Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Salatiga

Faizal Risdianto, Imam Mas Arum

Abstract


Tujuan pengabdian masyarakat ini ialah penguatan moderasi beragama dna toleransi melalui “Quotes” di kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Kota Salatiga. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan model Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) yang menyajikan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah) dalam agama Islam sebagai upaya menghadapi keberagaman dalam konteks kehidupan kebangsaan dalam lingkup mikro di sebuah kampung di Kota Salatiga. Dalam Pengabdian Masyarakat berjudul “Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Salatiga ini telah dihasilkan dua poin simpulan: Pertama, Pengabdian Masyarakat “Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Salatiga telah melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota karang taruna. Kerjasama telah terlaksana dengan sangat baik dan tidak ada Kendala yang berarti. Kedua, hasil atau dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang secara umum ditemukan data sebagai berikut: 100 persen warga RW Mrican menyatakan setuju dengan konsep Moderasi dan Toleransi Beragama dan 97,7 % warga RW Mrican mengharapkan moderasi dan toleransi Beragama terus bertumbuh di lingkungan RW Mrican. 95,3 % warga RW Mrican menyatakan setuju dengan adanya literasi Quotes akan membantu banyak orang untuk memiliki kesadaran dalam moderasi dan toleransi beragama.

 

This community service strengthens religious moderation and tolerance by utilizing “Quotes” in Mrican village, Gendongan, Tingkir, Salatiga City. This community service used the Participatory Action Research (PAR) model, which presents the values of moderation (wasathiyyah) in Islam as an effort to face diversity in the context of national life in a scope of a village in Salatiga City. In the devotional research entitled “Strengthening Religious Moderation and Tolerance Through 'Quotes' in Mrican Village, Gendongan, Tingkir, Salatiga, two conclusions have been drawn: First, the devotional research “Strengthening Religious Moderation and Tolerance through 'Quotes' in Mrican Village, Salatiga has involving religious leaders, community leaders and members of the youth organization. Cooperation has been carried out very well, and there are no significant obstacles. Second, the positive results or impacts of this community service activity can be seen from the results of the questionnaire, which generally found the following data: 100 % of RW Mrican residents agreed with the concept of Moderation and Religious Tolerance, and 97.7% of RW Mrican residents expected religious moderation and tolerance continues to grow in the Mrican RW environment. 95.3% of RW Mrican residents agree that the literacy of Quotes will help many people be aware of religious moderation and tolerance.

 


Keywords


Literasi; Moderasi Beragama; Toleransi

Full Text:

PDF

References


Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: CV Jejak (Jejak Publisher).

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi beragama di indonesia. Intizar, 25(2). Retrieved from http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/5640

Falabiba, N. E., Zhang, Y. J., Li, Y., & Chen, X. (2014). Penguatan moderasi beragama melalui tradisi ritual keagamaan Novita. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 5(2), 40–51.

Hasan, M. (2021). Prinsip moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa. Jurnal Mubtadiin, 7(2), 110–123. https://doi.org/https://doi.org/10.31219/osf.io/7hyru

Isang, N., & Dalmasius, S. (2021). Mengembangkan moderasi beragama berorientasi pada kearifan lokal dayak bahau bateq. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 5(2), 98–111.

Muasmara, R., Suri, D. A., Astuti, D. F., Wahyuni, D., Meliany, M., Ridwan, M., … Qatrunnada, S. (2022). Menggali nilai-nilai moderasi beragama pada tradisi doa makam di kampung gisi desa tembeling. JPPM Kepri: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau, 2(1), 22–33.

Permatasari, C. (2021). Menteri Agama: Moderasi beragama menjadi sangat penting.

Purnomo, B. (2022). Pentingnya moderasi beragama di indonesia.

Ririn, N. U. R., Hasini, R., & Nasution, T. A. (2021). Keberfungsian keluarga sebagai basis penguatan utara. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam, 4(2), 312–321.

Rumahuru, Y. Z. (2021). Pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama: strategi merawat keberagaman di indonesia. Kurios, 7(2). https://doi.org/https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.323

Satriono, S. (2021). Badan pusat statistik. Retrieved from https://salatigakota.bps.go.id/publication/2022/02/25/39a51712833f149bd0911131/indeks-pembangunan-manusia-kota-salatiga-2021.html

Setiawan, S. K. (2007). Menulis ilmiah: metode penelitian kualitatif. Yayasan Obor Indonesia.

Suwendra, I. W. (2018). Metodologi penelitian kualitatif dalam ilmu sosial, pendidikan, kebudayaan. Jakarta: NilaCakra.

Tapingku, J. (2021). Opini: Moderasi beragama sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Retrieved from https://www.iainpare.ac.id/moderasi-beragama-sebagai-perekat/

Umar, N. (2019). Islam nusantara jalan panjang moderasi di indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Wahyudi, D., & Kurniasih, N. (2021). Literasi moderasi beragama sebagai reaktualisasi “jihad milenial” era 4.0. MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Dan Kebudayaan Islam, 1(1), 1–26. Retrieved from https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/moderatio/article/view/3287




DOI: https://doi.org/10.20527/btjpm.v4i2.5152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  Indexed by:

   

Flag Counter

 

Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0

From March 27, 2020 to June 3, 2020

View My Stats

From Juni 4, 2020 to present (updated stats)

View My Stats