Pemanfaatan lahan basah buatan sebagai solusi rekayasa untuk penyerapan karbon

Fajar Abdala Baharizki, Valentino Hendriyanto, Pilar Fara Menggala Putra, Trisaputra Tumanggor, Dian Toga Sitanggang, Karina Shella Putri

Abstract


Lahan basah buatan (constructed wetlands, CWs) menawarkan solusi potensial untuk mitigasi perubahan iklim dengan meniru fungsi lahan basah alami dalam menyerap karbon atmosfer dan mengelola emisi gas rumah kaca. Ekosistem lahan basah, termasuk mangrove, dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyimpan karbon dalam tanah dan biomassa, namun, degradasi dan konversi lahan telah menurunkan kapasitas ini. Penelitian ini membahas pemanfaatan lahan basah buatan dalam penyerapan karbon, dengan fokus pada teknologi seperti biochar, pemilihan tanaman spesifik, dan sistem inovatif seperti Constructed Wetland-Microbial Fuel Cells (CW-MFC). Studi kasus di berbagai lokasi menunjukkan potensi CWs dalam meningkatkan stok karbon dan menyediakan manfaat tambahan seperti peningkatan biodiversitas, pengelolaan air, serta pengurangan risiko banjir. Meskipun efisiensinya terbatas pada skala kecil, penerapan CWs yang lebih luas, terutama dengan integrasi proyek berbasis komunitas, dapat menjadi strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif. Tantangan seperti keterbatasan ruang di daerah perkotaan dan ketidakpastian ilmiah terkait efisiensi penyerapan karbon perlu diatasi melalui kebijakan yang mendukung dan penelitian lebih lanjut. Di Indonesia, lahan gambut memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar, dan pengelolaannya dapat menjadi bagian penting dari strategi mitigasi karbon nasional. Secara keseluruhan, pengelolaan yang tepat terhadap lahan basah buatan dan lahan gambut dapat menawarkan solusi berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim global.

Keywords


CWs; emisi; gambut; iklim; mitigasi

Full Text:

PDF

References


P. I. Nedhisa dan I. T. Tjahjaningrum, “Estimasi biomassa, stok karbon dan sekuestrasi karbon mangrove pada Rhizophora mucronata di Wonorejo Surabaya dengan persamaan allometrik.” Jurnal Sains dan Seni ITS, vol. 8, no. 2, pp. E61-E65, 2020.

D. Were, et al., “Carbon sequestration by wetlands: a critical review of enhancement measures for climate change mitigation.” Earth Systems and Environment, vol. 3, pp. 327-340, 2019.

Pembentukan Tim Koordinasi Strategis Pengelolaan Lahan Basah untuk Pencapaian Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Pembangunan Rendah Karbon, Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Nomor 89/M.PPN/HK/10/2020, 2020.

J. Jang and W. Awiati, “Karbon Biru Di Indonesia: Memahami Pentingnya Konservasi Dan Restorasi Untuk Mencapai Netralitas Karbon.” Jurnal Hukum dan Bisnis (Selisik), vol. 9, no. 1, pp. 18-36, 2023.

R. J. Rogerson, et al., “Integrating Artificial Urban Wetlands Into Communities: A Pathway To Carbon Zero?” Frontiers in Built Environment, vol. 7, pp. 1-10, 2021.

G. Yu, et al., “Recent advances in constructed wetlands methane reduction: Mechanisms and methods.” Frontiers in Microbiology, vol. 14, pp. 1-19, 2023.

M. Lange, et al., “How plant diversity impacts the coupled water, nutrient and carbon cycles.” Advances in ecological research, vol. 61, pp. 185-219, 2019.

N. Novita, et al., “Natural climate solutions in Indonesia: wetlands are the key to achieve Indonesia’s national climate commitment.” Environmental Research Letters, vol. 17, no. 11, pp. 1-10, 2022.

A. Adrianto, et al., “Pemanfaatan Molasses Pada Rancangan Teknologi Constructed Wetland-Microbial Fuel Cell (CW-MFC) dalam Pereduksi Bakteri Patogen dan Aplikasi Biosensor Limbah Greywater sebagai Sumber Pengaplikasian Flushing Water.” Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa, vol. 4, no. 1, pp. 30-52, 2020.

D. Arisanty, et al., Geografi Ekonomi: Kajian Pada Lingkungan Lahan Basah. Malang: Media Nusa Creative MNC Publishing, 2024.




DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v9i3.14732

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Contact

Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

View My Stats Jurnal Himasapta

Jurnal Himasapta is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License