Kestabilan lereng kritis pada tambang terbuka batubara menggunakan metode kesetimbangan batas

Muhammad Fadlillah Akbar, Eko Santoso, Sari Melati

Abstract


Genangan air dalam bekas pit (void) akan mempengaruhi re-distribusi tegangan dan kondisi massa batuan pada lereng. Adanya creek di sisi luar lereng tersebut menyebabkan interaksi antara creek, lereng, dan void, menjadi lebih kompleks dan berdampak pada kestabilan lereng. Pada penelitian ini mengaplikasikan metode Limit Equilibrium dengan kriteria Mohr-Coulomb serta prangkat lunak MineScape 5.7 dan Rocsience Slide 6.0 untuk menganalisis Lereng X yang langsung berbatasan dengan sungai. Membuat simulasi pesimistik yang mempengaruhi tingkat kestabilan lereng aktual dengan membuat simulasi pengaruh level muka air sungai dan void terhadap lereng, membuat pengaruh pelapukan material penyusun lereng dan pengaruh jarak sungai terhadap tingkat kestabilan lereng. Hasil analisis kondisi aktual pada Lereng X nilai FK semua penampang >2,0 dengan kondisi lereng di antara sungai dan ­void. Hasil simulasi penurunan level muka air sungai 11 m dan ­void 39 m hingga surut mempengaruhi tingkat kestabilan lereng di indikasikan adanya gaya hidrostatis terhadap lereng yang mempengaruhi nilai FK dari 2,011 menjadi 0,927. Lereng yang terlapukan oleh air juga mempengaruhi nilai FK dari 1,773 menjadi 0,790 kondisi kritis. Simulasi penambahan jarak sungai terhadap lereng berdampak baik bagi lereng dari faktor keamanan awal 0,927 pada jarak 6,4 m menjadi 1,977 pada jarak 500 m.

 

ABSTRACTThe accumulation of water in former pit (void) affects stress redistribution and rock mass condition of the slope. The presence of a creek on the outer side of slope further increases the complexity of interaction between creek, slope, and void, thereby influencing overall slope stability. This study applies Limit Equilibrium Method with the Mohr-Coulomb failure criterion, utilizing MineScape and Rocscience Slide 6.0 software to analyze Slope X, which is directly adjacent to the creek. A series of pessimistic simulations were conducted to assess actual slope stability, including the effects of creek and void water level fluctuations, the effects of material weathering on slope stability, and the impact of creek distance on slope safety factor. The analysis of actual condition of Slope X indicates that Factor of Safety (FoS) in all cross-sections is >2.0, with the slope located between creek and void. The simulation results show that a decrease in creek water level by 11 m and void water level by 39 m significantly affects slope stability, as indicated by hydrostatic forces acting on the slope, reducing the FoS from 2.011 to 0.927. Furthermore, slope material weathering due to water infiltration decreases FoS from 1.773 to a critical value of 0.790. Increasing distance between creek and slope improves its stability, which is the initial FoS of 0.927 at a distance of 6.4 m increases to 1.977 at a distance of 500 m.

Keywords


kestimbangan batas; mohr-coulomb; kestabilan lereng; faktor keamanan (FK)

Full Text:

PDF

References


Ariana D, Pudjihardjo H, Fahrudin, T. Joko. 2015, Pengaruh Seepage dan Kestabilan Lereng Terhadap Optimalisasi Geometri Lereng Tambang Bukit M Air Laya Blok Timur, Unit Pertambangan Tanjung Enim. Program Studi Teknik Geologi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Handayani Tri, Wulandari Sri, Wulan Asri. 2014. Pengaruh Muka Air Tanah Terhadap Kestabilan Lereng Menggunakan GeoSlope/W 7,12. Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Gunadarma. Depok.

Frans Santo Jiano, Nurfalaq Hafizh M. 2019. Studi Geoteknik Pengaruh Muka Air Tanah Terhadap Kestabilan Lereng Tambang Batubara. Teknik Geologi. Fakultas Teknologi Mineral. UPN Veteran. Yogyakarta.

Agustina & Elfrida. 2019. Pengaruh Perubahan Kadar Air Terhadap Kekuatan Geser Tanah Lempung. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Riau Kepulauan. Hal 120. Riau.

BSN 1991. SNI 03-2437-1991 Metode Pengujian Laboratorium Untuk Menentukan Parameter Sifat Fisika Pada Contoh Batu. Gd Manggala Wanabakti. Jakarta.

BSN 2011. SNI 2824:2011 Cara Uji Geser Langsung Batu. Gd Manggala Wanabakti. Jakarta.

BSN 2017. SNI 4148-1:2017 Standar pengambilan sampel tanah berbutir halus dengan tabung berdinding tipis untuk keperluan geoteknik (Adopsi identik ASTM D1587/D1587-15). Gd Manggala Wanabakti. Jakarta.

BSN 2011. SNI 5015:2011 Pedoman Pelaporan, Sumberdaya dan Cadangan Batubara. Gd Manggala Wanabakti. Jakarta.

Das, M.B. 2002. Principles of Geotechnical Engineering (Fifth Edition). Brooks/Cole. P. 472-474. United States of America.

Departemen Pekerjaan Umum. 2005. Pd T-09-2005-B Rekayasa Penanganan Keruntuhan Lereng Pada Tanah Residual dan Batuan. Departemen Pekerjaan Umum. Hal 13. Jakarta.

KEPMEN ESDM 1827 K/30/MEM/2018. Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Hal 203-204. Jakarta.

Rocsience Slide 2018. Tutorial 19 Transient Groundwater Analysis with Slope Stability 2018. Toronto.

Wyllie, D. C. & Mah C. W.. 2004. Rock Slope Engineering Civil and Mining (4th Edition). Spon Press Taylor & Francis Group. P. 188-191. New York.




DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v10i1.16533

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Contact

Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

View My Stats Jurnal Himasapta

Jurnal Himasapta is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License