Pengaruh Wadah Semai Dan Komposisi Media Semai Terhadap Perkecambahan Benih Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Firmansyah, I. & A. Hermawan. (2017). Soil Block Teknologi Pembibitan Masa Depan. J. Hort. 10 (2) : 20-22.
Vaverková, M., Adamcová, D., Kotovicová, J., & Toman, F. (2014). Evaluation of biodegradability of plastics bags in composting conditions. Ecological Chemistry and Engineering S. Czech Republic. Ecol. Chem. Eng. 21(1): 45-57.
Suita, E. Dede, J. S. & Rina, K. 2017. Pertumbuhan Bibit Kaliandra Pada Beberapa Komposisi Media Semai Cetak di Persemaian dan Lapangan. J. Pen. Hut. Tan., 14(1): 73-84.
Aksi Agraris Kanisius. 1983. Dasar-dasar Bercocok Tanam. Kanisius. Yogyakarta.
Poerwowidodo, 1990. Gatra Tanah dalam Pembangunan Hutan Tanaman di Indonesia. Rajawali Press. Jakarta.
Muliawan, L. (2009). Pengaruh Media Semai Terhadap Pertumbuhan Pelita (Eucalyptus pellita F.Muell). Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Badan Pusat Statistik. (2018). Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka Kalimantan Selatan 2017. BPS Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan.
Pangestuti, R. & Endang, S. (2011). Potensi Penggunaan True Seed Shallot (TSS) Sebagai Sumber Benih Bawang Merah di Indonesia. Prosiding Semiloka Nasional “Dukungan Agro-Inovasi untuk Pemberdayaan Petani”. Semarang.
Basuki, R. S. (2009). Analisa Kelayakan Teknis dan Ekonomis Teknologi Budidaya Bawang Merah dengan Biji Botani dan Benih Umbi Tradisional. J. Hort., 19(2): 214-227.
Murniati, E., & S. Marlina. (2006). Pengaruh Jenis Media Perkecambahan dan Perlakuan Pra Perkecambahan terhadap Viabilitas Benih Menkudu (Morinda Citrifolia L.) dan Hubungannya dengan Sifat Dormansi Benih. J. Agronomi Indonesia, 34(2): 119-12.
Widodo. D. W., K. Suketi dan S. Yurihastuti. (2018). Pegaruh Komposisi Media Tanam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Benih Pepaya di Pembibitan dan di Lapangan. Bul. Agrohorti 6(2): 250-257.
Sopha, G. A., N. Sumarni, W. Setiawati & Suwandi. (2015). Teknik Penyemaian Benih True Shallot Seed untuk Produksi Bibit dan Umbi Mini Bawang Merah. J. Hort. 25 (4): 318-330.
Suseno, H. (1981). Fisiologi Tumbuhan Metabolism Dasar dan Beberapa Aspeknya. Depatemen Botani Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Gardner, D. G. & L. L. Cummings. (1988). Activation Theory and Job Design: Review and Reconceptualization. JAI Press Inc. Stamford.
Fitter A. H. & R. K. M. Hay. (1998). Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Sopha, G. A., N. Sumarni, W. Setiawati & Suwandi. (2015). Teknik Penyemaian Benih True Shallot Seed untuk Produksi Bibit dan Umbi Mini Bawang Merah. J. Hort., 25 (4): 318-330.
Simanjuntak, P. G. B. P. & Y. B. S Heddy. 2018. Respon Tanaman Horenso (Spinacia Oleraceae L.) Terhadap Media Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat) dan Pupuk Cair Kotoran Kelinci. J. Produksi Tanaman, 6 (5): 723-728.
Gardner, F.P., Perace, R.B., & Mitchell, R.L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta.
Hardjowigeno, S. 1995. Ilmu Tanah. Rajawali Press. Jakarta.
DOI: https://doi.org/10.20527/agtview.v7i2.5604
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Agroekotek View
Editorial Office:
Department of Agroecotechnology
Faculty of Agriculture
Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Ahmad Yani Km.36 Mail-box 1028 Banjarbaru 70714
South of Kalimantan - Indonesia
Phone: (0511) 4772254

Agroekotek View is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
E-ISSN: 2715-4815
.png)