Pengaruh kondisi geoteknik lapis subgrade tanah lempung untuk jalan tambang tanpa lapis pondasi

Jhon Andrean Paul YC Raban, Adip Mustofa, Marselinus Untung Dwiatmoko

Abstract


Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Limamar yang tanahnya tersusun oleh tanah lempung kaolinit. Tanah lempung kaolinit terendapkan diatas formasi warukin yang umumnya mengandung lapisan batubara. Kegiatan tambang batubara memerlukan jalan tambang.

Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan, sampling dan uji laboratorium serta studi literatur. Data primer yang dikumpulkan berkait karakteristik tanah antara lain; Sifat fisik tanah (spesific gravity, densitas, kadar air, ukuran butir, batas atterberg) dan Sifat mekanik tanah (Unconfined Compressive Strength dan Direct Shear Test). Data sekunder yang dikumpulkan berkait situasi lokasi penelitian, kondisi geologi regional, spesifikasi alat angkut tambang, klasifikasi tanah dan formula geoteknik berkait fisik mekanik tanah.

Hasil dari pengumpulan dan pengolahan diketahui, hasil pengumpulan fisik tanah: menggunakan standart pengujian ASTM D 2487-69 (lempung) sebanyak 59,26%-90,30%, (pasir) sebanyak 9,42%-36,01%, (kerikil) sebanyak 0,28%-6,67%., Pengujian batas Atterberg menggunakan standart pengujian ASTM D 2216-80 dengan hasil uji: Batas cair (33,64%-66,32%), Batas plastis (20,1%-30,61%), Batas susut (19,3%-28,1%), Indeks plastisitas (12,45%-36,32%). Pengujian berat isi tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 2937-83 dengan hasil uji (2,16 g/cm3-2,44 g/cm3). Sifat mekanik tanah menggunakan standart pengujian ASTM D 3080-72 Direct shear test adalah Kohesi tanah (0,1364 kg/cm2-0,4743 kg/cm2) dan Sudut gesek dalam (14,040-25,310). Pengolahan data diperoleh; tanah dalam klasifikasi AASHTO teridentifikasi jenis tanah: A-6, A-7-5 dan A-7-6, ground pressure alat angkut Dutro 110 HD dari tiap roda ban adalah sebesar 720,07 kPa, daya dukung ijin tanah 87,38 kPa-187,84 kPa. Ground pressure alat angkut lebih besar dari nilai daya dukung ijin tanah sehingga tanah dinyatakan tidak mampu menerima beban dari alat angkut dan masih belum layak untuk digunakan sebagai jalan angkut tambang.


Keywords


daya dukung ijin tanah; ground pressure; sifat fisik tanah; sifat mekanik tanah

Full Text:

PDF

References


Budi, Pengujian Tanah di Laboratorium, Edisi Pertama, Yogkyakarta, 2011.

Das, Braja M., Advance Soil Mechanics, Mc. Graw Hill, Singapore, 1983.

Das, Braja M., Principles of Geotechnical Engineering, California State University, Sacramento, 2002.

Hardiyatmo, Christady H., Mekanika Tanah I, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta., 2010

Indonesianto, Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik Pertamabangan UPN (Veteran), Yogyakarta, 2005

Komatsu, Spesification and Application Handbook. Third Edition, 1978

Peurifoy, Construction Planning Equipment. Int Student Edition. Mc graw-Hlll, New York, 1979

Soedarmo dan Purnomo, Mekanika Tanah I. Kanisius. Malang, 1993.

Srirahayu, Analisis Distribusi Beban Gandar Pada Angkutan Berat Muatan Berlebih Terhadap Kerusakan Pada Struktur Perkerasan Lentur. Universitas Indonesia, 2011.

Tannant, Dwayne D. dan Regensburg B., Guidelines For Mine Haul Road Design. University of British Columbia – Okanagen. Canada, 2001.




DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v8i1.8724

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Contact

Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

View My Stats Jurnal Himasapta

Jurnal Himasapta is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License