Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Konsumsi Makanan dan Minuman Manis sebagai Determinan Penyakit Diabetes Mellitus di Usia Muda
Abstract
Saat ini 25% remaja dengan kelebihan berat badan menunjukkan adanya tanda-tanda gejala diabetes mellitus. Hasil studi pendahuluan menjelaskan bahwa siswa dan siswi SMP IT Mutiara Hati, memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan fast food, minuman kemasan berpemanis dan jarang mengkonsumsi buah dan sayur yang dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes mellitus di masa mendatang. PKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang bahaya konsumsi makanan dan minuman manis melalui informasi kepada para remaja agar dapat menjaga pola konsumsi makanan dan minuman berpemanis serta gaya hidup yang sehat. Kegiatan peningkatan pengetahuan ini diselenggarakan pada bulan Januari 2023 dengan sasaran kelompok usia muda di SMP IT Mutiara Hati Kota Semarang sebanyak 43 siswa. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengukuran BB dan TB untuk mengetahui IMT dan status kesehatan, edukasi atau penyuluhan seputar faktor risiko diabetes mellitus dan bahaya makanan dan minuman manis, menilai efektivitas penyuluhan melalui penilaian sebelum dan sesudah penyuluhan dengan paired T-test. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan nilai pengetahuan siswa yang awalnya 71,86±8,24 meningkat menjadi 82,58±9,78 tentang faktor risiko diabetes mellitus dan bahaya makanan dan minuman manis. Perlu adanya komitmen dari siswa, pendampingan dan pengawasan dari guru atau orang tua agar makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa berkualitas dengan kalori seimbang.
Currently, 25% of overweight adolescents show signs of diabetes mellitus. The results of the preliminary study explained that students at SMP IT Mutiara Hati have a habit of consuming fast food, packaged sweetened drinks, and rarely consuming fruits and vegetables, which can increase the risk of developing diabetes mellitus in the future. There needs to be health education about the dangers of consuming sweet foods and drinks to provide information to adolescents so they can reduce consumption of sweetened foods and drinks and have a healthy lifestyle. This counseling activity was held in January 2023 at SMP IT Mutiara Hati, Semarang. The series of activities included measuring weight and height to determine BMI and health status, education or counseling about risk factors for diabetes mellitus and the dangers of sweet food and drinks, and assessing the effectiveness of counseling through assessment before and after counseling. This activity proved to be effective in increasing students' knowledge scores, which initially increased from 71.86 ± 8.24 to 82.58 ± 9.78 about the risk factors for diabetes mellitus and the dangers of sweet foods and drinks. There needs to be a commitment from students, assistance, and supervision from teachers or parents so that the food and drinks consumed by students are of high quality with balanced calories.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ezzati, M., & Riboli, E. (2013). Behavioral and dietary risk Factors for noncommunicable diseases. New England Journal of Medicine, 369(10), 954–964.
Flegal, K. M. (2017). Body-mass index and all-cause mortality. The Lancet, 389(10086), 2284–2285.
Isfandari, S. (2014). Analisa faktor risiko dan status kesehatan remaja indonesia pada dekade mendatang. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 42(2), 122–130.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi dan Analisis Diabetes.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Remaja Indonesia Harus Sehat.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus 2020. In Pusat Data dan Informasi
Kementerian Kesehatan RI (pp. 1–10).
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Minuman Manis “Kekinian” Tingkatkan Risiko Kematian. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1706/minuman-manis-kekinian-tingkatkan-risiko-kematian
Ley, S. H., Schulze, M. B., Hivert, M.-F., Meigs, J. B., & Hu, F. B. (2018). Risk factors for type 2 diabetes. In C. C. Cowie, S. S. Casagrande, A. Menke, M. A. Cissell, M. S. Eberhardt, J. B. Meigs, E. W. Gregg, W. C. Knowler, E. Barrett-Connor, D. J. Becker, F. L. Brancati, E. J. Boyko, W. H. Herman, B. V Howard, K. M. V. Narayan, M. Rewers, & J. E. Fradkin (Eds.), Diabetes in America. 3rd ed. Bethesda (MD): National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (US); 2018 Aug. CHAPTER 13. PMID: 33651531.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24910231
Luthansa, N., & Pramono, D. (2017). Indeks massa tubuh dan kejadian diabetes melitus pada penduduk dewasa di indonesia: Analisis data the indonesian family life. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(4), 167–172.
Nuraisyah, F. (2018). Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 13(2), 120–127.
WHO. (2020). Noncommunicable Diseases.
Riskawaty, H. M. (2022). Penyuluhan kesehatan: identifikasi resiko diabetes melitus pada remaja di sma 8 kota mataram nusa tenggara barat tahun 2022. Jurnal Lentera, 2(1), 185–192.
Robert Blum, W. H. G. (2014). Non-communicable diseases and adolescents: An opportunity for action. 1–20.
Silalahi, L. (2019). Hubungan pengetahuan dan tindakan pencegahan diabetes mellitus tipe 2. Jurnal PROMKES, 7(2), 223.
Susanti, T. (2016). Hubungan pola konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja di sma muhammadiyah 3 yogyakarta. Kesehatan, 1–16.
Takumansang, S. A. (2017). Hubungan konsumsi fast food terhadap obesitas remaja di smp muhammadiyah 9 yogyakarta. Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 1–10.
Umar, F. A., Bodhi, W., & Kepel, B. J. (2013). Gambaran gula darah darah pada remaja obes di minahasa. Jurnal E-Biomedik, 1(1).
Wang, Z. (2016). Body mass index and all-cause mortality. JAMA, 316(9), 991.
DOI: https://doi.org/10.20527/btjpm.v5i3.8449
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by: Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under From March 27, 2020 to June 3, 2020 From Juni 4, 2020 to the present (updated stats) |











