HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP MALOKLUSI (Literature Review)

Melan Anisa, Diana Wibowo, Riky Hamdani

Abstract


ABSTRACT
Background: Indonesia’s still has many health problems, two of them is undernutrition and overnutrition. The population of South Kalimantan has a prevalence of 15.1% underweight, 15% overweight, and 15.4% obese. Nutritional status can affect growth and development of children's teeth and jaws, which can cause malocclusion. Crowded teeth are the most common type of malocclusion, and it’s experienced by almost 2/3 of the human population. Purpose: The purpose of this literature review is to analyze the relationship between nutritional status and malocclusion in the relevant literature in the last 10 years. Method: This study uses literature review method with a narrative review procedure, which focuses on describe and explain the topic, and contains sources that are appropriate to the topic. All reviewed articles were obtained from searching at Pubmed, Science Direct, and Google Scholar data sources. Results: The highest prevalence of nutritional status was normal with a percentage of 60.1%. The prevalence of malocclusion is higher (65.70%) compared to normal occlusion (43.30%). The most common type of crowding is light crowding. The majority of literature states that there is a relationship between nutritional status and malocclusion. Conclusion: People are expected to take advantage from the results of this study as a reference so they pay more attention to a balanced nutritional intake and maintain their oral health.

Keywords: Crowding teeth, Malocclusion, Nutritional status

ABSTRAK

Latar Belakang: Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia masih memiliki banyak masalah dan salah satunya adalah gizi kurang dan gizi berlebih. Penduduk Kalimantan Selatan memiliki prevalensi berat badan kurus sebesar 15,1%, berat badan lebih 15%, dan obesitas 15,4%. Status gizi berpengaruh pada tumbuh kembang gigi dan rahang anak sehingga dapat mengakibatkan maloklusi. Gigi berjejal merupakan jenis maloklusi yang paling sering terjadi, bahkan kasus ini dialami hampir 2/3 populasi manusia. Tujuan: Tujuan literature review ini untuk menganalisis hubungan antara status gizi terhadap maloklusi pada literatur yang relevan 10 tahun terakhir. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan prosedur narrative review, yaitu melakukan penguraian dan penjelasan yang berfokus pada topik, dan memuat sumber-sumber yang sesuai topik tersebut. Semua artikel yang direview diperoleh dari pencarian sumber data Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil: Prevalensi Status gizi terbanyak adalah gizi normal sebanyak dengan persentase sebanyak 60,1%. Prevalensi maloklusi memiliki jumlah yang lebih banyak yaitu sebesar 65,70% dibandingkan oklusi normal yang hanya sebesar 43,30%. Hasil pengukuran maloklusi tipe gigi terbanyak adalah gigi berjejal ringan. Mayoritas literatur menyatakan terdapat hubungan antara status gizi terhadap maloklusi. Kesimpulan: Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini acuan agar lebih memperhatikan asupan gizi yang seimbang dan menjaga kesehatan rongga mulutnya.

Kata Kunci: Gigi berjejal, maloklusi, status gizi

Full Text:

PDF

References


Christiana P, Smith ER. Adolescent Undernutrition: Global Burden, Physiology, and Nutritional Risks. Ann Nutr Metab. 2018; 72:316–328.

Seprianty V, Tjekyan RMS, Thaha MA. Status Gizi Anak Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Sungaililin.Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2015; 2(1):129-134.

Dermawan CHA, Fitriana A, Alioes Y. Hubungan Status Gizi Terhadap Kesejajaran Gigi Anterior Mandibula Berdasarkan Pengukuran Little’s Irregularity Index pada Siswa SMPN 5 Padang. Cakradonya Dent J. 2016; 9(1):50-54.

Roesianto A, Suwindere W, Sembiring LS. Hubungan Index Massa Tubuh/Umur (IMT/U) dengan Crowding Anterior pada Anak Usia 10-12 Tahun. Padjadjaran J Dent Res Student. 2018; 2(2):95-100.

Prihatmoko AD, Nurhayat F. Survei Status Gizi Berdasarkan TB/U dan IMT/U pada Siswa Kelas I (Satu) SD Se-Kecamatan Pacitan.Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.2019; 7(2):287-291.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan

Mas’odah S, Pratama MR. HubunganBody Image, Asupan Zat Gizi, dan Aktivitas Fisikterhadap Status Gizi MahasiswaGizi. Jurnal Riset Pangan dan Gizi.2018; 1(2):24-37.

Hidayatullah, Adhani R, Triawanti. Hubungan Tingkat Keparahan Karies dengan Status Gizi Kurang dan Gizi Baik. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi. 2016; 1(1):104 – 107.

Hartami E, Irmawati, Herawati. Perbedaan Kadar Kalsium Dan Fosfor Gigi Sulung Pada Anak Dengan Def-T Rendah Dan Tinggi. E-Prodenta Journal of Dentistry. 2019; 3(2):232-239.

Erliera, Alamsyah RM, Harahap NZ. Hubungan Status Gizi dengan Kasus Gigi Berjejal pada Murid SMP Kecamatan Medan Baru.Dentika Dental Journal. 2015; 18(3):242-246.

Adha MAR, Wibowo D, Rasyid NI. Gambaran Tingkat Keparahan Maloklusi Menggunakan Handicapping Malocclusion Assessment Record (Hmar) pada Siswa SDN Gambut 10. Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2019; 3(1):1–9.

Lubis HF, Khairunnisa R. Hubungan Urutan Erupsi Gigi Kaninus dan Premolar Mandibula dan Gigi Berjejal Anterior Pada Pasien Ortodonti Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 2020; 32(1):52-58.

Arifin R, Sunnati, Daulay AA. Dampak Karakteristik Maloklusi Gigi Anterior Berdasarkan Tingkat Keparahannya Terhadap Status Psikososial. Cakradonya Dent J 2017; 9(2):73-78.

Fahmi Z, Nasution JDH. Perbandingan Tingkat Status Gizi antara Siswa Sekolah Berstatus Negeri dengan Swasta Menurut IMT/U di Pulau Bawean. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 2018; 06(02):445—451.

Chantic SF, Ismah N, Anggani HS, Purwanegara MK. Identification of Dental Factors Associated with Crowding Malocclusion in Primary School Children in Jakarta. J Int Dent Med Res. 2020; 13(3):1147-1150.

Decusara M, Cornea D, Şincar DC, Ilie M. Statistical Study of Dental Crowding. Romanian Journal of Oral Rehabilitation. 2019; 11(4):165-173.

Refeidi EA, Gammash M, Hameed MS, Sadatullah S , Togoo RA. Crowding, Spacing and closed dentition in Primary Dentition and its relationship with BMI among Saudi Children. Scholars Journal of Dental Sciences (SJDS). 2016; 3(12):312-316.

Jasim SS, Garma NMH, Nahidh M. The Association between Malocclusion and Nutritional Status among 9-11 Years Old Children. Iraqi Orthod J. 2016; 12(1):13-19.

Sembiring LS, Sjahruddin LD, Yusra Y Correlation between Body Mass Index with Anterior Crowding and Enamel Hypoplasia of Sundanese Children in Bandung. Sci Dent J. 2020; 4(2):59-63.

Giuca MR, Pasini M, Caruso S, Tecco S, Necozione S, Gatto R. Index of Orthodontic Treatment Need in Obese Adolescents. International Journal of Dentistry. 2015;1-7.

Priyanka GND, Prasad MG, RadhaKrishna AN, RamaKrishna J, Jyoth V. The Hormonal Fingerprints and BMI: Implications for Risk Factors in Dental Caries and Malocclusion. Journal of Clinical and Diagnostic Research. 2016; 10(8):6-9.

Rahmawati AD, Retriasih H, Medawati A. Hubungan antara Status Gizi dengan Status Erupsi Gigi Insisivus Sentralis Permanen Mandibula. IDJ. 2014; 3(1):16-21.

Lantu VAR, Kawengian SES, Wowor VNS. Hubungan Status Gizi dengan Erupsi Gigi Permanen Siswa SD Negeri 70 Manado. Jurnal e-GiGi (eG). 2015; 3(1).

Permatasari RI, Adhani R, Sukmana BI. The Relation Of Body Mass Index Status With Dental Caries And Permanent Teeth Eruption Overview On Elementary School Students In District Hss Grade 1, 2, And 3. 3rd Dentisphere. Surabaya: FKG Hang Tuah Surabaya.Press; 2016.

Zakiyah F, Prijatmoko D, Novita M. Pengaruh Status Gizi terhadap Erupsi Gigi Molar Pertama Permanen Siswa Kelas 1 SDN di Kecamatan Wilayah Kota Administrasi Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 2017; 5(3):469-474.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v6i1.6233

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id