HUBUNGAN KADAR HBA1C TERHADAP MANIFESTASI RETINOPATI PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Abstract
Abstract: Diabetic retinopathy is a complication that often occurs in diabetes mellitus (DM) sufferers and can be found in form of non proliferative diabetic retinopathy (NPRD) and proliferative diabetic retinopathy (PRD). Glycated hemoglobin (HbA1c) is a laboratory parameter that used as a glycemic control. The aim of this study was to determine the relationship between HbA1c levels and manifestations of retinopathy in DM patients. This study used analytical observational design with cross-sectional approach. The data collection technique used was total sampling. The subjects of this study were 142 retinopathy diabetic (RD) patients who were completely recorded in the BEST DIAB 2 database at Ulin Hospital Banjarmasin from 2019-2024. Data were analyzed with Chi square test using the SPSS software. The results showed 196 (30.1%) of 652 DM patients experienced RD. There were 86 patients with manifestations of NPRD (60.6%) with 75 people in the uncontrolled HbA1c level group (52.8%) and 11 people in the controlled HbA1c level group (7.8%). There were 56 patients with PRD manifestations (39.4%) with 47 people in the uncontrolled HbA1c group (33.1%) and 9 people in the controlled HbA1c group (6.3%). The results showed that was no relationship between HbA1c levels and the manifestation of RD (p=0.583).
Keywords: diabetes mellitus, retinopathy, HbA1c, non-proliferative diabetic retinopathy, NPRD, proliferative diabetic retinopathy, PRD
Abstrak: Retinopati diabetik adalah komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus (DM) dan dapat ditemukan dalam bentuk non proliferatif retinopati diabetik (NPRD) dan proliferatif retinopati diabetik (PRD). Hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan parameter laboratorium yang digunakan sebagai kontrol glikemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan manifestasi retinopati pada pasien DM. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah total sampling. Subyek penelitian ini adalah 142 pasien retinopati diabetik (RD) yang tercatat secara lengkap pada database BEST DIAB 2 RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2019-2024. Data dianalisis dengan uji Chi square menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 196 (30,1%) dari 652 pasien DM mengalami RD. Pasien dengan manifestasi NPRD berjumlah 86 orang (60,6%) dengan rincian 75 orang pada kelompok kadar HbA1c tidak terkontrol (52,8%) dan 11 orang pada kelompok kadar HbA1c terkontrol (7,8%). Pasien dengan manifestasi PRD sebanyak 56 orang (39,4%) dengan rincian 47 orang pada kelompok HbA1c tidak terkontrol (33,1%) dan 9 orang pada kelompok HbA1c terkontrol (6,3%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar HbA1c dengan manifestasi RD (p=0,583).
Kata-kata kunci: diabetes melitus; retinopati; HbA1c; non-proliferatif retinopati diabetik; NPRD; proliferatif retinopati diabetik; PRD
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.20527/ht.v8i1.15801
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Homeostasis

Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
email : [email protected]













