PENGARUH SINAR RADIASI TERHADAP KALSIUM SALIVA PADA RADIOGRAFER DI BANJARMASIN

Nurfarahin Ajani, Bayu Indra Sukmana, Isyana Erlita

Abstract


Latar Belakang: Radiasi sering digunakan dalam bidang kedokteran terutama untuk terapi dan pemeriksaan penunjang. Radiografer merupakan pekerja yang mengoperasikan seluruh kegiatan di Instalasi Radiologi untuk terapi maupun pemeriksaan penunjang. Radiasi dapat memberikan efek samping pada radiografer terutama pada saliva. Kalsium dalam saliva memegang peran penting dalam proses remineralisasi gigi untuk mengurangi resiko karies. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi terhadap kalsium saliva pada radiografer di Banjarmasin. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni (True Experimental) dengan rancangan post test only with control group design. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Penelitian ini melibatkan 18 orang radiografer untuk kelompok uji dan 18 orang non-radiografer untuk kelompok kontrol, sehingga total sampel yang digunakan adalah 36 sampel. Hasil: Nilai rata-rata kalsium saliva untuk kelompok uji adalah 4,13 mg/dl dan kelompok kontrol adalah 6,17 mg/dl. Hasil uji parametrik uji T tidak berpasangan didapatkan p=0,000 (p<0,05) dan didapatkan bahwa kalsium saliva radiografer lebih rendah dibandingkan dengan kalsium saliva non-radiografer. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar antara kalsium saliva radiografer dan kalsium saliva non-radiografer.

Kata kunci: kalsium saliva, radiasi, radiografer


Full Text:

PDF

References


Mayerni AA. dan Abidin Z. dampak Radiasi terhadap Kesehatan Pekerja Radiasi di RSUD Arifin Achmad, RS Santa Maria dan RS Awal Bros Pekanbaru. Jurnal Lingkungan. 2013; 7 (1):114-127.

Sianturi HA, Riana M, Sembiring T, Situmorang M. Pengukuran dan Analisis Dosis Radiasi keluaran pada pesawat sinar x yang berusia lebih dari 10 tahun pada rumah sakit di kota Medan. J.Aceh Phy. Soc. 2018; 7 (1) ; 1-5.

Dianasari T dan Koesyanto H. Penerapan manajemen keselamatan radiasi di instalasi radiologi rumah sakit. Unnes Journal of Public Health. 2017; 6 (3): 175-183.

Saputra IWE, Gunawan S, Muttaqin Z, dan Soemoharjo S. Seorang penderita hepatitis kronik B dan C dengan mutasi pada gen p53 kodon 249 pada jaringan hati. Jurnal penyakit dalam. 2007; 8 (2):142-147.

Nugrahaningsih AY. Identifikasi Apoptosis dengan Metode Tunel pasca pemberian ekstrak sambiloto dan pengaruhnya terhadap volume tumor.Saintekno. 2015; 13 (1):47-54

Prakosa T, Askandar B dan Fauziah D. Ekspresi p53 Mutan dan caspase 3 sebagai faktor prediksi terhadap Operabilitas Kanker Serviks IIB setelah mendapat kemoterapi neoajuvan. Indonesian Journal of Cancer. 2013; 7 (2): 61-67.

Prakoeswa, Sigit CR. Peran p53 pda patogenesis karsinoma sel basal. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan kelamin. 2008; 20 (3): 261-265.

Murdiastuti K. Efek radiasi ionisasi terjadap ekspresi mRNA AQUAPORIN-5 kelenjar submandibularis dan mRNA AQUAPORIN-3 gingiva. Majalah Kedokteran Gigi. 2011; 8 (1):15-20.

Tamin S dan Yassi D. Penyakit kelenjar saliva dan peran sialoendoskopi untuk diagnostic dan terapi. Orli. 22011; 41 (2):95-104.

Susanti TN, Prasetyarini S, Shita ADP. Pengaruh Pajanan Radiasi Sinar-X dari Radiografi Panoramik terhadap pH saliva. E-jurnal Pustaka Kesehatan. 2016; 4 (2):352-357.

Yunus B dan Praja WW. Prevalensi terjadinya xerostomia setelah dilakukan terapi radiasi pada penderita kanker kepala dan leher. Makasar Dental Journal. 2016; 5 (2):65-68.

Noorma, Sukmana BI, Saputera D. The Influence Between the Length of Radiographer working time and the reduction of salivary pH. Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi. 2018; 3 (1): 127-131

Permana HJ, Indahyani DE, Yustisia Y. Kelarutan kalsium email pada saliva penderita tuna netra. Jurnal Dentofasial. 2014; 13 (3): 151-154

Hapsari NF, Ismail A, dan Santoso O. Pengaruh konsumsi keju cheddar 10 gram terhadap pH saliva. Odonto Dental Journal. 2014; 1 (1):34-38.

Widyasari R, Yuslianti ER, Sari MM. Potensi ekstrak air kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dalam melarutkan ion kalsium gigi (in vitro). Medika Kartika: Jurnal kedokteran dan kesehatan. 2017; 1 (1): 33-46

Sungkar S, Fitriani S, Yumanita I. Kekerasan permukaan email gigi tetap setelah paparan minuman ringan asam jawa. Jurnal of Syiah Kuala. 2016;1 (1):1-8

Rahayu YC. Peran Agen Remineralisasi pada lesi karies dini. Jurnal Stomatognatic. 2013; 10 (1):25-30.

Indriana T. The relationship between salivary flow rate and calcium ion secretion in saliva. Jurnal Stomatognatic. 2010; 7 (2):129-131.

Hamid SA, Kundre R, dan Bataha Y. Hubungan pola makan dengan karies gigi pada anak kelas IV usia 8-9 tahun di SD Negeri 126 Manado lingkungan 1 kleak Kecamatan Malalayang kota Manado provinsi Sulawesi Utara. E-jurnal keperawatan. 2017; 5 (2): 1-6.

Surartri MAL, Jovina TA, dan TjahjaIN. Pengaruh pH Saliva terhadap terjadinya karies gigi pada anak usia prasekolah. Buletin Penelitian Kesehatan. 2017; 45 (4): 241-248.

Abdullah N. Hubungan status kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dengan pelaksanaan UKGS (Usaha kesehatan Gigi Sekolah) Di sekolah dasar dan sederajat Kota Makassar. Jurnal Media Kesehatan Gigi.2018; 17 (1); 32-38.

Kasuma N. Fisiologi dan patologi saliva. Andalas UniversitY Press. Padang 2015. p. 19-26.

Ernawidiarti, Malaka T, Novrikasari. Analisis Faktor Resiko Paparan Radiasi Sinar-X terhadap perubahan jumlah limfosit pada radiografer di kota Palembang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2017; 4 (1):11-17.

Haryani W, Siregar I, dan Ratnaningtyas LA. Buah mentimun dan tomat meningkatkan derajat keasaman (pH) saliva dalam rongga mulut. Jurnal Riset Kesehatan. 2012; 5 (1): 21-24.

Hidayatullah R. Dampak tingkat radiasi pada tubuh manusia. Jurnal mutiara elektromedik. 2017; 1 (1): 16-23.




DOI: https://doi.org/10.20527/dentin.v3i1.888

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact Us:
Faculty of Dentistry
Lambung Mangkurat University
Jalan Veteran No. 128 B Banjarmasin, Indonesia
E-mail. [email protected]

Website. fkg.ulm.ac.id