Pengurangan durasi slippery pada jalan angkut overburden PT Sinar Nirwana Sari Jobsite PT Jorong Barutama Greston Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Jean Tito Agusrianto, Uyu Saismana, Riswan Riswan

Abstract


Salah satu hambatan kerja pada tambang terbuka adalah slippery yang disebabkan oleh hujan. Penanganan slippery dilakukan untuk menghindari kondisi licin dan menghindari insiden kecelakaan. Pengoptimalan penggunaan alat dalam meminimalkan waktu delay yang disebabkan oleh kegiatan penanganan slippery berdampak untuk meningkatkan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penanganan slippery jalan angkut dan kendala-kendala yang terjadi, menganalisis berapa durasi waktu yang dibutuhkan Bulldozer untuk kegiatan slippery dan menentukan berapa optimal bulldozer yang dibutuhkan jika durasi slippery menyesuaikan plan.

Data yang diperlukan yaitu cycletime bulldozer, dimensi blade, luas area jalan angkut, plan durasi slippery, spesifikasi alat dan breakdown bulldozer. Pengolahan data perhitungan produktifitas dan durasi bulldozer menggunakan microsoft office exel dan luas area menggunakan minescape. Kemudian menganalisis waktu yang dibutuhkan bulldozer pada slippery dan menganalisis optimal bulldozer yang dibutuhkan untuk slippery.

Hal yang dilakukan pada kegiatan penanganan slippery adalah menggunakan bulldozer untuk menscrub material pada permukaan jalan yang licin. Kendala yang terjadi adalah material pada jalan mudah menjadi lumpur apabila terkena air hujan, dan unit support bulldozer yang tersedia sering breakdown. Hasil analisis durasi bulldozer untuk kegiatan slippery  tipe D85ESS dengan 3 passing  untuk 1 unit dibutuhkan waktu 172 menit, untuk 2 unit dibutuhkan waktu 86 menit, untuk 3 unit dibutuhkan waktu 50,44 menit, 4 unit dibutuhkan waktu 37,83 menit dan 4 passing  untuk 1 unit dibutuhkan waktu 216 menit, untuk 2 unit dibutuhkan waktu 128 menit, untuk 3 unit dibutuhkan waktu 72 menit, 4 unit dibutuhkan waktu 50 menit.

ABSTRACT One of the work obstacles in open-pit mining is road slippery conditions caused by rain. Handling slippery conditions is done to prevent slippery surfaces and avoid accidents. Optimizing the use of equipment to minimize delay times caused by slippery handling activities impacts production results. This study aims to understand the activities involved in handling slippery haul roads. The method used for handling slippery conditions involves using a bulldozer to scrub the material on the slippery road surface. The challenges encountered include the fact that the road material easily turns into mud when exposed to rainwater, and the bulldozer units frequently break down. Analysis results for the bulldozer duration in handling slippery conditions using D85ESS type bulldozer with 3 passes for 1 unit require 172 minutes; for 2 units, it takes 86 minutes; for 3 units, it takes 50.44 minutes; for 4 units, it takes 37.83 minutes. For 4 passes, 1 unit requires 216 minutes; for 2 units, it takes 128 minutes; for 3 units, it takes 72 minutes; for 4 units, it takes 50 minutes.


Keywords


Slippery, Durasi, Bulldozer

Full Text:

PDF

References


Modul Ajar Pemindahan Tanah Mekanis, Teknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, 2004, pp. 5-30.

Pemindahan Tanah Mekanis, Yogyakarta, 2013.

Sukiman, Dasar DasarPerencanaan Geometrik Jalan, Bandung., Nova, 1999.

Komatsu Handbook, 22th Edition., KOMATSU LTD TOKYO, Tokyo, 2001.

E. Tommy, “Kajian Teknis Pengurangan Waktu Slippery Pada Jalan Angkut Overburden di Pit Rotol South dan Pit Rotol Middle PT. Bukit Makmur Mandiri Utama Jobsitel PT. Kidecol Jaya Agung Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur”, Progress in Retinal and Eye Research, vol 561, 2019.

E. Winarno, “Kajian Teknis Produksi Alat Muat dan Alat Angkut pada Pengupasan Overburden Tambang Batubara di PT MandiriIntiperkasa, Kalimantan Utara”, Jurnal Teknologi Pertambangan, vol. 4, pp. 144-153 2018.

Awang Suwandhi, “Perencanaan Jalan Tambang”, Diklat Perencanaan Tambang Terbuka, pp. 12-22, 2004.

Herdiansyah, S., Zaenal, &Iswandaru, “Kajian Teknis Geometri Jalan Tambang untukMengurangi Dampak Slippery sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Nikel PT ANTAM (Persero) Tbk di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara”, Bandung Conference Series: Mining Engineering, vol 2, pp. 441-447, 2022.

Prodjosumarto, Partanto, Pemindahan Tanah Mekanis, Bandung, 1995.

Abdulah dan Maryanto, “Rencana Produksi Pengangkutan Overburden Berdasarkan Pola Hujan di PT X Site Asam-Asam, Desa Riam Andungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan”, Journal Riset Teknik Pertambangan, Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, 2019.




DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v10i1.14902

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Contact

Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

View My Stats Jurnal Himasapta

Jurnal Himasapta is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License