HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI, KEASAMAN AIR, PELAYANAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KARIES DI MAN 2 BATOLA

Rani Lestari Yunita Napitupulu, Rosihan Adhani, Isyana Erlita

Abstract


Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Barito Kuala, dengan indeks DMF-T 6,61 (sangat tinggi) berdasarkan data RISKESDAS. Data RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan hanya sebesar 3,4% masyarakat Barito Kuala yang menyikat gigi dengan benar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa masyarakat Barito Kuala masih banyak yang menggunakan air sungai dengan pH rendah (3,65) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi. Kabupaten Barito Kuala hanya memiliki 7 dari 19 Puskesmas yang terdapat Dokter Gigi, berdasarkan data yang didapat dari Kondisi Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.   Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik  simple random sampling, besar responden sebanyak 176 murid. Sampel air sungai diambil di sekitar tempat kediaman murid. Hasil:   Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,67 dan termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku menyikat gigi memiliki skor 4.238 dengan persentase 40% dan termasuk dalam kategori buruk. Keasaman air sungai memiliki pH 3,72 dan  termasuk dalam kategori asam. Pelayanan kesehatan gigi memiliki skor 92 dengan persentase 74% dan termasuk dalam kategori baik. Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Friedman didapatkan hasil nilai sig 0,000 (p<0,05). Mean rank keasaman air merupakan yang terbesar yaitu 4.00. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi, keasaman air,  pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola, dengan variabel yang paling berhubungan dengan karies adalah keasaman air.

Kata kunci: Karies, perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi.


Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Indonesia 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014. Hal.110-119.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Hal.93-96.

Rohimi A, Widodo, Adhani R. Hubungan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Indeks Karies DMF-T dan SIC. Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2018; 2(1):51-57.

Triyanto R. Gambaran Status Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Tunagrahita Usia 12-18 Tahun di SLB Negeri Widiasih Kecamatan Pari Kabupaten Pangandaran Tahun 2015. Indonesian Oral Health Journal. 2017; 2(1):24-30.

Oktiana Dewi R, Herwanda, Fera Novita C. Gambaran Status Karies Gigi (Indeks DMF-T) pada Pasien Thalasemia Beta Mayor di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Journal Caninus Dentistry. 2017; 2(2):71-77.

Narulita L, Diansari V, Sungkar S. Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada Murid Kelas IV SD Negeri 24 Kuta Alam. Journal Caninus Dentistry. 2016; 1(4):6-8.

Adhani R, Rachmadi P, Nurdiyana T, Widodo. Karies Gigi di Masyarakat Lahan Basah. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press; 2018. Hal.2-10.

Nadia, Widodo, Hatta I. Perbandingan Indeks Karies Berdasarkan Parameter Kimiawi Air Sungai dan Air PDAM pada Lahan Basah Banjarmasin. Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2018; 2(1):13-18.

Ihsanti F, Widodo, Hatta I. Perbandingan Indeks Karies DMF-T berdasarkan Jumlah Kandungan Fluor Air Gunung di Kabupaten Balangan dengan Air Sungai di Banjarmasin. Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2018; 2(1):45-50.

Musadad A dan Irianto J. Pengaruh Penyediaan Air Minum terhadap Kejadian karies Gigi Usia 12-65 Tahun di Provinsi Kep. Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2009; 8(3):1032-1046.

Widyaningtyas V, Yani CR, dan Izzata B. Analisis Peningkatan Remineralisasi Enamel Gigi setelah Direndam dalam Susu Kedelai Murni (Glycine max (L.) Merill) Menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Jurnal Pustaka Kesehatan. 2014; 2(2):258-261.

Anorital, Muljati S, Andayasari L. Gambaran Ketersediaan Tenaga dan Upaya Pelayanan Kesehatan Gigi di Puskesmas. Jurnal Penelitian Kesehatan. 2011; 44(3):197-204.

Setiawan R, Adhani R, Sukmana BI, Hadianto T. Hubungan Pelaksanaan UKGS dengan Status Kesehatan Gigi dan Mulut Murid Sekolah Dasar dan Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi. 2014; 2(1):102-109.

Alhamda S. Status Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Status Karies Gigi. Berita Kedokteran Masyarakat. 2011; 27(2):108-115.

Fawziana Risqi Z, Rama Putranto R, Dian Firdausy M. Perbedaan Konsumsi Air Sumur dan Air Sungai terhadap Karies pada Anak Usia 6-8 Tahun. Medali Jurnal. 2015; 2(1):85-88.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.