Aplikasi Metode Diagnosis And Recommendation Integrated System Dalam Rangka Pemupukan Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) di Kelurahan Landasan Ulin Kota Banjarbaru
Abstract
Full Text:
PDFReferences
Agustina, S., W. Pudj, dan A.H. Hexa. (2014). Analisis Fenetik Kultivar Cabai Besar Capsicum annum L. dan Cabai Kecil Capsicum frutescens L. Scripta Biologica, 1 (1) : 117-125.
Amrutha, R.N.P., S. Nataraj, K.V. Rajeev, dan P.B.K Kavi. (2007). Genome-wide Analysis and Identification of Genes Related to Potassium Transporter Familiesin Rice (Oryza sativa L.). J. Plant Sci, 172: 708-21.
Badan Pusat Statistik. (2015). Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit, dan Bawang Merah.
Badan Pusat Statistik. (2017). Produksi Tanaman Sayuran Menurut Provinsi dan Jenis Tanaman.
Beaufils, E.R. and M.E. Sumner. (1976). Application of the DRIS approach for calibrating soil and plant factor in their effect on yield of sugarcane. Proc. the South African Sugarcane Technologists Association. Beltsville US.
Bratney, Mc., A.B. dan M.J. Pringle. (1997). Spatial variability in soil Implication for Precision Agriculture In J.V. Stafford (Ed) Precision Agriculture. Bioss Scientific Publ. Ltd. Oxford, United kingdom, 1:3 – 31.
Cahyono, B. (2003). Cabai rawit. Kanisius. Yogyakarta.
Cakmak, I. (2001). Plant nutrition research: Priorities to meet human needs for food in sustainable ways. In: Plant nutrition: Food security and sustaineblity of agro-ecosystems, W. J. horst, M. K. Schenk, A. Burkert, et al., Eds., 4-7. Dordrecht: Kluwer Academic.
Hardjowigeno, S. (1992). Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.
Havlin, J.L., J.D. Beaton, S.L. Tisdale, and W.L. Nelson. (2005). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management. 7th Ed. Pearson Prentice Hall, New Jersey.
Kasno. A. dan S. Diah. (2008). Neraca Hara N, P, dan K pada Tanah Inceptisols degnan Pupuk Majemuk untuk Tanaman Padi. J. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 27 (3) : 141-147.
Mahbub, M., Z. T. Mariana, dan A.S. Riza. (2015). Penerapan Diagram DRIS untuk Keseimbangan Hara pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Makalah. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Marschner, H. (1986). Mineral Nutrition of Higher Plants. 2nd Ed. Academic Press. San Diego, California.
Mattjik AA dan Sumertajaya M. (2000). Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid I. IPB Press. Bogor.
Napitupulu, D. dan L. Winarto. (2010). Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K terhadap Pertumbuhan dan produksi Bawang Merah. J. Hort, 20 (1) : 27-25.
Nata, I Nyoman Indra, B. (2020). Pengaruh Pemberian Berbagai Macam Pupuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Gumitir (Tagetes Erecta L.). Jurnal. Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Putri, A. Tuah. (2018). Pengaruh dosis pupuk urea dan dosis pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
Ruhnayat, A. (2007). Penentuan kebutuhan pokok unsur hara N, P, K untuk pertumbuhan tanaman panili (Vanilla planiflolia Andrews). Bul.Littro, XVIII(1): 49-59.
Santika. (2002). Agribisnis Cabai. Penebar Swadaya. Jakarta.
Saputra, R.A. (2013). Keseimbangan Hara Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Pada Tanah Bertekstur Lempung Menggunakan Metode Dris. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.
Saputra, A.R. (2021). Diagram Dris Untuk Menilai Keseimbanganhara Tanaman Jeruk Siam Banjar (Citrus Suhuensis L.) di Lahan Pasang Surut Desa Sungai Kambat Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Jurnal. Universitas Lambung Mangkurat.
Saputra, A.R. (2017). Keseimbangan Hara Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Pada Tanah Bertekstur Lempung Menggunakan Metode Dris. Jurnal. Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.
Sari. S.L., S. Rija, dan T.S. Emma. (2017). Aplikasi PCO Plus pada Tanah Bekas Tambang Baatu Bara Merah terhadap Serapan P, Cad an B serta Fruitset Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.). Jurnal Agrikultura, 28 (2): 68-73.
Setyamidjaja, D. (1986). Pupuk dan Pemupukan Tanah Pertanian. CV. Simplex. Jakarta.
Setyorini, D., J.S. Adiningsih, dan S. Rochayati. (2003). Uji Tanah sebagai Dasar Penyusun Rekomendasi Pemupukan. Seri Monograf No.2. Sumberdaya Tanah Indonesia. Balai Penelitian Tanah.
Suriatna, S. (1977). Pupuk dan Pemupukan. PT. Medyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Swastika, S., P. Dian, H. Taufik, dan B.A. Kuntoro. (2017). Teknologi Budidaya Cabai Merah. Badan Penerbit Universitas Riau UR Press. Riau.
Uchida, R. (2000). Essential Nutrients for Plant Growth: Nutrient Functions and Deficiency Symptoms. In Plant Nutrient Management in Hawaii’s Soils, Approaches for Tropical and Subtropical Agriculture. College of Tropical Agriculture and Human Resources. University of Hawai at Manoa.
Wibowo, A. (2017). Penerapan Pemupukan Berimbang Spesifikasi Lokasi. http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/teknologi-pertanian/123-penerapan-pemupukan-berimbang-spesifik-lokasi diakses 10 Oktober 2019.
DOI: https://doi.org/10.20527/agtview.v7i2.5682
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Agroekotek View
Editorial Office:
Department of Agroecotechnology
Faculty of Agriculture
Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Ahmad Yani Km.36 Mail-box 1028 Banjarbaru 70714
South of Kalimantan - Indonesia
Phone: (0511) 4772254

Agroekotek View is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
E-ISSN: 2715-4815
.png)