HUBUNGAN KESEIMBANGAN UKURAN GIGI GELIGI RAHANG ATAS DAN RAHANG BAWAH DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI
Abstract
ABSTRACT
Background: In South Kalimantan, the prevalence of oral health problems is 56.83% among those aged 15-18 years. The prevalence of malocclusion is quite high at 12%. One of the factors causing malocclusion is the imbalance in the size of the upper and lower teeth, which can be assessed using Bolton's analysis. The severity of malocclusion varies between individuals and can be measured using ICON. Purpose: To analyze the relationship between the balance of the size of the upper and lower arch teeth and the severity of malocclusion in high school students in non-urban areas of Banjarmasin. Methods: An observational analytical study with a cross-sectional approach. A total of 175 adolescents aged 15-18 years. Bolton's analysis was used to measure the balance of the size of the upper and lower arch teeth, and the ICON index was used to assess the severity of malocclusion. Results: The results show a weak relationship and a negative value, the higher the balance of the anterior tooth size ratio, the lower the severity of the malocclusion, and the results of the correlation test show a very weak relationship and a negative value, the higher the balance of the overall tooth size ratio, the lower the severity of the malocclusion. Conclusion: The balance of tooth size, anterior tooth ratio and overall ratio based on Bolton analysis in high school students/equivalent in Banjarmasin non-urban areas is mostly unbalanced and the severity of malocclusion based on the ICON index has the highest frequency, namely in the low category.
Keywords: Banjarmasin Non-Urban Areas, Bolton Analysis, High school students, ICON, Malocclusion
ABSTRAK
Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di Kalimantan Selatan memiliki prevalensi sebesar 56,83% pada usia 15-18 tahun. Masalah maloklusi cukup tinggi sebesar 12%. Salah satu faktor penyebab maloklusi adalah ketidakseimbangan ukuran gigi atas dan bawah, yang dapat dinilai menggunakan analisis Bolton. Tingkat keparahan maloklusi bervariasi antar individu dan dapat diukur dengan menggunakan ICON. Tujuan: Menganalisis hubungan antara keseimbangan ukuran gigi lengkung atas dan bawah dengan tingkat keparahan maloklusi pada siswa SMA di wilayah non perkotaan Banjarmasin. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 175 remaja usia 15-18 tahun. Analisis Bolton digunakan untuk mengukur keseimbangan ukuran gigi lengkung atas dan bawah dan indeks ICON digunakan untuk menilai tingkat keparahan maloklusi. Hasil: Hasil uji korelasi terdapat hubungan yang lemah dan bernilai negatif, semakin tinggi keseimbangan ukuran gigi rasio anterior maka semakin rendah tingkat keparahan maloklusi, dan hasil uji korelasi terdapat hubungan yang sangat lemah dan bernilai negatif, semakin tinggi keseimbangan ukuran gigi rasio keseluruhan maka semakin rendah tingkat keparahan maloklusi. Kesimpulan: Keseimbangan ukuran gigi rasio gigi anterior dan rasio keseluruhan berdasarkan analisis Bolton pada siswa SMA/sederajat di Banjarmasin kawasan non perkotaan sebagian besar tidak seimbang dan tingkat keparahan maloklusi berdasarkan indeks ICON mempunyai frekuensi tertinggi yaitu pada kategori rendah.
Kata kunci: Analisis Bolton, Banjarmasin Kawasan Non Perkotaan, ICON, Maloklusi, Pelajar SMA
Full Text:
PDFReferences
Muslimah I, Arsanti M. Thumb Sucking Habit as an Etiological Factor of Malocclusion in Children and Treatment. Jurnal Kedokteran Gigi. 2023;1(1):1–11.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019;195.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI. Laporan Provinsi Kalimantan Selatan RISKESDAS 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. 145 p.
Hidajat M. Riset Kesehatan Dasar Pokok-Pokok Hasil Riskesdas Dalam Angka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2013. Lembaga Penerbitan Badan Litbangkes; 2013. 129–130 p.
Habar E, Said A, Erwansyah E. The Habit Sucking Thumb As The Etiology Factor Of Malocclusion: Literature Review. Makassar Dental Journal. 2021 Aug 1;10(2):107.
Hanivo PR, Laviana A, Sunaryo IR. Relasi Gigi Subjek Maloklusi Kelas I Angle Dengan Variasi Tooth Size Discrepancy Pasca Perawatan Ortodonti Tanpa Pencabutan Menggunakan Alat Cekat. Padjadjaran J Dent Res Student. 2018;2(1):71–9.
Ramadhan AF, Gayatri G, Zenab Y. Hubungan antara Diskrepansi Ukuran Gigi Anterior Rahang Atas dan Rahang Bawah terhadap Profil Jaringan Lunak Wajah Berdasarkan Analisis Bolton. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 2020 Aug 31;32(2):132.
Rahman ANAA, Othman S, Marya A. Measuring Tooth Size Discrepancies Using Bolton Analysis: A Comparative Cross-Sectional Study Among Major Ethnicity in Malaysia. BMC Oral Health. 2023 Dec 1;23(534):2–10.
Basavaraj S. Orthodontics Principles and Practice. 2nd ed. Bangladesh: Jaypee Brothers Medical Publishers; 2017. 71–89 p.
Awawdeh M, Alsaadi W, Alraddadi FAB, Alshunaiber R, Alessa J, Alsaeed S. Evaluation of The Anterior and Overall Tooth Ratios in The Saudi Population Versus Bolton’s Standards. Front Pediatr. 2023 Aug 29;11:1–7.
Hendrawan E, Anggaraeni PI, Hutomo LC, Rahaswanti LWA. Tingkat Keberhasilan Perawatan Ortodonti Berdasarkan Index of Complexity Outcome and Need di Klinik Profesi Rumah Sakit Universitas Udayana. e-GiGi. 2024 Dec 17;12(2):207–12.
Dahiya C, Mittal S, Teja PH, Gulia K. Malocclusion Indices- A review. Archives of Dental Research. 2023 Dec 28;13(2):77–82.
Usman SA, Rokhim S, Dwi Cahya W. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Maloklusi dengan Minat Penggunaan Alat Ortodonti Cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan. Mulawarman Dental Journal. 2024;4(1):32–40.
Annisa Islamiyati N, Wibowo D, Hamdani R. Correlation Between Maloclusion Levels And Oral Hygiene Status In Sman 10 Banjarmasin Students. DENTINO JURNAL KEDOKTERAN GIGI. 2022;7(1):17–22.
Putu N, Wulandari P, Hutomo LC, Vembriati N. Hubungan antara Persepsi Maloklusi dengan Psikososial Remaja Di SMA Negeri 1 Denpasar, Bali-Indonesia. Bali Dental Journal. 2020;4(2):74–8.
Azzam KA, Wibowo D, Sitepu A, Adhani R, Wasiaturrahmah Y. Gambaran Keseimbangan Ukuran Gigi dengan Analisis Bolton pada Pelajar Suku Banjar (Usia 15-18 Tahun) (Tinjauan di SMAN 12 Banjarmasin). Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2024 Aug;VIII(2):86–9.
Ayu K, Wiwekowati, Paramitha I. Description of Bolton Analysis on Balinese Patients with Crowded Teeth in Mahasaraswati Denpasar University Dental Hospital. Makassar Dental Journal. 2021 Dec 13;10(3):249–52.
Rahman E, Ilmi MB, Anam K. Kebiasaan Mengkonsumsi Jajanan Kariogenik Sebagai Penyebab Karies Gigi Pada Anak di Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammadiyah Kindaung Banjarmasin. Jurkessia. 2018 Nov;9(1):34.
Rissari yayuk YR. Keragaman Nama Kuliner Banjar Berdasarkan Geografi Lokal. UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra. 2021 Jun 23;17(1):75.
Van Ankum EM. Changes In Dietary Consistency and The Epidemiological Occlusal Transition. COMPASS. 2018;2(1):1–17.
Febrianti E, Wibowo D, Diana S, Hatta I, Sitepu A, Studi Kedokteran Gigi P, et al. Analisis Gambaran Tingkat Keparahan Maloklusi Dental Remaja Usia 15-18 Tahun Di Banjarmasin Berdasarkan Indeks Icon (Index Of Complexity, Outcome, And Need). DENTIN JURNAL KEDOKTERAN GIGI. 2024;2024(2):75–9.
Hussein FA, Mohamed RE, El-Awady AA, Ali MM, Al-Khalifa HN, Abdallah KF, et al. Digital evaluation of Bolton’s tooth size discrepancies among different malocclusions categories of Egyptian adolescent orthodontic population: A retrospective study. Int Orthod [Internet]. 2022;20(3):100660.
Mohammad MG, Din SN ud, Khamis AH, Athanasiou AE. Overall and Anterior Tooth Size Ratios in a Group of Emiratis. Open Dent J. 2018 Oct 10;12(1):655–63.
DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v9i2.17740
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]
Website. fkg.ulm.ac.id

.png)