Hubungan Faktor Ibu dan Neonatus dengan LDH Serum pada Asfiksia Neonatorum

Farah Rullyta Rizkina, Pudji Andayani, Lena Rosida

Abstract


Abstract: Neonatal asphyxia is a condition in neonates which failed to breath spontaneously and regularly, leads to high mortality and morbidity because of multiorgan dysfunction. Serum lactate dehydrogenase (LDH) is an enzyme which can be used as an acurate predictor of neonatal asphyxia outcome.The purpose of this study is to analyze the correlation of maternal (maternal age, parity, hypertension in pregnancy) and neonatal factors (gestational age, birth weight) with serum LDH in neonatal asphyxia at Ulin General Hospital Banjarmasin. This research is an analytic observational with cross sectional approach. Total 20 samples were obtained by total purposive sampling according to inclusion criteria (Apgar score ≤ 5). Data analysis of this study used Spearman correlation and simple linear regression test. The results are maternal age (p = 0,384), parity (p = 0,568), hypertension in pregnancy (p = 0,840), and gestational age (p = 0,590) don’t have significant correlation with serum LDH. Birth weight has a significant and negative correlation with serum LDH (p = 0,042). It can be concluded that there are no significant correlation between maternal age, parity, hypertension in pregnancy, and gestational age with serum LDH, but there is a significant correlation between birth weight with serum LDH in neonatal asphyxia at Ulin General Hospital Banjarmasin.

 

Keywords: Neonatal asphyxia, serum LDH, maternal risk factors, neonatal risk factors

 

Abstrak: Asfiksia neonatorum merupakan kondisi kegagalan bernapas yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas tinggi karena dapat menimbulkan disfungsi multi organ. Laktat dehidrogenase (LDH) serum merupakan enzim yang dapat dijadikan prediktor akurat luaran asfiksia neonatorum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor ibu (usia ibu, paritas, hipertensi kehamilan) dan neonatus (usia gestasi, berat badan lahir) dengan LDH serum pada asfiksia neonatorum di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan studi potong lintang. Sebanyak 20 sampel didapatkan secara total purposive sampling sesuai kriteria inklusi yaitu skor Apgar ≤ 5. Analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear sederhana. Hasil uji analisis statistik menghasilkan faktor usia ibu (p = 0,384), paritas (p = 0,568), hipertensi kehamilan (p = 0,840), dan usia gestasi (p = 0,590) tidak memiliki hubungan signifikan dengan LDH serum pada asfiksia neonatorum di RSUD Ulin Banjarmasin. Faktor risiko berat badan lahir memiliki hubungan signifikan dan tidak searah dengan kenaikan LDH serum (p = 0,042). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor usia ibu, paritas, hipertensi kehamilan, dan usia gestasi dengan LDH serum, namun terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan LDH serum pada asfiksia neonatorum di RSUD Ulin Banjarmasin.

 

Kata-kata kunci: Asfiksia neonatorum, faktor risiko ibu, faktor risiko neonatus, LDH serum.


Keywords


Homeostasis; Asfiksia neonatorum; faktor risiko ibu; faktor risiko neonatus; LDH serum

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.20527/ht.v3i1.2015

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Homeostasis

Creative Commons License
Homeostasis is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Program Studi Kedokteran Program Sarjana
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Phone: +62-878-1546-0096
email : homeostasis@ulm.ac.id