Analisis Kestabilan Lereng Tumpukan Batubara ROM pada PT Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan

Akbar Arni, Romla Noor Hakim, Muhammad Zaini Arief

Abstract


Dalam kegiatan pertambangan, batubara yang telah ditambang akan disimpan sementara di ROM (Run of Mine) sebelum diangkut ke pelabuhan dan dijual. Ketika tidak terjadi proses bargaining, batubara yang berasal dari pit akan terus menumpuk di ROM. Penumpukan ini menyebabkan bertambahnya luas dan tinggi tumpukan batubara seiring dengan berjalannya aktivitas penambangan. Peningkatan tinggi tumpukan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya potensi terjadinya longsor. Oleh sebab itu, diperlukan kajian geoteknik untuk menganalisis stabilitas lereng dan memperkirakan risiko longsor pada tumpukan batubara di ROM. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara berkala selama dua bulan agar data yang diperoleh bersifat representatif dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi dan sudut kemiringan lereng tumpukan batubara, geometri tumpukan, jenis serta spesifikasi alat yang beroperasi di ROM, data uji laboratorium batubara, dan data hasil uji CBR. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi maksimum tumpukan batubara yang aman diterapkan di ROM 19 adalah 15 meter dengan faktor keamanan (FK) ≥ 1,2. Desain geometri tumpukan batubara di ROM 19 menggunakan kombinasi lereng dengan dua bench, yaitu bench pertama setinggi 8 meter dan bench kedua setinggi 7 meter, masing-masing dengan sudut kemiringan 30° dan jarak antar-bench sebesar 8 meter.

 

Kata-kata kunci: faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, run of mine

 

ABSTRACT

In mining operations, coal extracted from the pit is temporarily stored at the Run of Mine (ROM) area prior to transportation to the port and final sale. When no bargaining process occurs, coal continues to accumulate at the ROM, leading to an increase in both the height and area of the stockpile as mining activities progress. The increase in stockpile height is directly associated with a higher risk of slope instability and potential failure. Therefore, a geotechnical assessment is required to evaluate slope stability and to estimate the risk of failure in coal stockpiles at the ROM. Data collection was conducted periodically over a two-month period to ensure representative results for this study. The collected data included the actual height and slope angle of the coal stockpile, stockpile geometry, types and specifications of equipment operating at the ROM, laboratory test results of coal samples, and California Bearing Ratio (CBR) test data.

The analysis results indicate that the maximum safe coal stockpile height applicable at ROM 19 is 15 m, with a factor of safety (FS) ≥ 1.2. The proposed stockpile geometry at ROM 19 adopts a combined slope configuration with two benches. The first bench has a height of 8 m with a slope angle of 30°, while the second bench has a height of 7 m with a slope angle of 30°, and the horizontal distance between the two benches is 8 m.

 

Keywords: safety factor, slope geometry, slope stability, run of mine


Keywords


faktor keamanan, geometri lereng, kestabilan lereng, run of mine

Full Text:

PDF

References


S, Hanswily. Analisis Failure Time Menggunakan Data GPS Geodetic dengan Metode Inverse Velocity Pada Disposal HW 123 South Tutupan PT Adaro Indonesia, Kalimantan Selatan. Diss. Universitas Jambi, 2024.

Anjani, A. Putri, dan D. Radityo. Analisis Kestabilan Lereng Disposal "X" pada Tambang Terbuka Batubara, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Jurnal Ilmiah Geologi Pangea, 12.2, 2025.

M.F. Akbar, E. Santoso, dan Melati, S. Kestabilan lereng kritis pada tambang terbuka batubara menggunakan metode kesetimbangan batas. Jurnal Himasapta, 10 (1), pp.57-64, 2025.

Wahidah, Nurul, dan R. Nikolus. Quality Control Batubara Dari Channel-pit Menuju Rom Stockpile di PT Mega Multi Energi. Journal Scientific of Mandalika, 6.4, pp. 904-916, 2025.

Navtalia dan Zella. Kajian Teknis Daya Dukung Tanah untuk Menentukan Kapasitas Optimum Stockpile Utama PT Putra Muba Coal. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik, 4.1, pp. 196-211, 2025

Renaldy, Davin, H. Bahar, dan S. Yuwanto. Evaluasi Desain Stockpile pada Live Stock BWE 203-MTBU untuk Pencegahan Swabakar Batubara PT Bukit Asam, Tbk Kecamatan Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan. Vol. 5, 2025.

I. Arif. Geoteknik Tambang. Gramedia Pustaka Utama. 2016.

Sukmaningrum, A. Diah. Perbandingan Jenis Lapisan Base Course antara Material In Situ dan Batu Pecah terhadap Pencapaian Produksi Tambang di Kalimantan Selatan. Diss. Universitas Bakrie, 2025.




DOI: https://doi.org/10.20527/jhs.v10i3.18169

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Contact

Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering ULM

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru,

South Kalimantan – 70714

 

statistics counter

View My Stats Jurnal Himasapta

Jurnal Himasapta is licensed under a  Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License