PENGARUH PAPARAN RADIASI TERHADAP pH SALIVA
Abstract
ABSTRACT
Background: The field of medicine is currently experiencing high progress, one of which is the radiography. The use of X-rays in medicine is as a diagnostic and therapeutic aid. X-rays can be used for diagnosis and treatment of patients. Therapy using radiation is called radiotherapy. Radiotherapy is one way of dealing with cancer, including cancer of the head and neck. The basic principle in radiotherapy for cancer or malignancy is to cause damage to every molecule that is exposed to radiation, resulting in the rupture of cell molecules so that cell damage occurs. Objective: To review various research articles related to the description of the effect of radiation on salivary pH. Methods: A review was conducted on 8 journals that were found to match the inclusion criteria such as journals available in full-text form and research subjects on the effect of radiation on salivary pH. Results: Based on 8 articles that have been reviewed, it was found that 8 articles (100%) stated that there was an effect of radiation on salivary pH after exposure to radiation after radiotherapy. The results showed that articles related to decreasing salivary pH stated that after being exposed to radiation after radiotherapy they tended to decrease salivary pH rather than increase it. Conclusion: there was a decrease in salivary pH after exposure to radiation.
Keywords: Radiation, radiotherapy, salivary glands, salivary pH, X-rays.
ABSTRAK
Latar Belakang: Bidang kedokteran saat ini telah mengalami kemajuan yang tinggi, salah satunya bagian radiografi. Penggunaan sinar-X dalam bidang kedokteran adalah sebagai alat bantu diagnostik dan terapi. Sinar-X dapat dimanfaatkan untuk diagnosa maupun terapi pasien. Terapi dengan menggunakan radiasi disebut radioterapi. Radioterapi merupakan salah satu cara dalam usaha menanggulangi kanker, termasuk kanker pada bagian kepala dan leher. Prinsip dasar dalam radioterapi kanker atau keganasan adalah menimbulkan kerusakan pada setiap molekul yang terkena paparan sinar radiasinya mengakibatkan pecahnya molekul-molekul sel sehingga terjadi kerusakan sel. Tujuan: Mengulas berbagai artikel penelitian yang berkaitan dengan gambaran pengaruh radiasi terhadap pH saliva. Metode: Review dilakukan pada 8 jurnal yang ditemukan sesuai dengan kriteria inklusi seperti jurnal tersedia dalam bentuk full-text dan subjek penelitian pengaruh radiasi terhadap pH saliva. Hasil: Berdasarkan 8 artikel yang telah dilakukan telaah, didapatkan bahwa 8 artikel (100%) menyatakan bahwa terdapat pengaruh radiasi terhadap pH saliva setelah terkena paparan radiasi pasca radioterapi. Hasil penelitian didapatkan bahwa artikel yang berkaitan dengan penurunan pH saliva menyatakan setelah terkena radiasi pasca radioterapi cenderung dapat menurunkan pH saliva daripada meningkatkan pH tersebut. Kesimpulan: Terjadi penurunan pH saliva setelah terkena paparan radiasi.
Kata kunci: Kelenjar saliva, , pH saliva, radiasi, radioterapi, sinar-X.
Full Text:
PDFReferences
Ajani N, Sukmana BI, Erlita I. Pengaruh Sinar Radiasi Terhadap Kalsium Saliva Pada Radiografer di Banjarmasin. Dentin (Jur. Ked. Gigi). April 2019; III(1): 29-34.
Campus G, Pinna R, Cumbo E, Mura I, Milia E. Xerostomia induced by radiotherapy: an overview of the physiopathology, clinical evidence, and management of the oral damage. Ther Clin Risk Manag. 2015; 2(1): 171–88.
De Ryck T, Duprez F, Bracke M, Van De Wiele T, Vanhoecke B. Dynamic shifts in the oral microbiome during radiotherapy. Clin Res Infect Dis. 2015; 2(1): 1-6.
Fithrony MT. Pengaruh radioterapi area kepala dan leher terhadap curah saliva. Jurnal Media Medika Muda. 2012; 5(2): 1-15.
Khoerunnisa N, Ningrum FH, Ch. Nawangsih P. Hubungan Derajat Xerostomia Dengan pH Saliva Pasca Radioterapi Kanker Kepala Leher. JKD. April 2017; 6(2): 983-992.
Nadia S, Amtha R. Radiotherapy Reduced Salivaru Flow Rate And Might Reduced C. Albicans Infection. Journal Of Dentistry Indonesia. 2012; 3(1): 19.
Parvasani A, Windriyatna, CH Nawangsih P. Pengaruh Radioterapi Area Kepala Dan Leher Terhadap pH Saliva. Jurnal Media Medika Muda. 2012; 1(1): 1-12.
Parvasani A. Pengaruh radioterapi area kepala dan leher terhadap ph saliva. Jurnal Media Medika Muda. 2012; 3(4): 1-12.
Rasad S. Radiologi Diagnostik. II Ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2010; p. 1- 26.
Suardewi NLI, Winata A. Gambaran komplikasi pasien kanker kepala dan leher pasca radioterapi / kemoterapi di RSUP Sanglah tahun 2016. E-Jurnal Medika. 2019;8(1): p. 75-82.
Surjadi N, Amtha R. Radiotherapy, reduced, salivary, flow, rate and might induced C. albicans, Infection. Journal of Dentistry Indonesia. 2012; 19(1): 14-19.
Susanti NT, Prasetyarini S, Shita ADP. Pengaruh Pajanan Radiasi Sinar-X dari Radiografi Panoramik terhadap pH Saliva. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. Mei 2016; 4(2): 352-357.
Yunus B, Praja WW. Prevalensi terjadinya xerostomia setelah dilakukan terapi radiasi pada penderita kanker kepala dan leher. Makassar Dent J. 2016; 5(2): 65-68.
DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v5i3.4349
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]
Website. fkg.ulm.ac.id

.png)