PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LABORATORIUM TEKNIK GIGI PADA MESIN MIKROMOTOR

Jovanka Yemima Putri, Winda kusumawardani, Sri Redjeki Indiani, Sianiwati Goenharto, Anisa Nur Halimah, Narta Nikita Indiani, Widya Ulfa

Abstract


ABSTRACT

Background: The micromotor machine is one of the most frequently used tools in the fabrication of devices supporting oral and dental health. The increasing use of micromotor machines has led to a higher risk of occupational accidents. Various types of work-related accidents have been reported due to micromotor use, which hinders the achievement of Occupational Safety and Health (OSH) objectives, namely creating a safe, healthy, and comfortable working environment. Occupational accidents often result from insufficient knowledge and understanding of Personal Protective Equipment (PPE) during practical activities. This indicates that adequate understanding and compliance with PPE usage among students are essential measures for preventing workplace accidents. Objective: To identify the use of personal protective equipment as a means of occupational safety and health in dental technology laboratories during micromotor machine operation. Case: Work-related accidents associated with the use of micromotor machines in the production of dental and oral healthcare devices include hand injuries during the fitting of fixed and removable dental prostheses, hand contact with metal during metal coping fitting, exposure of the nose and face to dust during gypsum-based model fabrication, and hand injuries caused by sandpaper during the grinding of orthodontic appliances. Conclusion: The criteria for the use of personal protective equipment as a component of occupational safety and health in micromotor machine operation in dental technology laboratories can be categorized into several types of occupational accident risks, depending on the type of product being fabricated..

Keywords : dental laboratory, micromotor machine, occupational safety and health, personal protective equipment,

 

 

ABSTRAK  

Latar Belakang: Mesin mikromotor adalah salah satu alat yang paling sering digunakan dalam pembuatan alat-alat yang menunjang kesehatan gigi dan mulut. Meningkatnya pemakaian mesin mikromotor, membuat risiko terjadinya kecelakaan kerja juga makin meningkat. Terdapat berbagai macam kejadian kecelakaan kerja akibat pemakaian mesin mikromotor. Hal ini membuat tidak tercapainya tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, sejahtera sehingga akan tercapai suasana lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman. Terjadinya kecelakaan kerja bersumber dari kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang Alat Pelindung Diri (APD) saat praktikum. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman serta ketaatan mahasiswa dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah satu cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui penggunaan alat pelindung diri sebagai media keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium teknik gigi saat pemakaian mesin mikromotor. Kasus: Kecelakaan kerja yang terjadi akibat penggunaan mesin mikromotor dalam pembuatan berbagai produk di dunia kesehatan gigi dan mulut., seperti tangan yang dapat terluka akibat melakukan fitting gigi tiruan cekat dan gigi tiruan lepasan, lalu tangan yang dapat terkena oleh logam saat fitting koping logam, hidung serta muka yang dapat terkena debu saat pembuatan model berbahan dasar gipsum, dan tangan yang terluka akibat terkena amplas saat penggrindingan peranti ortodonti.  Kesimpulan: Kriteria penggunaan Alat Pelindung Diri sebagai media Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam penggunaan mesin mikromotor di laboratorium teknik gigi, dapat di kategorikan dalam beberapa jenis risiko kecelakaan kerja tergantung dari produk yang dihasilkan.

 

Kata kunci : alat pelindung gigi, keselamatan dan kesehatan kerja, laboratorium teknik gigi, mesin mikromotor

Full Text:

PDF

References


Aisyiah, I. K., & Adhyka, N. (2022). Hubungan peraturan dan pengawasan terhadap kepatuhan dokter gigi dalam penggunaan alat pelindung diri. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 7(1), 21. https://doi.org/10.34008/jurhesti.v7i1.262

Asiyatul Janah, N., & Hariyono, W. (2022). Literature review: Pengaruh tingkat pengetahuan terhadap angka kecelakaan kerja di laboratorium. Hearty, 11(1), 97. https://doi.org/10.32832/hearty.v11i1.7917

Caezar, H., & Setiawati, Y. (2024). Study perbandingan perubahan warna resin akrilik (heat cured) dan thermoplastic nylon setelah direndam teh hijau. 02(02), 27–33.

Catur, S., & Novita, D. (2018). Restorasi onlay porcelain fusi metal pada gigi 26 pasca perawatan endodontic. Jurnal Analis Kesehatan, 7(1), 693. https://doi.org/10.26630/jak.v7i1.920

Desta, Y., & Lendrawati. (2023). Analisis penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. 284–296.

Habriansyah, I., & Kadir Muhammad, A. (2025). Pengembangan sistem kontrol penyangga kaki pada dental unit. Jurnal Teknik Mesin Sinergi, 23(1), 1–7. https://doi.org/10.31963/sinergi.v23i1.5402

Hakim, T. L., & Suriyani, M. Y. (2023). Identifikasi bahaya dan penilaian risiko untuk mengendalikan potensi kecelakaan kerja di laboratorium kimia. 7.

Iqbal, M., & Achamad, A. (2025). Efektivitas penggunaan alat pelindung diri (APD) di laboratorium kesehatan primer di Indonesia: Literature review. SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat), 4(2), 539–549. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i2.4972

Magfira, & Goeliling, A. (2024). Prosedur pembuatan mahkota indirect composite pada gigi incisivus lateralis rahang atas. Inhealth: Indonesian Health Journal, 3(1), 40–50. https://doi.org/10.56314/inhealth.v3i1.199

Maryanti, L., & Yuliani, Y. (2024). Identifikasi penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium kimia pada program studi DIII farmasi di Kota Palembang. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.35971/gojhes.v9i1.25651

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri. https://indolabourdatabase.files.wordpress.com/2018/03/permenaker-no-8-tahun-2010-tentang-apd.pdf

Putri, S. A., & Azwita, S. N. (2024). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja di laboratorium rumah sakit. Menara Medika, 6(2), 279–286. https://doi.org/10.31869/mm.v6i2.5207

Sastrawijaya, A., & Ray, N. (2024). Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di klinik gigi Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 6(2), 241–252.

Silalahi, S. N. Y., & Suriani, Y. (2023). Praktek penggunaan alat pelindung diri (APD) dan keselamatan kerja mahasiswa di laboratorium keperawatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu.

Solichin, & Endarto, F. E. W. (2014). Penerapan personal protective equipment (alat pelindung diri). Jurnal Teknik Mesin, 22(1), 89–103.

Talli, R., & Ilmi, A. A. (2022). Prosedur pembuatan jacket crown berbahan E-Max tipe LT pada kasus postcore gigi incisivus centralis regio maxilla. Indonesian Health Journal (INHEALTH), 1(1), 35–47.

Zega, H. N., & Nababan, D. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan kerja di laboratorium. 7(2), 842–848.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v9i3.17922

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id