat Tradisional Penyakit Usus Buntu Di Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako.

Karmawati Elna, Zainal Mahmud, M. Syakir, S. Joni Munarso, Ketut Ardana, dan Rubiyo. 2010. Budidaya dan Pascapanen Kakao. Puslitbang Perkebunan. Bogor.

Martin, G. J. 1998. Etnobotani : Sebuah manual pemeliharaan Manusia dan Tumbuhan. Edisi Bahasa Melayu Terjemahan Maryati Mohamed, Natural History Publications (Borneo) Sdn. Bhd. Kinabalu. Sabah. Malaysia.

Raflizar & Marice Sihombing. 2009. Dekok daun Paliasa (Kleinhovia hospita L.) sebagai obat radang hati akut.Jurnal Ekologi Kesehatan. 8 (2) 984-993.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Terjemahan Prof. Dr. Kosasih Padmawita. ITB, Bandung.

Steenis, V.C.C.T.G.I. 2003. Flora. Paradya Pratama. Jakarta

Surasana, E.S. & Taufikkurrahman. 1994. Pengantar Ekologi Tumbuhan. ITB. Bandung.

Suryadarma. 2008. Diktat Kuliah Etnobotani. Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Yunita, Azidi Irwan, dan Radna Nurmasari. 2009. Skrining Fitokimia Daun Tumbuhan Katimaha (Kleinhovia hospita L.).Jurnal Ilmiah Berkala Sains dan Terapan Kimia. 3 (2) 112-123.


Article Metrics

Abstract view : 179 times
PDF - 286 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.