Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Aklimatisasi Berbagai Jenis Anggrek (Orchidaceae) Kultur Jaringan
Abstract
Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 x 3, diulang tiga kali. Intensitas cahaya (P) adalah faktor petak utama dengan tiga taraf (p1, p2, dan p3). Berbagai jenis anggrek (A) adalah faktor anak petak dengan tiga taraf (a1, a2, dan a3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Hasil tertinggi pada perlakuan intensitas cahaya teramati pada p3 dengan 10,05 SPAD, sedangkan hasil terendah pada p2 dengan 8,85 SPAD. Demikian pula, penelitian menemukan bahwa perbedaan jenis anggrek tidak secara signifikan mempengaruhi parameter apa pun. Hasil tertinggi pada perlakuan jenis anggrek teramati pada a3 dengan 11,44 SPAD, sedangkan hasil terendah pada a1 dengan 7,94 SPAD. Penelitian ini juga menemukan bahwa interaksi antara intensitas cahaya dan jenis anggrek tidak secara signifikan mempengaruhi parameter tanaman apa pun. Kandungan klorofil tertinggi pada daun anggrek teramati pada perlakuan p₃a₃ dengan 12,35 SPAD, sedangkan terendah pada perlakuan p₁a₁ dengan 6,67 SPAD.
Kata Kunci: Intensitas cahaya, anggrek, kultur jaringan.
Full Text:
PDFReferences
Ayuningtyas, U., et al. (2020). Pengaruh Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium Agrohorti pada Tahap Aklimatisasi. Journal of Precision Agriculture, 4(2): 148 – 159.
Dharmadewi, M.I.A.A. (2020). Analisis Kandungan Klorofil pada Beberapa Jenis Sayuran Hijau Sebagai Alternatif Bahan Dasar Food Suplement. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 11(2): 171 -176.
Erfa, L., Maulida, D., Sesanti, R.N., dan Yuriansyah. (2019). Keberhasilan Aklimatisasi dan Pembesaran Bibit Kompot Anggrek Bulan (Phalaenopsis) pada Beberapa Kombinasi Media Tanam. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 19(2): 121-126.
Paul, P., S. Kumaria. (2017). Orchids, the marvelous plant. The Nehu Journal, 15(1): 31-40.
Sayekti, S., Harpeni, E., dan Muhaemin, M. (2017). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Kandungan Klorofil-a dan -c Zooxanthelae dari Isolat Karang Lunak Zoanthus sp. Jurnal Maspari, 9(1): 61 – 68.
Silalahi, M. dan Nisyawati. (2015). Pemanfaatan Anggrek Sebagai Bahan Obat Tradisional Pada Etnis Batak Sumatra Utara. J.Biologi, 14(2): 187–193.
Tika, Y. Y., dan Sudarti, S. (2021). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kunyit. Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya (JUPITER), 2(2): 52.
Wahyudiningsih, T. S., Nion, Y.A. dan Pahawang. (2017). Pemanfaatan Anggrek Spesies Kalimantan Tengah Berbasis Kearifan Lokal yang Berpotensi sebagai Bahan Obat Herbal. Jurnal Biodjati, 2(2): 149-158.
Yustiningsih, M. (2019). Intensitas Cahaya dan Efisiensi Fotosintesis pada Tanaman Naungan dan Tanaman Terpapar Cahaya Langsung. Jurnal Pendidikan Biologi, 4(2): 44–49.
Zainal, A., Hasbullah, F., Akhir, N., dan Hervani, D. (2022). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Kalsium Oksalat Tanaman Talas Putih (Xanthosoma Sp.). Jurnal Pertanian Agros, 24(1): 514 – 525.
DOI: https://doi.org/10.20527/agtview.v8i2.15405
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Agroekotek View
Editorial Office:
Department of Agroecotechnology
Faculty of Agriculture
Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Ahmad Yani Km.36 Mail-box 1028 Banjarbaru 70714
South of Kalimantan - Indonesia
Phone: (0511) 4772254

Agroekotek View is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
E-ISSN: 2715-4815
.png)