Sosialisasi Pangan Darurat di Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Abstract
Desa Wangun Jaya-Cianjur, merupakan desa yang terdampak bencana gempa, sehingga ketersediaan pangan terganggu akibat aksesibilitas jalur distribusi terhambat. Pangan darurat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, sehingga diadakan PKM terkait pangan darurat. Salah satu komoditi desa adalah sapi dan ikan. Produk olahan berbasis sapi dan ikan seperti ikan asap, abon ikan, abon sapi, berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan darurat. Kegiatan PKM bertujuan untuk membangkitkan semangat dan meningkatkan pengetahuan masyarakat agar tetap menjalankan kegiatan pengolahan hasil pertanian berbasis sumber daya hewani yang ada di desa serta mampu diproduksi secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2022, yang terdiri dari tiga kegiatan meliputi diskusi, sosialisasi (ceramah dan diskusi tanya jawab), serta evaluasi. Hasil post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pangan darurat, produk-produk pangan darurat, dan karakteristik kritis produk pangan darurat. Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa mitra bersemangat untuk membuat produk pangan darurat dan menjadikan Desa Wangun Jaya menjadi desa tangguh bencana.
Wangun Jaya Village (Cianjur) is a village that was affected by the earthquake, so food availability was disrupted due to the hampered accessibility of distribution channels. Emergency food is one of the solutions to overcome this, so PKM is held in relation to emergency food. One of the village's main commodities is cattle, followed by fish. Processed products based on beef and fish, such as smoked fish, shredded fish, and shredded beef, have the potential to be developed as emergency foods. PKM activities aim to increase knowledge and arouse the enthusiasm of the community, especially farmer groups, to continue to be able to carry out agricultural product processing activities with an approach to utilizing natural resources found in the village and which can be produced independently. The activity was conducted on December 9, 2022, and has three stages: discussion, socialization (lectures and Q&A sessions), and evaluation. The post-test findings demonstrate an improvement in public awareness of emergency food, emergency food items, and the essential qualities of emergency food products. The activity's outcomes also demonstrate the partners' enthusiasm for producing emergency food items and making Wangun Jaya Village a disaster-resistant community.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Briliannita, A. (2020). Daya terima dan nilai gizi mi instan dari tepung sagu dan protein ikan gabus sebagai makanan darurat. Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 52-58.
Costa, W. Y. (2022). Bahan ajar membuat abon sapi. In. Retrieved from https://bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id/storage/app/media/uploaded-files/MEMBUAT%20ABON%20SAPI.pdf
Ekafitri, R., & Faradilla, R. F. (2011). Pemanfaatan komoditas lokal sebagai bahan baku pangan darurat. Jurnal Pangan, 20(2), 153-162.
Ekafitri, R., & Isworo, R. (2014). Pemanfaatan kacang-kacangan sebagai bahan baku sumber protein untuk pangan darurat the utilization of beans as protein source for emergency food. Jurnal Pangan, 23(2), 134-145.
Harianti, R., & Tanberika, F. S. (2018). Pemberdayaan wanita tani melalui produksi abon ikan lele. JPPM Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 167-180.
Humas-Jabar. (2022). Dinas ketahanan pangan dan peternakan jabar inventarisasi hewan ternak. Retrieved from https://jabarprov.go.id/berita/dinas-ketahanan-pangan-dan-peternakan-jabar-inventarisasi-hewan-ternak-7782
Kusumastuty, I., Fandianty, L., & Julia, A. R. (2015). Formulasi food bar tepung bekatul dan tepung jagung sebagai pangan darurat. Indonesian journal of human nutrition, 2(2), 68-75.
Mariam, S. (2019). Pengembangan Pangan Darurat Untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi Masyarakat Di Daerah Terdampak Bencana. Paper presented at the Seminar Nasional Matemaktika, Sains, dan Teknologi, (Peran Matematika, Sains, dan Teknologi dalam Kebencanaan), 03
Oktober 2019, Universitas Terbuka Convention Center.
Puspitasari, M. L., Wulansari, T. V., Widyaningsih, T. D., Maligan, J. M., & Nugrahini, N. I. P. (2016). Aktivitas Antioksidan Suplemen Herbal Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dan Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.): Kajian Pustaka [In Press Januari 2016]. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4(1).
Ramadhan, G., Agustia, F., Subardjo, Y., & Betaditya, D. (2019). Transfer teknologi peningkatan mutu dan umur simpan abon sapi di ukm nyi upik desa pamijen sokaraja. Dimas Budi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Setia Budi, 3(1), 6-11.
Sulistijowati, R. (2018). Mekanisme pengasapan ikan. SNI, 9(240).
Susanti, T. M. I., & Panunggal, B. (2015). Analisis antioksidan, total fenol dan kadar kolesterol pada kuning telur asin dengan penambahan ekstrak jahe. Journal of Nutrition College, 4(4), 636-644.
Swastawati, F. (2018). Peer review Teknologi Pengasapan Ikan. In. Retrieved from http://doc-pak.undip.ac.id/2430/2/Buku%20Teknologi%20Pengasapan%20Ikan%20Tradisional.pdf
Syamsir, E. (2008). Pengembangan Pangan Darurat. In. Retrieved from http://www.ilmupangan.com
Tagar.id. (2020). Perairan Kabupaten Cianjur Ditebar Bibit Ikan Nila. In. Retrieved from https://www.tagar.id/perairan-kabupaten-cianjur-ditebar-bibit-ikan-nila
Tato’Alik, A. (2013). A Study on consumer acceptance of tilapia abon (oreochromis niloticus) with the addition white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). Universitas Riau, Pekanbaru.
DOI: https://doi.org/10.20527/btjpm.v5i1.7321
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by: Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under From March 27, 2020 to June 3, 2020 From Juni 4, 2020 to the present (updated stats) |











