PENGARUH PEMBERIAN BIOADSORBEN TULANG IKAN HARUAN (CHANNA STRIATA) PADA AIR TERCEMAR BESI DAN TIMBAL

Hashifa Kiraamim Bararah, Pandji Winata Nurikhwan, Eko Suhartono

Abstract


Abstract: Water in ex-mining excavations (AAT, acid mine water) is often contaminated with various heavy metals and toxic compounds such as iron and lead. To reduce these contaminants, one method that can be used is adsorption because the processing is relatively cheap, easy and has a high ability to bind contaminants. This research aims to utilize the bones of haruan fish (Channa striata) which contain calcium phosphate (Ca(H2PO4)2, calcium carbonate (CaCO3) and magnesium (Mg) as bioadsorbents. Fish bones were made into bioadsorbents using ashing techniques and then applied to AAT samples by direct sowing and using tea bag media. The iron and lead content of AAT before and after bioadsorbent treatment was tested using Atomic Absorption Spectophotometry Research shows that the iron and lead content in AAT decreased after treatment maximum in the sprinkle treatment due to the presence of metal binding which is greater than that held in the tea bag. However, the sowing treatment produces cloudy effects and is impractical. Using a tea bag allows for clearer and more practical water results.

 

Keywords: bioadsorbent, adsorption, snakehead fish bones, iron, lead.

 

Abstrak: Air pada bekas galian tambang (AAT, air asam tambang) sering kali terkontaminasi oleh berbagai logam berat dan senyawa beracun seperti besi dan timbal. Untuk mengurangi kontaminan ini, salah satu metode yang dapat digunakan adalah adsorpsi karena pengolahannya relatif murah, mudah, dan memiliki kemampuan tinggi untuk mengikat kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tulang ikan haruan (Channa striata) yang mengandung kalsium fosfat (Ca(H2PO4)2), kalsium karbonat (CaCO3), dan magnesium (Mg) sebagai bioadsorben. Tulang ikan diolah menggunakan teknik pengabuan, kemudian diaplikasikan pada sampel AAT dengan cara dtabur langsung dan menggunakan media kantong teh. Kandungan besi dan timbal dalam AAT sebelum dan sesudah perlakuan bioadsorben diuji menggunakan Spektofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan besi dan timbal dalam AAT berkurang, dengan penurunan terbesar pada metode tabur karena ikatan logam yang lebih kuat dibandingkan metode kantong teh. Namun, metode tabur menyebabkan air menjadi keruh dan kurang praktis. Metode kantong teh menghasilkan air yang lebih jernih dan praktis.

 

Kata-kata kunci: bioadsorben, adsorpsi, tulang ikan haruan, besi, timbal

Keywords


bioadsorben; adsorpsi; tulang ikan haruan; besi; timbal

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/ht.v8i1.16470

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Homeostasis

Creative Commons License
Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
email : [email protected]