HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN INDEKS KARIES GIGI PELAJAR SMPN DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN. Tinjauan SMP Negeri 11 Banjarmasin

Meilita Fatmasari, Widodo Widodo, Rosihan Adhani

Abstract


ABSTRACT

Background: Oral diseases are one of the top ten diseases in Indonesia that is frequently being complained by people. The 2013 National Basic Health Survey (RISKESDAS) states that the prevalence of active caries in Indonesia is 43.4%. Banjarmasin has 38.2% of population who have issues with oral health, and 28.6% out of it is 12-15 year-olds. The socioeconomic status can affect knowledge, lifestyle and access to health services. Someone who is at low socioeconomic level will experience a poor health status, including the oral health which makes it more vulnerable to caries because the lack of nutrition and the lack of knowledge in regard to oral health. Purpose: Identify relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students from SMPN 11 Banjarmasin. Methods: This research uses the analytical method with cross sectional approach. The samples of this research are 256 students of SMPN 11 Banjarmasin. Results: The result of Spearman test shows p= 0.001 (p<0.05) which validates the meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students, wherein caries index of students with a low socioeconomic level of parents have a higher caries index than the students with a high socioeconomic level. Conclusion: meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index students of SMPN 11 Banjarmasin.
 
Key words: caries index, socioeconomic, caries.
 

ABSTRAK 

Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut berada pada urutan 10 besar dari daftar penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi. Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 menyatakan prevalensi karies aktif di Indonesia adalah 43,4%. Kota Banjarmasin memiliki prevalensi penduduk yang bermasalah dalam kesehatan gigi dan mulut sebanyak 38,2% dan pada usia 12-15 tahun sebanyak 28,6%. Seseorang yang berada pada tingkat sosial ekonomi rendah akan mengalami status kesehatan yang buruk termasuk kesehatan gigi dan mulut sehingga lebih beresiko mengalami karies dikarenakan kurangnya asupan nutrisi serta kurangnya tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan  indeks karies gigi pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 256 pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Hasil: Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p= 0,001 (p<0,05) sehingga menunjukkan  adanya hubungan yang bermakna antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar dimana indeks karies gigi pelajar dengan tingkat sosial ekonomi orang tua rendah memiliki indeks karies lebih tinggi dibandingkan pelajar dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar SMP Negeri 11 Banjarmasin.
 
Kata-kata kunci: Indeks Karies, Sosial Ekonomi, Karies


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.