STUDI IN SILICO SENYAWA AKTIF EKSTRAK KULIT KAYU BANGKAL (Nauclea subdita) SEBAGAI ANTIHIPERPIGMENTASI

Asima Rohana Siagian, Dwiana Savitri, Mashuri Mashuri, Agung Biworo, Rahmiati Rahmiati

Abstract


Abstract: The bark of bangkal tree (Nauclea subdita) is believed to treat and prevent hyperpigmentation by inhibiting tyrosinase enzyme activity. This study aims to evaluate the potential of active compounds from bangkal bark extract in inhibiting tyrosinase in silico, compared to natural and reference ligands. The analysis was conducted using molecular docking, including ligand preparation, tyrosinase optimization, validation, and docking processes. The method was validated with an RMSD value < 2 Å. The results showed that several active compounds effectively inhibited tyrosinase, as indicated by low binding free energy (-∆G), such as Urolithin B 3-O-glucuronide (-8.81 kcal/mol). All tested compounds interacted with the tyrosinase active site through one to four hydrogen bonds. Thus, active compounds from bangkal bark extract have potential as alternative agents for hyperpigmentation treatment.

 

Keywords: Nauclea subdita, molecular docking, hyperpigmentation

 

Abstrak: Kulit kayu bangkal (Nauclea subdita) diyakini dapat mengatasi dan mencegah hiperpigmentasi melalui penghambatan enzim tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa aktif dari ekstrak kulit kayu bangkal dalam menghambat tirosinase secara in silico, dibandingkan dengan ligan alami dan ligan pembanding. Uji dilakukan melalui penambatan molekuler yang mencakup preparasi ligan, optimasi tirosinase, validasi, dan penambatan. Metode ini dinyatakan valid dengan RMSD < 2 Å. Hasil menunjukkan beberapa senyawa aktif mampu menghambat tirosinase dengan nilai energi bebas (-∆G) rendah, seperti Urolithin B 3-O-glucuronide (-8,81 kcal/mol). Semua senyawa uji berinteraksi dengan sisi aktif tirosinase melalui satu hingga empat ikatan hidrogen. Dengan demikian, senyawa aktif dari ekstrak kulit kayu bangkal berpotensi sebagai alternatif agen antihiperpigmentasi.

 

Kata-Kata kunci: Nauclea subdita, penambatan molekuler, hiperpigmentasi


Keywords


Nauclea subdita; penambatan molekuler; hiperpigmentasi

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/ht.v8i1.16453

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Homeostasis

Creative Commons License
Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
email : [email protected]