Evaluation of failure to implement safety instructions with mitigation actions using failure mode effect analysis method
Abstract
Evaluasi kegagalan menjalankan instruksi safety talk dengan tindakan mitigasi menggunakan metode failure mode effect analysis
Abstrak
Aktivitas penambangan batubara memiliki potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat tinggi, khususnya pada area front penambangan yang berhubungan dengan alat mekanis dan aktivitas pengangkutan. Oleh karena itu, untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan pekerja, diperlukan analisis risiko keselamatan. Penelitian ini dilakukan pada penambangan batubara Jobsite Pit 12 PT Sumber Cahaya Mineral (PT SCM), Desa Koto Boyo, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Subjek dalam penelitian ini merupakan individu yang memiliki pengetahuan dalam implementasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta beberapa pekerja sebanyak 12 orang. Seluruh responden akan diwawancarai dan diberikan kuisioner untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan safety talk serta penerapan K3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dengan penentuan nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter severity, occurrence, dan detection. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi sebesar 224 terdapat pada kondisi jalan hauling yang berdebu, yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan kerja serta gangguan pernapasan pada pekerja. Hasil penelitian ini penting sebagai dasar penentuan prioritas pengendalian risiko untuk meningkatkan penerapan K3 dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman pada kegiatan penambangan batubara.
Kata-kata Kunci: FMEA, K3 Pertambangan, RPN, Safety Talk
Evaluation of failure to implement safety instructions with mitigation actions using failure mode effect analysis method
Abstract
Coal mining activities pose a high risk for occupational safety and health (OHS), especially in the front area where mechanical equipment and transportation activities occur. To reduce work accidents and workers' health issues, a safety risk analysis is necessary. This study was conducted at the Jobsite Pit 12 coal mining site of PT Sumber Cahaya Mineral (PT SCM), located in Koto Boyo Village, Bathin XXIV District, Batanghari Regency, Jambi Province. The participants included individuals knowledgeable about occupational health and safety (OHS) practices, totaling 12 workers. All respondents were interviewed and completed a questionnaire to gather information about safety talks and OHS application. The method used is Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), with the Risk Priority Number (RPN) calculated based on severity, occurrence, and detection parameters. The analysis revealed that the highest RPN value was 224, associated with dusty hauling road conditions, which could lead to work accidents and respiratory problems among workers. These findings provide a critical basis for prioritizing risk control measures to enhance OHS implementation and foster a safer work environment in coal mining activities.
Keywords : FMEA, Mining OSH, RPN, Safety Talk
Keywords
Full Text:
1 - 6References
International Labour Organization (ILO), Safety and health in mines: Convention No. 176 and Recommendation No. 183, Geneva: ILO, 2021.
A. Hakim, W. Hariyono, and S. Solikhah, “Analysis of safety talks or safety communication in industry: a literature review,” Jurnal EduHealth, vol. 15, no. 1, pp. 534–545, 2024.
ESDM, K. M, Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara, 2018.
A. V. Fahera, M. Basuki, and P. S. Alala, “Penilaian risiko K3 menggunakan metode HIRA dan FMEA di PT Semen Gresik Pabrik Rembang,” in Prosiding Seminar Nasional ADPI Mengabdi Untuk Negeri, vol. 6, no. 1, pp. 18–28, Jun. 2025.
J. Piątkowski and P. Kamiński, “Risk assessment of defect occurrences in engine piston castings by FMEA method,” Archives of Foundry Engineering, vol. 17, no. 3, pp. 107–110, 2017.
M. R. Perdana, H. C. Suroso, and R. O. Raharjo, “Analisis risiko kecelakaan kerja dengan metode failure mode and effect analysis dan fault tree analysis untuk mengurangi tingkat risiko kecelakaan kerja pada effluent treatment,” in Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan, vol. 4, Mar. 2024.
P. Sapitri, “Safety Talk Communication Strategy at PT Coalindo Adhi Perkasa,” 2025.
Y. M. Wang, K. S. Chin, G. K. K. Poon, and J. B. Yang, “Risk evaluation in failure mode and effects analysis using fuzzy weighted geometric mean,” Expert Systems with Applications, vol. 36, no. 2, pp. 1195–1207, 2009.
W. Afandi and L. Okdinawati, “Applying FMEA for operational risk management: Lessons from MineStar implementation at PT Borneo Indobara,” Asian Journal of Engineering, Social and Health, vol. 3, pp. 2419–2435, 2024.
Julinda, “Efektivitas Safety talk Terhadap Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Bendung D.I Gilireng Kabupaten Wajo”. Ocuuputional Health and Safety, vol 22, no. 1, pp. 40–41, 2022.
DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v11i1.18244
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Contact
Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM
Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,
South Kalimantan – 70714
statistics counter
View My Stats Jurnal Himasapta
Jurnal Himasapta is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License





