Kajian pengembangan geopark berkonsep jejak laut purba terangkat di Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut

Muhammad Amin Adietya, Rudy Hendrawan Noor, Risda Salsabella, Septy Nurhidayati, Shygailangit Bhoenso Lhoengai Nhavokinzo, Nadila Fathimatul Az-Zahra

Abstract


Pengembangan potensi warisan geologi atau geoheritage di wilayah selatan Pegunungan Meratus dibagi oleh batas administrasi Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, padahal secara geologis kawasan ini merupakan satu kesatuan jejak laut purba. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan wilayah terintegrasi berbasis konsep "Jejak Laut Purba yang Terangkat" (The Uplifted Ancient Sea). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis peta geologi, geomorfologi, dan inventarisasi karakteristik situs-situs terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Formasi Berai dan Kompleks Ofiolit didominasi bentang alam Karst dan Aluvial yang unik sebagai wadah situs. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan strategi Zonasi Tematik Terhubung atau Connected Thematic Zoning yang membagi peran wilayah secara komplementer meliputi Tanah Laut sebagai The Scenic Gate (wisata bentang alam), Tanah Bumbu sebagai The Time Capsule (edukasi prasejarah), dan Kotabaru sebagai The Heritage Adventure (wisata petualangan sejarah). Konsep ini menyatukan situs-situs yang tersebar menjadi satu alur cerita evolusi bumi dari dasar samudra menjadi daratan.

Keywords


Geoheritage; Geopark; Jejak laut purba; Pengembangan wilayah; Zonasi tematik

Full Text:

PDF

References


Anwar, M. A., Noor, G. S., Wajidi, Maulana, A. Z., Putryanda, Y., & Siska, D. (2018). Kajian Pegunungan Meratus sebagai Geopark nasional. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(1), 73–84.

Brilha, J. (2016). Inventory and quantitative assessment of geosites and geodiversity sites: A review. Geoheritage, 8(2), 119–134. https://doi.org/10.1007/s12371-014-0139-3

Dowling, R. K., & Newsome, D. (2018). Handbook of geotourism. Edward Elgar Publishing.

Fauzi, M., Rahmadi, A., & Hayati, R. (2020). Industri kreatif sasirangan dan dampaknya terhadap lingkungan perairan di Kalimantan Selatan. Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 4(1), 45–56.

Geologi, B. (2019). Atlas bentang alam karst Indonesia: Wilayah Kalimantan. Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Hartono, S. (2018). Pemanfaatan tanaman purun tikus di lahan rawa pasang surut Kalimantan Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, 7(2), 158–166.

Kubalíková, L. (2019). Geomorphosite assessment for geotourism purposes. Czech Journal of Tourism, 2(2), 80–104.

Magriaty, R. (2025). Strategi pengembangan pariwisata kawasan Geopark Meratus Provinsi Kalimantan Selatan, studi kasus: Kecamatan Piani Kabupaten Tapin. Journal of Regional and Rural Development Planning, 9(1), 87–111. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2025.9.1.87-111

Maryanto, S. (2017). Geoheritage dan konservasi bentang alam karst di Kalimantan Selatan. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 18(4), 189–200.

Meratus, B. P. G. (2024). Profil dan inventarisasi geosite kawasan Meratus. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Satyana, A. H. (2016). Tectonics and hydrocarbon potential of the Meratus Mountains and adjacent basins, South Kalimantan BT - Proceedings of Indonesian Petroleum Association, 40th Annual Convention & Exhibition.

Selatan, B. P. P. D. P. K. (2021). Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021-2026. Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

UNESCO. (2016). Statutes of the international geoscience and geoparks programme. UNESCO Global Geoparks.

Widori, L., & Purnomo, A. (2021). Strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas di kawasan pesisir Kalimantan Selatan. Jurnal Tata Kota Dan Daerah, 13(1), 45–58.




DOI: https://doi.org/10.20527/jgp.v1i01.17937

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Contact

Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Lambung Mangkurat University

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

web counter

View My Stats Jurnal Geoparks

 

Jurnal Geoparks is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.